Yogyakarta, 16 November 2025 – Pendidikan kejuruan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah memasuki era baru yang berbasis data. Inovasi kunci yang menggerakkan perubahan ini adalah SIDAK TRADISI (Sistem Informasi Data Kolaborasi Tracer Study Sekolah dan Industri). Lebih dari sekadar pelaporan, sistem ini adalah implementasi nyata dari konsep ambisius: "Treasury Study" D.I. Yogyakarta.
"Treasury Study" menegaskan bahwa data karir alumni SMK adalah aset strategis yang harus dikelola. SMK berperan sebagai arsitek utama dalam mengamankan dan memvalidasi data ini.
Kekuatan SIDAK TRADISI terletak pada kolaborasi yang dikelola oleh SMK:
1.Validator Kredibilitas: SMK bertanggung jawab memverifikasi status pekerjaan yang diinput oleh alumni. Proses validasi ini memastikan data yang ada di platform memiliki kredibilitas tinggi, menjadikannya rujukan yang handal.
2.Umpan Balik untuk Kurikulum: Data serapan lulusan yang akurat memungkinkan SMK mengidentifikasi kesenjangan kompetensi. Jika industri menuntut keahlian tertentu, SMK dapat segera menyesuaikan kurikulum dan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) mereka, menjamin lulusan selalu relevan.
Setiap lulusan SMK yang berpartisipasi dan menjaga profilnya tetap terbarui di sistem ini adalah bagian dari "harta karun" SDM yang terkelola. Data ini menjadi database talenta terverifikasi yang sangat berharga bagi pemerintah daerah dan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI). DU/DI dapat memanfaatkan data ini untuk mencari kandidat terbaik, sementara pemerintah menggunakannya untuk membuat kebijakan ketenagakerjaan yang tepat sasaran.
Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang fitur-fitur ini dan melihat modul-modul kolaborasi industri langsung di portal resminya: https://sidaktradisi.sidjie.com/.
Melalui SIDAK TRADISI, SMK di DIY bukan hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga memproduksi data yang menjadi modal utama dalam perencanaan pembangunan SDM. Ini adalah langkah maju yang menjamin lulusan SMK dapat bersaing secara optimal di pasar kerja, menjadikan DIY sebagai model pendidikan vokasi yang berbasis bukti dan hasil.