STRUKTUR ORGANISASI INSTALASI PATOLOGI KLINIK
SEJARAH
INSTALASI PATOLOGI KLINIK___
Mengutip buku 45 Tahun Perjalanan Pengabdian Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto 1950 – 1995, pada tahun 1950 s/d 1955 Laboratorium Patologi Klinik yang sering disebut dengan “Laboratorium” menumpang di poliklinik kebidanan dengan luas 8x6 m2.
Selanjutnya sekitar tahun 1956 ikut ruangan di bagian Patologi Anatomi. Pemeriksaan masih dikerjakan manual untuk pemeriksaan darah rutin, urine, dan feses. Pemeriksaan kimia dilaksanakan di Lembaga Hygiene Angkatan Darat (LHAD). Awal terbentuknya laboratorium dipimpin oleh Kapten dr. Sarnanto (sebagai pengawas) dan Kapten dr. Ismoyo (sebagai wakil pengawas).
Sekitar tahun 1960, ada penambahan ruangan dan tambahan tenaga dr. S. Halim yang kemudian menjadi kepala Laboratorium, sehingga jumlah seluruh tenaga Laboratorium pada saat itu berjumlah 19 orang. Kemudian pemeriksaan kimia klinik dipindahkan dari Lembaga Hygiene Angkatan Darat (LHAD) ke RSPAD.
Tahun 1962 bagian transfusi darah didirikan di RSPAD oleh Kepala RSPAD Kolonel dr. Pratomo, untuk memenuhi kebutuhan darah di Rumah Sakit. Sehingga ketersediaan darah dalam keadaan cukup karena donor darah diperoleh dari prajurit, sehingga tak jarang rumah sakit lain minta kebutuhan darah transfusi ke RSPAD.
Pada periode tahun 1966 s/d 1975, mulailah laboratorium dibangun dan dikembangkan meskipun komponen yang disediakan untuk peralatan, reagensia, dan untuk kebutuhan rutin belum memadai, tetap diusahakan agar semua pemeriksaan dilakukan di RSPAD. Pendidikan mengenai Laboratorium mulai ditangani sendiri oleh tenaga-tenaga yang ada di RSPAD. Pada saat itu jumlah lulusannya 27 orang dan mendapat ijazah sebagai pengamat kesehatan laboratorium. Kemudian Jumlah karyawan laboratorium meningkat menjadi 33 orang, yang sebagian karyawan ini adalah lulusan sekolah pendidikan analis Pasteur Bandung.
Tahun 1973 laboratorium berganti nama menjadi Departemen Patologi Klinik. Bagian transfusi darah menjadi penunjang penting dari Bank Darah ABRI yang di dirikan oleh KaLadahad Kol. dr. Prakoso yang sekaligus menjadi koordinatornya.
Pada periode 1978 s/d 1981 dibuat persiapan-persiapan untuk pembuatan laboratorium yang modern, pembangunan gedung RSPAD Gatot Soebroto yang diprakarsai dan didukung oleh Presiden Soeharto. Laboratorium diberi kesempatan untuk membeli alat-alat lebih dahulu sebelum gedungnya dibangun. Setelah mendapat persetujuan Kepala RSPAD Gatot Soebroto maka barulah alat laboratorium ini dibeli. Untuk keperluan pelatihan (training), maka para dokter secara bergilir dikirim ke Australia. Dengan alat yang baru ini maka pemeriksan laboratorium baik kualitas maupun kuantitas bertambah. Dengan logistik yang baik maka bagian transfusi darah dapat melayani sebagian besar permintaan darah maupun komponennya yang diperlukan pasien. Kemudian RSPAD Gatot Soebroto mengirimkan beberapa tenaganya untuk mempelajari teknik-teknik transfusi darah ke PMI.
Bulan Agustus 1981, Departemen Patologi Klinik pindah ke gedung baru berlantai dua. Setelah pindah ke gedung baru ini maka jumlah karyawan menjadi 50 orang; 5 diantaranya dokter, 25 analis, 13 orang laboran, dan 7 orang perawat.
Tahun 1982 Letkol. dr. Hendro Lukito menjadi ahli Patologi Klinik yang mendalami pula ilmu Mikologi dan Parasitologi. Alat canggih laboratorium Patologi Klinik sudah bertambah. Pemeriksaan darah donor terhadap HBsAg dan HIV sudah dilaksanakan. Hasil laboratorium sudah dicetak komputer. Saat itu departemen Patologi Klinik mempunyai 3 orang dokter spesialis Patologi Klinik dan satu orang sedang belajar di bagian Mikrobiologi dan seorang dokter umum yang menangani bagian transfusi Darah.
Untuk sejarah lebih lengkap bisa anda baca di sini: