Takut data Bocor , SpacX larang pakai Zoom Kala Virus Korona
Perusahaan manufaktur roket, SpaceX melarang pemakaian aplikasi pertemuan video Zoom sebab permasalahan privacy serta keamanan data dalam aplikasi.
Pengumuman ini dikatakan perusahaan lewat memo perusahaan yang diantar melalui e-mail. Memo ini berisi larangan pemakaian aplikasi yang sedang terkenal di dunia ditengah-tengah limitasi kegiatan di luar tempat tinggal karena virus corona (SARS-CoV-2).
Larangan SpaceX pada Zoom memvisualisasikan rintangan SpaceX yang sekarang sedang meningkatkan tehnologi penting buat keamanan nasional.
Di lain sisi, perusahaan berupaya memperhatikan kesehatan karyawan dari pandemi virus corona covid-19 yang menebar dengan cepat sekali.
Dalam e-mail tertanggal 28 Maret, SpaceX memberitahu karyawan jika semua akses ke Zoom sudah tidak diaktifkan dengan selekasnya.
" Kami mengerti jika beberapa dari kita memakai alat ini untuk pertemuan serta suport pertemuan. Silahkan pakai e-mail, teks, atau telephone untuk alat komunikasi pilihan, " kata SpaceX.
Perwakilan untuk SpaceX, yang sekarang lebih dari 6 ribu karyawan, enggak menyikapi keinginan komentar. SpaceX yang berbasiskan di California dipandang seperti perusahaan penting sebab tersangkut permasalahan keamanan nasional.
Dikutip dari Nasdaq, SpaceX diperbolehkan untuk selalu bekerja walau ditengah-tengah lockdown yang diaplikasikan di California serta Texas.
Ke-2 daerah itu adalah pusat peningkatan serta pengujian roket Starship yang bisa dipakai untuk menerbangkan orang ke bulan sampai Mars. Disamping itu roket dapat juga dipakai untuk mengirim satelit keamanan nasional ke luar angkasa.
Dikutip dari CNA, Instansi Antariksa Amerika Serikat (NASA) sudah melarang pemakaian Zoom. Kantor FBI di Boston sudah keluarkan peringatan mengenai Zoom. FBI minta supaya pemakai enggak lakukan rapat virtual lewat situs itu.