Pada faktanya untuk menghasilkan ikan yang besar dan layak jual, Anda perlu memperhatkan cara budidaya ikan yang baik dan benar. Bagaimanapun juga, ikan adalah makhluk hidup yang perlu dirawat dan dikelola dengan benar agar memberikan hasil panen yang berkualitas.
Melakukan budidaya ikan tidak hanya membuka lahan lalu menaburkan bibit dan panen saja, melainkan ada banyak tahapan yang harus dilakukan guna menciptakan hasil bibit yang berkualitas.
Tak hanya jenis ikan, Anda juga harus memikirkan jenis pakan yang digunakan, suhu air, hingga kehidupan ekosistem di sekitar kolam. Kamir telah merangkum cara budidaya ikan yang baik secara keseluruhan berikut ini. ;
Tahap pertama dalam mewujudkan cara budidaya ikan yang baik adalah mempersiapkan kolam yang tepat. Lahan/kolam adalah komponen utama dan penting dalam proses budidaya ikan, sehingga dalam pemilihannya pun anda perlu mempertimbangkan berbagai aspek agar ikan dapat berkembang dengan baik.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lahan antara lain kedalaman kolam dan paparan sinar matahari. Keduanya harus dipastikan dalam porsi atau ukuran yang sesuai agar kegiatan budidaya dapat berjalan maksimal termasuk pada pertumbuhan ikan-ikannya.
Anda bisa memilih jenis kolam seperti apa yang diinginkan, seperti kolam beton, kolam tanah, kolam terpal, atau akuarium untuk sarana perkembangiakan bibit ikan. Jenis kolam ini dapat disesuaikan dengan budget yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Selanjutnya anda perlu mempersiapkan bibit ikan yang berkualitas dan sesuai dengan kemampuan Anda dalam merawatnya. Sebab, beberapa jenis ikan membutuhkan perawatan khusus agar dapat berkembang dan tumbuh lebih baik.
Bibit ikan yang berkualitas unggul biasanya akan menghasilkan ikan yang lebih sehat dan tak mudah sakit. Hal ini tentu akan menguntungkan Anda sebab mempercepat waktu panen hingga 30 persen.
Setelah kolam siap dan bibit berkualitas telah dipilih, saatnya menaburkan bibit ikan pada kolam anda, untuk jumlah tebar bibit harus disesuaikan dengan luas kolam dan jenis bibit ikan apa yang akan anda Tebar, karena semua jenis ikan mempunyai SOP masing2 untuk jumlah tebar pada kolam tiap m² nya
Misal Bibit lele ; 200 - 300 ekor/M²
Hal tersebut dilakukan sebagai proses adaptasi ikan sebelum masuk ke dalam kolam. Karena setiap kolam memiliki kadar oksigen yang berbeda-beda sehingga ikan juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Cara ini bisa membuat pertumbuhan menjadi lebih baik sebab mengurangi tingkat risiko stres pada ikan.
Suhu dan pH air secara tidak langsung dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan,Maka dari itu anda harus menyesuaikan suhu dan pH air pada kolam anda .
Suhu air ; 26-31 ⁰C.
PH air ; 6-9
Namun penting juga anda mengelola air kolam supaya tetap pada suhu dan pH yang normal dan selalu bersih.Hindari membiarkan kolam tanpa dibersihkan, karena kualitas air sangat mendukung pertumbuhan ikan dikolam anda.
bagian yang tak kalah penting untuk menciptakan hasil panen ikan yang berkualitas selain bibitnya adalah pakan, probiotik dan vitamin yang digunakan. Saat ini Anda mungkin bisa menemukan beragam jenis dan brand pakan, probiotik maupun vitamin dengan mudah serta banyak pilihan, tetapi tidak semuanya berkualitas dan memiliki kandungan yang baik.
Oleh karenanya, memilih pakan ikan, probiotik dan vitamin yang tepat dengan kandungan gizi lengkap adalah hal penting yang tak boleh dilewatkan. Selain itu, jangan lupa untuk memberikan takaran pakan dan vitamin yang sesuai. Memberi pakan berlebihan atau kurang bisa menyebabkan ikan justru keracunan. Normalnya, ikan membutuhkan pakan sebanyak 2 kali di pagi dan sore hari.
Dalam pelaksanaannya terdapat faktor terbesar yang dapat menggagalkan proses budidaya ikan, yaitu hama yang menjadi sumber penyakit bagi ikan. Tak hanya sakit saja, bahkan ikan dapat berisiko mati bersamaan apabila hama terus menyebar dan tidak segera diatasi.
Itu sebabnya mengganti air kolam dan menguras secara rutin adalah bagian penting dalam proses budidaya ini. Waktu penggantian air bergantung pada jenis ikan yang dibudidayakan sebab tidak semua ikan membutuhkan air baru setiap saat.
Contoh ;
- ikan lele bila sudah kurang nafsu makan ,dan posisi sering di atas air,tanda kualitas air kolam anda sudah rusak.
Jika seluruh proses di atas telah diterapkan dengan benar, maka langkah terakhir dari cara budidaya ikan yang baik adalah proses panen ikan. Tentu saja untuk melakukannya, ada dua hal yang harus diperhatikan dan tidak bisa dilakukan begitu saja. Pertama, pastikan syarat panen ikan yaitu usia dan bobot sudah memenuhi standar panen.
Kedua, sesuaikan jumlah yang dipanen dengan kebutuhan pasar. Namun, hindari memaksakan proses panen saat ikan belum siap, karena justru anda akan merugi.