GLOSARIUM
Kumpulan istilah penting untuk materi Sistem Imun yang dilengkapi dengan definisi singkat untuk membantu memahami konsep!
Kumpulan istilah penting untuk materi Sistem Imun yang dilengkapi dengan definisi singkat untuk membantu memahami konsep!
Adenoid: Jaringan limfoid di belakang rongga hidung yang menangkap mikroorganisme yang masuk melalui hidung dan mulut.
AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome): Penyakit akibat infeksi HIV yang merusak sel T CD4⁺ dan melemahkan sistem imun.
Alergen: Zat/antigen pemicu reaksi alergi pada individu yang peka.
Alergi (Hipersensitivitas): Rrespons imun yang berlebihan terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya.
Antibodi (Imunoglobulin): Protein berbentuk Y yang diproduksi sel plasma untuk mengenali dan menetralkan antigen.
Antigen: Molekul asing yang dikenali oleh sistem imun dan memicu respons imun.
Apoptosis: Kematian sel terprogram, misalnya pada sel yang dihancurkan sel T sitotoksik atau sel NK.
Bone marrow (Sumsum tulang): Tempat pembentukan sel darah dan pematangan limfosit B.
Eosinofil: Sel darah putih yang berperan melawan parasit besar seperti cacing.
Epitop: Bagian spesifik dari antigen yang dikenali antibodi atau reseptor sel imun.
Fagositosis: Proses penelanan dan penghancuran patogen oleh sel fagosit seperti makrofag dan neutrofil.
Fragmen Fab: Bagian antibodi yang mengikat antigen.
Fragmen Fc: Bagian antibodi yang berinteraksi dengan reseptor sel-sel imun lainnya.
GALT (Gut Associated Lymphoid Tissue): Jaringan limfoid pada saluran pencernaan tempat banyak sel imun berada.
Hapten: Molekul kecil yang baru dapat memicu respon imun jika terikat pada molekul pembawa (carrier).
IgA: Antibodi sekretori yang terdapat pada air mata, saliva, saluran pencernaan dan pernapasan.
IgD: Imunoglobulin yang berfungsi sebagai reseptor antigen pada permukaan limfosit B.
IgE: Imunoglobulin yang berperan dalam alergi dan pertahanan terhadap parasit.
IgG: Antibodi utama yang bertahan lama dan memberi kekebalan jangka panjang.
IgM: Antibodi pertama yang terbentuk pada respon imun primer.
Imunitas adaptif (spesifik): Sistem imun yang mengenali antigen tertentu dan memiliki memori imunologis.
Imunitas bawaan (nonspesifik): Pertahanan tubuh umum yang bekerja cepat tanpa spesifisitas antigen.
Imunitas humoral: Respon imun yang melibatkan antibodi dalam cairan tubuh dan diperankan oleh limfosit B.
Imunitas seluler: Respon imun yang diperankan limfosit T untuk melawan patogen intraseluler.
Imunitas: Kemampuan tubuh mempertahankan diri dari zat asing infeksius dan noninfeksius.
Imunologi: Ilmu yang mempelajari mekanisme sistem imun.
Kelenjar getah bening: Organ yang menyaring limfe dan menjadi tempat aktivasi serta proliferasi limfosit.
Kelenjar timus: Organ tempat pematangan limfosit T melalui proses seleksi.
Limfosit: Sel darah putih utama pada imunitas adaptif (limfosit B dan T).
Limfosit B: Limfosit yang menghasilkan antibodi dalam imunitas humoral.
Limfosit T: Limfosit yang berperan dalam imunitas seluler.
Limpa: Organ yang menyaring antigen dalam darah dan melakukan fagositosis.
Makrofag: Sel fagosit besar yang menelan dan menghancurkan patogen serta sel rusak.
Monosit: Sel darah putih yang berdiferensiasi menjadi makrofag saat masuk jaringan.
Opsonisasi: Penandaan patogen oleh antibodi/komplemen agar lebih mudah difagositosis.
Perforin: Protein sitotoksik yang dilepaskan sel NK untuk melubangi membran sel target.
Sel dendritik: Sel penyaji antigen yang membawa antigen ke kelenjar getah bening.
Sel Natural Killer (NK): Sel imun bawaan yang membunuh sel terinfeksi virus atau sel tumor.
Sel T helper (CD4⁺): Sel T yang membantu mengaktifkan limfosit B, T, dan sel imun lain.
Sel T sitotoksik (CD8⁺): Sel T yang membunuh sel tubuh terinfeksi atau sel kanker.
Sistem imun: Sistem pertahanan tubuh terhadap benda asing dan sel abnormal.
Sitokin: Molekul pengantar sinyal antar sel imun.
Timosit: Limfosit T yang belum dewasa dan masih menjalani seleksi di timus.
Tonsil (Amandel): Organ limfoid di rongga mulut yang menjadi pertahanan pertama saluran napas dan cerna.