Para perempuan yang bergerak dari rumah untuk menjadi perempuan, istri dan juga ibu yang bahagia dalam mengemban setiap peran. Kami bergerak dalam sinergi untuk saling menguatkan, menjadi agen perubahan dari fondasi terkecil dari sebuah bangsa, yaitu keluarga.
SELAYANG PANDANG IP DEPOK 2013-2017
Berawal dari munculnya Ibu Profesional di dunia online, Maret 2012, kami -yang berada di luar Salatiga- alhamdulillah bisa ikut belajar bersama secara online -webinar- di kelas Bunda Sayang yang dibimbing langsung oleh Ibu Septi Peni wulandani.
Menjelang perkuliahan bunda sayang berakhir, kami diberi tugas akhir untuk membuat sebuah tulisan pengalaman selama diperkuliahan hingga terbitlah buku antologi "Hei, ini aku Ibu profesional" yang di launching bertepatan dengan milad pertama Ibu Profesional, 22 Desember 2012, di @America.
Di akhir kelas online Bunda Sayang, kami diberi tantangan untuk membuat komunitas IP di daerah masing-masing. Setiap daerah, minimal tiga orang bisa bersinergi untuk mewujudkan IP hadir di daerahnya. Untuk daerah Depok, kami mengambil peluang tersebut, berharap semakin banyak ibu-ibu di Depok yang menjalankan perannya secara profesional. Koordinator IIP kota Depok, Dyas Purnamasari bersinergi dengan Putri Ariani dan Rika Adinda berinisiatif membuka cabang komunitas Ibu Profesional di Depok. Kami juga didukung oleh Mirza Sundari, Farida Ariyani, Ema, Linda dan Aning pada awal membangun komunitas Ibu Profesional di Depok.
Hadirnya Ibu Profesional Depok merupakan salah satu terobosan baru di dunia parenting dimana setiap ibu di Depok bisa lebih mudah mendapatkan akses ilmu yang menunjang perannya agar menjadi lebih profesional, dengan biaya yang terjangkau, bermodal komitmen dan semangat belajar dan berbagi semoga bisa menjadi lebih bermanfaat positif, in syaa Allah.
Depok memiliki keistimewaan tersendiri karena komunitas Ibu Profesional Depok belajar dari banyak narasumber atau guru kehidupan, salah satunya ibu Dewi, pebisnis kota Depok yang peduli pada komunitas pemberdayaan perempuan semacam IP. Terlebih lagi ibu Dewi adalah sahabat seperjuangan ibu Septi saat masih di Depok, sehingga IP Depok mendapat curahan ilmu yg satu jiwa dgn semangat Ibu Pembelajar.
Selain itu, IP Depok memiliki sumber daya manusia yang unggul dimana sebagian besar Ibu-ibu Depok memiliki motivasi belajar yang besar, keinginan berbagi yang tinggi dan bersemangat untuk perubahan yang lebih baik, serta beragam talenta yang dimiliki member IP depok. Inilah yang menjadi tantangan bagi IP Depok untuk membersamai membernya agar bisa optimal dalam menemukan potensi dirinya yang unik, berbahagia bersama dalam belajar dan berkomunitas di IP Depok.
Dalam kepengurusan periode pertama IP Depok fokus pada membangun pondasi komunitas Ibu Profesional, menyadarkan dan memberi pemahaman akan perlunya kita berkomunitas (bersama) menjadi ibu yang profesional. Awal tahun 2013, pertemuan offline pertama diadakan di Rumah Aqsho, Depok, yang dibimbing langsung oleh Founder Ibu profesional (ibu Septi Peni wulandani) dan co-founder yang menata Ibu Profesional di dunia online (Mba Mira Julia/Lala). Kami diajarkan bagaimana menjadi ibu profesional dan digital mommy agar bisa mengembangkan Ibu Profesional baik secara offline maupun online.
Pembelajaran online Ibu Profesional terus berjalan mengacu pada pembelajaran di Salatiga, dengan menggunakan platform WiziQ, kami membuat beberapa titik kumpul (di tempat yang bisa mengakses webinar) sehingga ibu-ibu Depok bisa belajar bersama. Ada dua kelas webinar -Bunda Sayang dan Bunda Cekatan- yang berlangsung sepanjang tahun 2013 sampai pertengahan tahun 2014. Kami juga membuat WA Grup Ibu Profesional Depok sebagai wadah belajar bersama untuk menjadi ibu profesional. Setiap WAG IIP Depok terdapat beberapa grup (admin) yang mengkoordinir aktivitas dalam grup yaitu Endang, Windi, Fauziah, Yuliastuti
Selain secara online, kami mengadakan pertemuan rutin kelas offline yang dibina oleh ibu Sari Indra Dewi untuk membumikan bersama materi yang telah diperoleh dari kelas online. Di dunia offline, kami juga mengadakan beberapa kuliah umum, kopdar, workshop dan Milad IP Depok yang menghadirkan berbagai nara sumber.
