Jurnal Modul 1.1. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Ki Hadjar Dewantara
Jurnal Modul 1.1. Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Ki Hadjar Dewantara
A. Peristiwa Nyata (Facts)
Rangkaian kegiatan Calon Guru Penggerak Angkatan 8 Tahun 2023 diawali dengan pembukaan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada hari rabu tanggal 10 Mei 2023, yang di buka secara virtual oleh Bapak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd selaku Direktur Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan, dan Bapak Dr. Praptono, M.Ed. selaku Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan. yang berlangsung dari 11.00 WIB sampai dengan Jam 12.00 WIB
yang kemudian di lanjutan Orientasi Program dan Pre Test PGP Angkatan 8 oleh BGP Provinsi Banten pada jam 13.00 WIB sampai jam 15.00 yang di buka oleh Bapak Dr. Sugito Adi Warsito, M.Pd.Or. selaku Kepala BGP Banten
Rangkaian selanjutnya kami di Undang oleh BGP Banten untuk penyamaan persepsi LMS yang bertempat di SMAN 2 Pandeglang pada Hari Jumat Tanggal 12 Mei 2023, dan di sana kami Calon Guru Penggerak dikumpulkan dan bisa ketemu langsung dengan kawan - kawan yang tadinya hanya bisa berbicara melalui Chating atau pun google meeting. Sungguh saya merasa bahagia bersama para guru guru hebat yang berasal dari berbagai kecamatan dan tingkatan sekolah sekabupaten Pandeglang, dan saya menyadari betapa masih dangkalnya pengetahuan yang saya miliki. hal ini membuat saya semakin bersemangat untuk mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak.
Hari Selanjutnya yaitu pada hari Sabtu Tanggal 13 Mei 2023 kami juga di undang untuk Lokakarya Orientasi PGP Angkatan 8 Reguler, selain Calon Guru Penggerak di undang juga Kepala Sekolah yang memiliki CGP, dan saya sangat bangga sekali dengan kepala sekolah SMKN 5 Pandeglang yang sangat mendukung saya, beliau hadir ke acara tersebut walaupun di hari libur. dalam kesempatan itu pula dilakukan kesepakatan antara CGP dan Kepala Sekolah yang di tuangkan dalam Lampiran 1 _ Lembar Kerja Kesepakatan Peran CGP dan Kepala Sekolah
Dalam acara Lokakarya Orientasi tersebut kami calon Guru Penggerak dan Kepala sekolah di kumpulkan dalam 1 kelas, dan membuat kesepakat yang di pandu oleh Pengajar Praktik, didalam Loka 0 tersebut di buat catatan di sticky note harapan maupun ke khawatiran baik dari kepala sekolah maupun dari CGP Sendiri. di Loka 0 tersebut juga kami diberikan tugas Lampiran 2 _ Lembar Kerja Pengecekan Mandiri Kompetensi GP dan Lampiran 3_ Lembar Evaluasi Diri Guru Penggerak jawabanya yang kami cantumkan harus jujur, hal ini untuk melihat dan menggali potensi yang ada didalam diri kami.
Setelah selesai Lokakarya Orientasi pada tanggal 15 Mei 2023 kami mulai masuk kedalam Pembelajaran di Learning Management System atau disebut juga LMS seperti yang juga dikenal, dapat dianggap sebagai jenis manajemen konten online atau platform pengiriman konten online. pembelajaran di mulai dengan alur secara garis besar modul 1.1. sebagai berikut
1.1.a.3. Mulai dari Diri
1.1.a.4. Eksplorasi Konsep
1.1.a.5. Ruang Kolaborasi
1.1.a.6. Demonstrasi Kontekstual
1.1.a.7. Elaborasi Pemahaman
1.1.a.8. Koneksi Antar Materi
1.1.a.9. Aksi Nyata
Setelah mempelajari modul 1.1. secara mandiri, bagian berikutnya yaitu mulai mengisi tugas 1.1.a.3. mulai dari sendiri melalui LMS, yang bertujuan
CGP memberikan jawaban reflektif-kritis untuk mengetahui pemahaman diri tentang pemikiran (filosofi pendidikan) Ki Hadjar Dewantara,
CGP membuat refleksi diri tentang pemikiran (filosofi pendidikan) Ki Hadjar Dewantara.
