Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang meliputi unsur hidrogen (H) dan karbon (C) dengan membentuk ikatan. Atom karbon merupakan salah satu atom yang cukup banyak berada di alam. Keberadaan atom karbon di alam berbentuk karbon, grafit, maupun intan. Dalam susunan tabel periodik unsur, atom karbon memiliki nomor atom 6. Banyaknya elektron valensi atom karbon adalah 4, sehingga salah satu cara agar berada dalam kondisi stabil adalah membuat ikatan dengan 4 atom hidrogen (H), yang kemudian disebut hidrokarbon. Senyawa hidrokarbon berupa senyawa kimia yang terdiri dari sebuah deret panjang rantai karbon. Rumus senyawa hidrokarbon dapat ditemui pada bensin, aspal, lilin, minyak pelumas (oli), solar, dan masih banyak lagi bahan alam yang terdiri dari deret panjang sebuah rantai karbon.
Senyawa hidrokarbon dapat dibagi menjadi 2 yaitu senyawa hidrokarbon jenuh dan senyawa hidrokarbon tak jenuh. Senyawa hidrokarbon jenuh adalah senyawa hidrokarbon yang ikatan rantai karbonnya jenuh (tunggal), contohnya adalah senyawa – senyawa alkana. Sedangkan senyawa hidrokarbon tak jenuh adalah senyawa hidrokarbon yang mengandung ikatan kovalen rangkap 2 atau 3 pada rantai karbonnya, seperti pada senyawa alkena dan alkuna.