WEB INI BERISI TENTANG PENDAMPINGAN DESA
BANGUN DESA, BANGUN INDONESIA
Bumdesa Ilalang Jaya Desa Gio, Kecamatan Moutong, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui alokasi Dana Desa sebesar 20% yang dialokasikan khusus untuk ketahanan pangan, Bumdesa Ilalang Jaya di bawah kepemimpinan Direktur Mohamad Fadli bersama Kepala Desa Idgam Padiyoi, saat ini tengah mengelola usaha budidaya perikanan.
Adapun hasil panen ikan bandeng yang dilaksanakan kali ini merupakan kelanjutan dari pengelolaan milik pemilik sebelumnya. Sementara itu, program perdana yang dikelola langsung oleh Bumdesa adalah budidaya udang vaname. Penaburan bibit udang vaname sudah dilakukan, dan Insya Allah rencananya akan dipanen pada akhir Desember mendatang.
Langkah ini menjadi upaya nyata Desa Gio untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Dengan pemanfaatan dana desa yang tepat sasaran, Bumdesa Ilalang Jaya diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa, khususnya di sektor perikanan
Dari Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, kami hadirkan kabar baik dari Desa Tomoli Selatan.
Pemerintah desa bersama Badan Usaha Milik Desa atau Bumdesa Ogomatia berhasil melaksanakan program ketahanan pangan tahun 2025. Program ini dibiayai melalui alokasi Dana Desa sebesar Rp. 178.968.600.
Dana tersebut difokuskan pada budidaya jagung di lahan seluas 6 hektar. Dan pada hari ini, telah dilakukan panen perdana dari sekitar 1 hektar lahan yang sudah siap dipanen.
Kepala Desa Tomoli Selatan, Abd Azis, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan ini. Menurutnya, budidaya jagung memiliki prospek ekonomi yang baik sekaligus mampu mendukung kebutuhan pangan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Bumdesa Ogomatia, Sikirno, menegaskan bahwa program ini bukan hanya menjaga ketahanan pangan desa, tetapi juga membuka peluang usaha dan pemasaran hasil panen untuk meningkatkan ekonomi warga.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Pendamping Desa Malik Borahima dan Pendamping Lokal Desa Jufri Mokodompit, yang terus memberikan arahan teknis agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dengan capaian ini, Desa Tomoli Selatan diharapkan menjadi desa percontohan dalam pengelolaan Dana Desa untuk memperkuat ketahanan pangan melalui budidaya jagung secara berkelanjutan.
Dari Desa Tomoli Selatan, Kecamatan Toribulu, saya Pendamping Desa, melaporkan untuk Anda. Tetaplah bersama kami di berita berikutnya.”
Bumdesa 67 Jaya Desa Astina Laksanakan Program Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Padi dan Jagung
Astina, Torue – Pemerintah Desa Astina melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) 67 Jaya resmi merealisasikan program ketahanan pangan tahun anggaran 2025. Melalui penyertaan modal desa sebesar 20% Dana Desa atau senilai Rp.157.754.400, Bumdesa 67 Jaya mengembangkan usaha produktif di sektor pertanian.
Kegiatan ini difokuskan pada penanaman padi sawah seluas 2 hektare dan jagung seluas 40 are, sebagai langkah strategis untuk mendukung swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Direktur Bumdesa 67 Jaya, I Gusti Ketut Alit Arianto, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat cadangan pangan desa, tetapi juga menjadi peluang usaha yang berkelanjutan bagi Bumdesa dan kelompok tani yang terlibat. “Kami berharap hasil panen dari padi dan jagung ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ketersediaan pangan maupun peningkatan ekonomi desa,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Astina, I Made Yohanes, menyampaikan apresiasi atas komitmen Bumdesa dalam mengelola dana desa secara tepat sasaran. “Pemerintah desa mendukung penuh program ketahanan pangan ini, karena sesuai dengan amanat regulasi bahwa minimal 20% dana desa tahun 2025 dialokasikan untuk ketahanan pangan. Kami ingin Desa Astina menjadi desa yang mandiri dan sejahtera melalui sektor pertanian,” jelasnya.