Dalam perjalanan waktu, Ibu Profesional semakin berkembang, platform pembelajaran online WiziQ dialihkan ke media What's App agar lebih mudah di akses ibu-ibu di berbagai wilayah. Pembelajaran dari pertengahan tahun 2014 sampai akhir tahun 2015, lebih banyak dalam bentuk KulWapp (Kuliah whatsApp), hal ini menarik banyak ibu-ibu Depok untuk bergabung menjadi member IP Depok, sampai di 28 maret 2015 saat bedah buku Bunda Cekatan dan kopdar dengan Ibu Septi Peni wulandani di SD Semut-semut Depok, jumlah member sekitar 300-an orang yag tersebar di 3 grup WA IIP Depok dan masih terus dan terus bertambah.
Dalam WAGrup IIP depok, kami aktif mengadakan kulwap dengan menghadirkan narasumber dari IIP pusat, para ahli dari luar IIP dan member IIP yang bersedia berbagi ilmu. Berpedoman bahwa semua guru, semua murid kami mengaktifkan WAGrup IIP Depok. Selain di WA Grup kami juga memiliki FanPage IIP Depok, yang dibuat di tahun 2015, memuat informasi terkait komunitas Ibu profesional dan khususnya informasi Ibu Profesional Depok serta informasi dan berita seputar dunia parenting.
Di awal tahun 2016 mulai terbentuk Rumah belajar, di Depok kami beri nama Kelas Minat (KaMi) yang lahir dari kesamaan minat dan kebutuhan member IP Depok untuk berkolaborasi mengembangkan minat dan bakat mereka. Ada Kami IT, Kami Anak, Kami Jahit, Kami Menulis, Kami Perencana keuangan (Finplan) dengan berbagai macam kegiatan seperti workshop, kopdar dan kegiatan belajar offline dan online.
Oktober 2016, mulai sistem yang baru, dimana member IP disaring dengan program matrikulasi agar memiliki visi yang sama. Matrikulasi dimulai dari matrikulasi koordinator dan pengurus rumbel (KaMi) yang difasilitatori langsung oleh Ibu Septi Peni Wulandani, baru kemudian setelah lulus maka dibuka matrikulasi untuk member degan fasilitator dari berbagai member IP yang tersebar di berbagai wilayah.
Pembenahan sistem pun dimulai, saat ini yang diperbolehkan menjadi pengurus dan member yang tergabung di WA GrupIP hanyalah peserta yang lulus matrikulasi. Matrikulasi sebagai gerbang para Ibu untuk berselancar di ibu profesional, menikmati berbagai fasilitas, belajar dan berbagi dengan ibu-ibu lain dari berbagai daerah di dalam dan di luar Indonesia. Jenjang perkuliahan menjadi lebih sistematis. Setelah lulus matrikulasi, perkuliahan dilanjutkan dengan kelas Bunda Sayang yang berjalan selama satu tahun untuk melatih komitmen dan konsistensi menjadi ibu profesional.
Hal ini mempermudah kami untuk beregenerasi, mulai melakukan seleksi orang yang tepat untuk menerima tongkat estafet kepengurusan IP Depok berikutnya. Musyawarah untuk mufakat adalah metode yg kami pilih untuk menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Mak Farida Ariyani sebagai koordinator kota IP Depok periode ke dua pada awal Februari 2017.
SELAYANG PANDANG IP DEPOK 2017-2019
Ibu Profesional Depok memasuki fase kedua kepengurusan di tahun 2017 yang diawali dengan serah terima tongkat estafet Leader Kota dari Dyas Purnamasari kepada Farida Ariyani pada bulan Februari 2017. Kepengurusan segera dibentuk dengan struktur sebagai berikut: Sekretaris Kota (Nidia Rosyiana), Bendahara Kota (Diah Soehadi yang sering disapa dengan sebutan mesra Mak Bandar), Manajer Offline (Fauziah di trimester pertama yang kemudian jabatan ini dirangkap oleh Leader Kota), Manajer Online (Duhita Swastihayu), Manajer Sejuta Cinta (Mariani Satyanagari yang kemudian digantikan oleh Nina Sri Mulatsih), Manajer training (Novi Lubis, jabatan ini ada di tahun kedua kepengurusan) dan para koordinator Kelas Minat beserta tim kreatif masing-masing. Dengan manajemen donat, Dyas Purnamasari tetap terlibat dalam struktur kepengurusan sebagai koordinator fasilitator perkuliahan (divisi yang pada masa itu baru dimiliki oleh IP Depok saja dan pada perkembangan berikutnya ada di bawah koordinasi Manajer Training).