Untuk selanjutnya di modul 1.1.a.4. Eksplorasi Konsep - Modul 1.1 bagian tugas Refleksi diri, tugas ini boleh berupa Audio atau Video adalah penjelasan pemikiran reflektif kritis Anda dalam memaknai dan menghayati pemikiran KHD setelah menyimak video dan membaca 3 tulisan KHD (terlampir). Dalam audio/video ini, yang paling utama adalah sampaikan pemaknaan dan penghayatan Anda terhadap pemikiran KHD sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan aspek keindahan dari video tersebut.
dengan panduan panduan pertanyaan yang dapat digunakan dalam menjalankan tugas di atas.
Apa intisari pemikiran KHD tentang pendidikan?
Bagaimana Anda memandang diri Anda sebagai pembelajar (guru) dan pemelajar (murid) jika dikaitkan dengan pemikiran KHD
Pada tanggal 16 Mei 2023 kami di pandu oleh fasilitator memasuki Ruang diskusi virtual, di ruang kolaborasi ini kami banyak berdiskusi dan hal ini semakin membuka pemahaman saya tentang filosopi Ki Hadjar Dewantara.
Pada tangga 17 Mei 2023 Kami melalui ruang virtual kami melakukan kegiatan Ruang kolaborasi modul 1.1. - Penugasan Kelompok tujuan pembelajaran ini adalah CGP mengeksplorasi (memaknai dan menghayati) nilai-nilai luhur sosial budaya di daerah asal dalam menguatkan dan menebalkan Konteks (kodrat) Diri Murid sebagai manusia dan anggota masyarakat.
setelah itu Masing-masing kelompok ditugaskan untuk mendiskusikan
Apa kekuatan konteks sosio-kultural di daerah Anda yang sejalan dengan pemikiran KHD?
Bagaimana pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuaikan dengan nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat pada konteks lokal sosial budaya di daerah Anda?
Sepakati satu kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di kelas atau sekolah Anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di daerah Anda yang dapat diterapkan.
Pada tanggal 22 - 23 Mei 2023 Kami mulai masuk kegiatan 1.1.a.6. Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.1 tujuan dari pembelajaran ini adalah CGP mendesain strategi dalam mewujudkan pemikiran KHD - 'Pendidikan yang Berpihak pada Murid' - sesuai dengan Konteks Diri Murid dan Sosial Budaya di daerah asal (kar2ya demonstrasi kontekstual dalam video, atau infografis atau puisi atau lagu, dll).
Rangkaian berikutnya dari modul 1.1. yaitu Elaborasi Pemahaman/Koneksi Antar Materi dengan tujuan CGP membuat kesimpulan dalam bentuk esai atau jurnal reflektif tentang ‘Pendidikan yang Berpihak pada Murid’ dengan merefleksikan seluruh rangkaian materi yang sudah dipelajari dari pemikiran-pemikiran KHD dan praktik baik yang telah dilakukan di sekolah-sekolah saat ‘Elaborasi Pemahaman, Pertanyaan pemantik dalam membuat kesimpulan dan refleksi terhadap pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara:
Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda mempelajari modul 1.1?
Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini?
Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD
Tahap selanjutnya yaitu aksi nyata yang merupakan bagian modul 1.1. tahapan ini bertujuan untuk CGP mengimplementasikan strategi dalam mewujudkan pemikiran KHD yang telah dibuat pada ‘Demonstrasi Kontekstual’ secara konkret sebagai perwujudan 'Kepemimpinan Pembelajaran' yang Berpihak pada Murid' dan direfleksikan kembali dalam Jurnal Refleksi Pribadi.
dengan instruksi isi nya yaitu Apa saja yang dapat Anda sertakan dalam jurnal refleksi ini?
Perasaan selama melakukan perubahan di kelas
Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan
Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik
‘Foto bercerita’ dari seluruh rangkaian pelaksanaan (perencanaan, penerapan dan refleksi) aksi Anda.
Anda juga dapat memasukkan ‘testimoni’ dari rekan guru dan murid yang terlibat dalam proses perubahan yang Anda lakukan.
B. Perasaan (Feelings)
Saat pertama kali mengikuti seleksi CGP angkatan 6 saya gagal, perasaan saya tentu sangat kecewa sekali, akhirnya saya berrefleksi dari kegagalan tersebut dan saya mencoba lagi di angkatan ke 8 tentu saja saya melakukan persiapan yang matang, mulai dari belajar cara menulis essay yang baik, melakukan simulasi belajar dan menjawab pertanyaan yang sesuai dengan kenyataan yang saya tuliskan.