Dengan adanya program ini, masyarakat Desa Astina diharapkan semakin berdaya dalam menjaga ketahanan pangan lokal sekaligus memperkuat peran Bumdesa sebagai penggerak ekonomi desa.
Panen Jagung Bumdesa Lobu Mandiri
Parigi Barat – Pemerintah Desa Lobu melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) Lobu Mandiri sukses melaksanakan program ketahanan pangan tahun 2025. Program ini merupakan bagian dari pemanfaatan Dana Desa sebesar 20 persen yang dialokasikan sebagai penyertaan modal desa kepada Bumdesa, dengan fokus pada sektor pertanian khususnya penanaman jagung.
Hasil dari penyertaan modal tersebut kini dapat dirasakan bersama. Bumdesa Lobu Mandiri berhasil melaksanakan panen jagung di lahan yang telah digarap sejak awal tahun. Panen ini menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan Dana Desa untuk ketahanan pangan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kepala Desa Lobu menyampaikan bahwa program penanaman jagung ini bukan hanya bertujuan memperkuat ketersediaan pangan lokal, tetapi juga menjadi peluang peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan adanya panen ini, diharapkan Bumdesa dapat terus mengembangkan usaha produktif di bidang pertanian sehingga mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Pendamping Desa yang turut hadir dalam kegiatan panen mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Lobu yang konsisten menjalankan amanat regulasi Dana Desa untuk ketahanan pangan. Menurutnya, Bumdesa Lobu Mandiri dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam mengelola penyertaan modal dengan baik dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Panen jagung ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, Bumdesa, dan kelompok tani dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat desa. Ke depan, Pemerintah Desa Lobu berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor pertanian melalui inovasi dan dukungan penuh terhadap Bumdesa sebagai motor penggerak ekonomi desa.
Usaha Ayam Petelur, Bumdesa Loka Pia Desa Singura.
Toribulu, 2025 — Pemerintah Desa Singura, Kecamatan Toribulu, terus berinovasi dalam mewujudkan kemandirian pangan di tingkat desa. Melalui alokasi 20 persen Dana Desa Tahun 2025 untuk ketahanan pangan, desa ini mengembangkan usaha ayam petelur yang kini telah memasuki masa panen.
Program ketahanan pangan ini dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Singura Sejahtera, dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat setempat. Melalui program ini, desa berhasil memanfaatkan lahan dan sumber daya lokal untuk menghasilkan telur ayam sebagai sumber protein yang mudah dijangkau oleh warga.
Kepala Desa Singura, menjelaskan bahwa usaha ayam petelur ini menjadi langkah strategis dalam memastikan ketersediaan pangan bergizi di tingkat rumah tangga.
“Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil, bisa terpenuhi dari hasil produksi desa sendiri. Dana Desa kami arahkan untuk kegiatan produktif dan berkelanjutan seperti ini,” ujarnya.
Direktur BUMDes Singura Sejahtera, menambahkan bahwa produksi telur saat ini mencapai ratusan butir per hari dan telah dipasarkan ke warung, sekolah, dan rumah tangga di sekitar wilayah Toribulu.
“Selain menambah pendapatan desa, usaha ini juga membuka lapangan kerja bagi warga, terutama pemuda dan ibu rumah tangga,” katanya.
Masyarakat menyambut gembira hasil panen perdana ini. Warga merasakan manfaat langsung dari ketersediaan telur segar dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan di pasar luar desa.
Usaha ayam petelur Desa Singura menjadi contoh nyata implementasi program ketahanan pangan dari desa, oleh desa, dan untuk desa, yang tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga menumbuhkan semangat kemandirian dan gotong royong masyarakat.
Dengan keberhasilan panen ini, Pemerintah Desa Singura berencana menambah kapasitas kandang dan memperluas pasar, agar produksi telur dapat terus meningkat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Toribulu.