Selamat datang di JEP Edukasi, sebuah fitur edukasi digital interaktif dari Jangkar Eco Park yang menghadirkan pengalaman belajar yang seru, informatif, dan penuh inspirasi.
Melalui JEP Edukasi, pengunjung dapat menjelajahi beragam informasi menarik tentang:
🐾 Satwa-satwa pilihan yang ada di Jangkar Eco Park, lengkap dengan deskripsi, karakteristik, dan keunikannya
🗼 Replika landmark internasional yang ikonik dari berbagai belahan dunia, sebagai jendela wawasan global
🚙 Kendaraan bersejarah era Perang Tahun 1945, yang menjadi saksi perjalanan penting dalam sejarah perjuangan
Setiap konten disajikan secara ringkas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga cocok untuk semua kalangan—mulai dari pelajar, keluarga, hingga wisatawan umum yang ingin berwisata sambil menambah pengetahuan.
JEP Edukasi bukan sekadar informasi, tetapi juga ajakan untuk mengenal alam, sejarah, dan dunia dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan.
Dengan memindai QR Code di setiap area, Anda akan mendapatkan cerita di balik setiap objek yang Anda temui.
Mari jelajahi, pelajari, dan rasakan pengalaman wisata edukatif yang berbeda hanya di
JEP Edukasi – Jangkar Eco Park
Replika Landmark Internasional
Replika Menara Eiffel ini merupakan salah satu landmark internasional unggulan yang dapat Anda temui di Jangkar Eco Park. Dibangun dengan desain yang terinspirasi dari menara ikonik di Paris, Prancis, replika ini menghadirkan nuansa wisata dunia dalam suasana alam yang asri.
Replika Kincir Angin Belanda ini merupakan salah satu ikon wisata edukatif yang terinspirasi dari kincir angin tradisional yang banyak ditemukan di negara Belanda. Kincir angin dikenal sebagai simbol kecerdikan manusia dalam memanfaatkan alam, khususnya angin, sebagai sumber energi sejak ratusan tahun lalu.
Replika Rumah Tradisional Jepang ini menghadirkan suasana khas Negeri Sakura yang menjunjung tinggi nilai kesederhanaan, ketenangan, dan keharmonisan dengan alam. Bangunan ini dirancang menyerupai rumah tradisional Jepang yang umumnya digunakan sebagai tempat tinggal, ruang berkumpul, maupun tempat meditasi.
Fauna
Burung unta merupakan burung terbesar di dunia yang berasal dari Afrika. Meskipun tidak dapat terbang, burung ini memiliki kaki yang sangat kuat dan mampu berlari dengan kecepatan tinggi hingga ±70 km/jam.
Unta dikenal sebagai “kapal gurun” karena kemampuannya bertahan hidup di lingkungan panas dan kering. Punuk pada punggung unta berfungsi sebagai cadangan lemak, yang membantu mereka bertahan saat kekurangan makanan dan air.
Kasuari adalah burung besar yang berasal dari wilayah Papua dan Australia. Burung ini memiliki ciri khas warna biru dan merah cerah di kepala serta leher, serta helm keras (casque) di atas kepalanya.
Kura-kura darat adalah reptil yang hidup di daratan dan dikenal dengan sifatnya yang tenang serta berumur panjang. Hewan ini memiliki tempurung keras yang berfungsi sebagai pelindung dari ancaman pemangsa.
Ayam Poland adalah jenis ayam hias yang terkenal dengan jambul bulu besar di kepalanya, sehingga terlihat unik dan menarik. Ayam ini berasal dari Eropa dan banyak dipelihara sebagai hewan hias serta sarana edukasi.
Luwak adalah mamalia kecil yang hidup di hutan dan perkebunan. Hewan ini dikenal luas karena perannya dalam menghasilkan kopi luwak, namun di alam, luwak memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Binturong adalah mamalia unik yang hidup di hutan tropis Asia, termasuk Indonesia. Hewan ini sering disebut “beruang kucing” karena bentuk tubuhnya menyerupai beruang kecil, namun memiliki wajah mirip kucing.
Sanca bunga adalah salah satu ular terpanjang di dunia dan termasuk ular tidak berbisa. Nama “bunga” berasal dari pola sisik di tubuhnya yang menyerupai motif bunga atau batik.
Buaya adalah reptil besar yang hidup di perairan seperti sungai, rawa, dan danau. Hewan ini dikenal sebagai predator puncak dengan rahang sangat kuat dan insting berburu yang tajam.
Kendaraan Era Perang
Ini adalah Truk Taktis M35 Series legenda transportasi militer dunia. Meskipun sering dikaitkan dengan era pasca-Perang Dunia II (mulai diproduksi tahun 1950-an), desainnya merupakan evolusi langsung dari truk pengangkut logistik Perang Dunia II yang sangat krusial.
Kendaraan ini merepresentasikan kekuatan artileri medan. Desain moncongnya yang khas menunjukkan pengaruh kuat dari kendaraan blok timur (Uni Soviet) yang banyak memperkuat TNI pada era 1960-an (Operasi Trikora).
Kapal Dewa Ruci merupakan kapal layar legendaris milik TNI Angkatan Laut Republik Indonesia yang berfungsi sebagai kapal latih taruna Akademi Angkatan Laut (AAL). Kapal ini menjadi simbol pembinaan karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan generasi penerus bangsa.