Syarat telah mengikuti matrikulasi untuk bisa bergabung dalam komunitas Ibu Profesional ternyata tidak serta merta menyurutkan keinginan para ibu untuk mendaftarkan diri saat pendaftaran kelas matrikulasi dibuka. Meski ada yang mengatakan mengikuti matrikulasi itu berat karena harus mengerjakan Nice Homework (NHW) di setiap pekannya namun pendapat tersebut terbantahkan dengan sendirinya setelah melihat keuntungan besar yang diperoleh yakni semakin bertambahnya wawasan para ibu terutama terkait dengan penguatan misi dan visi sebagai seorang perempuan, ibu, dan istri. Guna membantu para Ibu calon anggota IP Depok mengerjakan NHW maka dibentuklah kelas Pra Matrikulasi. Kelas yang pada masa itu menjadi kelas persiapan yang juga belum dimiliki oleh regional lain dalam komunitas Ibu Profesional. Di sini para fasilitator (berasal dari IP Depok sendiri) bergiliran memberikan materi. Mulai dari Cara Membuat Gmail, Pengenalan Google Document, Pengenalan Google Drive, Pembuatan Blog Sederhana, dan Pengenalan IP Depok.
Karena tidak semua fasilitator berasal dari kota Depok sementara perkembangan para ibu IP Depok dalam mengikuti perkuliahan tetap perlu dipantau maka dibentuk pula grup khusus fasilitator yang terlibat dalam perkuliahan bagi ibu-ibu IP Depok. Khusus bagi fasilitator Matrikulasi Depok (pada perkembangan berikutnya bergabung pula para wali kelas) juga dibentuk grup yang di dalamnya terjadi saling tukar pikiran dan berbagi ilmu dalam membersamai kelas. Member IP Depok yang sudah terlebih dahulu menjadi fasilitator juga bisa membagi pengalamannya dan menjadi mentoring dalam grup ini.
Selain dunia perkuliahan, ada pula dunia komunitas yang memiliki tantangan tak kalah serunya. Dengan jumlah member yang semakin bertambah (sekitar 400-an orang) maka perlu dipikirkan bagaimana caranya agar para ibu tetap bisa berbaur meski datang dari batch (angkatan) matrikulasi yang berbeda. Setelah melewati beberapa diskusi pengurus untuk memilih platform tempat berkumpul dan berbincang secara online yang dirasa paling tepat akhirnya dibuatlah grup whatsapp member IP Depok yang disebut dengan United. Ada 4 grup United yakni United, United 1, United 2, United 3, United 4 yang masing-masing digawangi oleh 2 orang admin. Hari Rabu menjadi hari Rabu Seru yang ditunggu-tunggu karena selalu saja ada topik menarik yang siap untuk didiskusikan. Kumpulan hasil diskusi ini bahkan sempat dibuatkan dalam satu e-buletin khusus oleh tim Manager Online dan dibagikan ke seluruh member.
Tantangan istimewa datang ketika mulai diberlakukannya Code of Conduct Komunitas Ibu Profesional. Meski para member komunitas sudah tersaring lewat matrikulasi (yang berarti memiliki pandangan yang sama dalam berkegiatan) ternyata tetap perlu juga dilakukan pendekatan khusus agar Code of Conduct (disingkat CoC) ini dapat diterima dengan baik oleh para member sebagai suatu kewajaran yang memang dibutuhkan dan perlu ada dalam sebuah komunitas. Koordinator kota beserta tim pengurus inti melakukan sosialisi CoC secara bergiliran dalam WAG member dan calon member. Pada periodik tertentu CoC ini pun diulang kembali di WAG member. Pada akhirnya semua pihak bekerjasama membumikan CoC. Selain Whatsapp Grup, untuk menyebarkan informasi juga ada fanpage facebook (meneruskan yang telah dibuat pada masa kepengurusan sebelumnya), instagram, dan blog yang isinya juga memuat berita-berita dari kegiatan Kelas Minat.
