Perkembangan Gereja Santo Yohanes Rasul Kedaton tidak dapat dilepaskan dari pertumbuhan umat Katolik di wilayah Kedaton dan Sukarame, Bandar Lampung. Pada masa awal perkembangannya, jumlah umat masih relatif sedikit dan pelayanan pastoral dilaksanakan secara sederhana dengan dukungan para imam yang melayani wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya.
Seiring berjalannya waktu, jumlah umat terus bertambah. Pertumbuhan ini didorong oleh semakin berkembangnya kawasan permukiman di wilayah Kedaton serta meningkatnya kebutuhan umat akan sarana peribadatan dan pembinaan iman yang lebih memadai.
Memasuki dekade 1970-an hingga 1980-an, jumlah umat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Untuk mendukung berbagai kegiatan pastoral, paroki mulai melakukan pengembangan fasilitas dan pembelian lahan di sekitar kompleks gereja.
Pada tahun 1975 dilakukan pembelian lahan seluas kurang lebih 450 meter persegi yang digunakan sebagai area parkir dan kegiatan sekolah minggu. Beberapa tahun kemudian dilakukan penambahan lahan kembali untuk mendukung kebutuhan pelayanan umat yang terus berkembang.
Perkembangan umat yang pesat menyebabkan kapasitas gereja tidak lagi mampu menampung seluruh umat dalam perayaan Ekaristi. Oleh karena itu dibentuk panitia rehabilitasi dan pengembangan gereja guna memperluas bangunan yang ada.
Pada tahun 1990 dimulai perencanaan renovasi besar gereja. Proses pembangunan berlangsung secara bertahap dan melibatkan partisipasi aktif umat. Berkat kerja sama seluruh pihak, pembangunan dapat diselesaikan dengan baik.
Pada tanggal 5 Januari 1997, gereja yang telah direnovasi diberkati oleh Mgr. Andreas Henrisusanta bertepatan dengan Hari Raya Epifani. Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Paroki Santo Yohanes Rasul Kedaton karena menandai dimulainya pelayanan pastoral dengan fasilitas yang lebih memadai.
Seiring bertambahnya jumlah umat, wilayah pelayanan paroki juga berkembang. Saat ini Paroki Santo Yohanes Rasul Kedaton melayani beberapa stasi yang tersebar di berbagai wilayah, antara lain:
Stasi Santo Petrus Natar
Stasi Santo Yosep Punggur
Stasi Santo Stefanus Jatiharjo
Stasi Santo Petrus Kresnowidodo
Stasi Santa Lidwina Sukabandung
Kehadiran stasi-stasi tersebut menjadi wujud nyata pelayanan gereja dalam menjangkau umat di berbagai daerah.
Hingga saat ini, Gereja Santo Yohanes Rasul Kedaton terus berkembang sebagai pusat kehidupan iman umat Katolik di wilayah Kedaton dan sekitarnya. Selain menyelenggarakan perayaan liturgi dan pelayanan sakramen, paroki juga aktif dalam kegiatan pembinaan iman, pendampingan keluarga, pelayanan sosial, serta pengembangan komunitas umat.
Melalui semangat kebersamaan dan pelayanan, Paroki Santo Yohanes Rasul Kedaton terus berupaya menjadi gereja yang hidup, bertumbuh, dan hadir bagi umat serta masyarakat.