Alhamdulilah saya lulus di CGP angkatan ke 8 perasaan saya bahagia sekali, setelah 2 kali mencoba akhirnya saya masuk juga kedalam kandidat Calon Guru Penggerak, walaupun masih ada perasaan was was apakah saya kan masuk nominasi angkatan 8 atau harus parkir menunggu angkatan berikutnya angkata 9 dan angkatan 10. dan Alhamdulillahnya saya masuk list Pendidikan Guru Penggerak angkatan 8 tahun 2023.
Pada awal awal saya sangat cemas apakah saya mampu mengikuti pendidikan CGP ini, akan tetapi dengan tekad yang kuat saya coba untuk memanajemen waktu supaya kegiatan pembelajaran tidak terganggu dan kegiatan CGP juga bisa berjalan beriringan. saya sangat berterima kasih sekali pada Fasilitator Ibu Eli Marliati Efendi,S.Pd.AUD , Pengajar Praktik Ibu Sartinah, S.Pd. dan Kawan kawan Calon Guru Penggerak Angkatan 8 Kabupaten Pandeglang terutama Kelas 8 BGP Banten, yang tidak pernah bosan bosan mengingatkan, membimbing dan memotivasi, memberi inspirasi dan menyemangati saya. karena tanpa kontribusi beliau beliau perasaan saya yang minder akhir nya pelan pelan pudar, berganti dengan motivasi ingin meningkatan kemampuan diri demi proses pembelajaran yang lebih baik lagi.
jika saya kaitkan perasaan khawatir saya dalam mengikuti CGP dengan proses pembelajaran saya di kelas, saya jadi lebih memahami dengan trilogi KHD bahwa kita sebagai guru harus berpegang pada Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani yang memiliki artinya sebagai guru kita memberi teladan dengan nyata tidak hanya menyuruh tapi kita memberi contoh, ditengah tengah proses pembelajran kita harus memberikan inspirasi, apabila di belakang guru harus memberi dorongan dan motivasi supaya siswa semangat dalam pembelajarannya, dari trilogi tersebut sangat membantu saya dalam proses perbaikan pembelajaran di kelas yang saya ampu.
C. Pembelajaran (Findings)
Setelah mempelajari Modul 1.1. Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara saya mulai memahami dan mencoba menerapkan dalam kelas yang saya ampu, sebelum mempelajari modul 1.1. saya beranggapan bahwa guru sebagai satu satunya sumber belajar dan harus manut pada guru, dan metode pembelajaran berpusat pada guru merupakan yang paling tepat (Teacher Centered Learning) akan tetapi setelah saya mempelajari modul 1.1 Saya sadar, bahwa guru bukan satu satunya sumber belajar, dan pembelajaran harus menghamba pada murid dimana fokus pembelajaran adalah murid bukan guru (Student Centered Learning)
sebelum mempelajari modul 1.1. saya beranggapan bahwa murid akan semangat dalam belajar, apabila menggunakan metode yang seragam dan inovatif, tanpa memperhatikan perbedaan karakteristik murid ( kodrat alam) akan tetapi setelah saya mempelajari modul 1.1 Saya menyadari, bahwa guru harus memperhatikan dan menyesuaikan kegiatan pembelajaran, sesuai kodrat alam murid yang berbeda, dan menyesuaikan dengan kodrat zamannya saat ini
D. Penerapan (Future)
Setelah mempelajari Modul 1.1. Saya mulai memahami dan mencoba membuat penerap penerapan yang akan saya lakukan dikelas yang saya ampu sesuai dengan filosopi Ki Hadjar Dewantara diantaranya
Mengubah pola fikir bahwa mengajar bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi sebagi guru harus menuntun dan memberi suri tauladan kepada siswa sesuai kodratnya.
Menerapkan sistem among yaitu pendidikan yang menuntun bukan menuntut
Merancang dan melaksanakan pemblajaran yang berdiferensiasi, interaktif dan menyenangkan sesuai dengan karakteristik siswa.
Menerapkan konsep pembelajaran sesuai karakteristik siswa serta sesuai kodrat alam dan zamannya.
Menjalankan pendidikan yang berpihak pada murid.