Kelas minat IP Depok (disingkat KaMi) adalah wadah bagi para member yang memiliki minat yang sama dalam bidang tertentu. Prinsip dalam sebuah Kelas Minat, semua adalah murid dan semua adalah guru. Ada 6 kelas minat yakni Menulis (dikoordinatori oleh Hilmiyatil Alifah), Digital Marketing (Dikoordinatori oleh Yulandari Meriaji) , Financial Planning (dikoordinatori oleh Ardiani R. Putri), Tangan Terampil (dikoordinatori oleh Nurhayati), Anak (dikoordinatori oleh Marnaria A. Martinis), dan Dapur Emak (dikoordinatori oleh Caroline V. N). Setiap Kelas Minat memiliki program kerja yang menarik. Mulai di masa kepengurusan ini, beberapa kelas minat memiliki jenjang yakni dasar, menengah, dan lanjutan yang masing-masing memiliki standar untuk bisa diikuti. Agar member lebih mengenali Kelas Minat yang akan dipilih maka pembukaan kelas minat diawali dengan roadshow semua Kelas Minat yang memaparkan kegiatan apa saja yang dilakukan dalam masing-masing Kelas Minat tersebut. Setiap member boleh memilih 2 kelas minat dalam 1 term tingkatan kelas dasar tetapi dalam masa yang berbeda. Misalkan catur wulan kali ini memilih Kelas Minat Menulis, lalu catur wulan berikut memilih Kelas Minat Anak. Pada tingkatan berikut, harus memilih salah satu saja agar lebih fokus. Koordinator kota sendiri terlibat langsung dalam membersamai kelas minat dengan berada dalam semua grup tim kreatif dan member Kelas Minat serta turut serta hadir dalam beberapa kegiatan offline.
Untuk kas kota, jika pada masa kepengurusan sebelumnya Koordinator Kota melakukan pencatatan langsung dalam keuangan Kas Kota maka pada masa kepengurusan ini semua urusan Keuangan Kota diamanahkan pada Manajer Keuangan. Guna menambah kas kota dibentuklah Unit Usaha. Dan untuk menunjang kegiatan offline, dengan uang kas Kota yang ada IP Depok pun menambah inventaris dengan membeli sebuah soundsystem portable.
Disamping Kegiatan offline IP Depok yang diadakan oleh Kelas Minat, IP Depok pun memiliki event tahunan yakni Milad Ibu Profesional (dengan mengundang beberapa narasumber yang berkompeten dalam bidang Parenting), Kopdar Perkuliahan (Matrikulasi dan Bunda Sayang), dan Wisuda Perkuliahan serta kegiatan berbagi yang diadakan oleh tim Sejuta Cinta seperti Garage Sale, pelatihan bekal usaha bagi para ibu dhuafa, dan lain-lain.
Farida Ariyani wisuda seleh sebagai Leader Kota dan menyerahkan tongkat estafet pada Nidia Rosyiana pada Januari 2019. Membersamai perjalanan IP Depok selama dua tahun memberikan beraneka hikmah baik saat bersama pengurus maupun member.
Sejalan dengan perkataan Jamil Azzaini,
“Keberhasilan utama seorang pemimpin itu saat ia bisa menaklukkan hawa nafsunya, menundukkan lawannya dengan cara yang terhormat sekaligus memberhasilkan orang-orang yang dipimpinnya.”
Maka sesungguhnya setiap keberhasilan pada periode ini tak lain adalah hasil kerjasama, kerja ikhlas, kerja cerdas, dan kerja keras para pengurus dan member yang berperan langsung dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan IP Depok. Tentu banyak hal yang masih perlu dievaluasi dan ditingkatkan untuk keberhasilan bersama IP Depok dalam mewadahi dan memfasilitasi para membernya guna mencapai visi dan misi serta meraih kebahagiaan berkomunitas sesuai yang diharapkan.
*tulisan ini dibuat dalam rangka Milad IP Depok tahun 2019
PENGURUS IBU PROFESIONAL DEPOK 2019
Masa jabatan kepengurusan yang diketuai oleh Nidia Rosyiana, dengan panggilan akrabnya Mak Nia dimulai dari Januari 2019, melanjutkan tongkat estafet kepengurusan IP Regional Depok yang sebelumnya dipimpin oleh Farida Ariyani, Mak Far (periode 2017-2019) dan memasuki fase ketiga kepengurusan IP Depok. Kepengurusan melanjutkan struktur pengurus selanjutnya dengan struktur sebagai berikut, Sekretaris Kota oleh Ita Roihanah, Bendahara Kota oleh Siva F. Fadillah dan didukung oleh beberapa divisi, yaitu Divisi Online diketuai oleh Asti, Divisi Offline diketuai oleh Fauziah, Divisi RCIP diketuai oleh Wita dan Divisi Sejuta Cinta diketuai oleh Nina.
Selain itu, Kelas Minat (KaMi) yang sudah berjalan pada periode sebelumnya, dilanjutkan pada periode ini, yaitu Kelas Minat Menulis, Kelas Minat Memasak, Kelas Minat Financial Planning, Kelas Minat Anak, Kelas Minat Bisnis dan Kelas Minat Dewasa Muda. Berbagai kegiatan dilaksanakan dengan menyesuaikan karakteristik member IP Depok saat itu yang pemelajar sejati, suka ngariung sekaligus networking. Minat yang tinggi dalam kepenulisan, membuat pengurus melirik bidang ini untuk dibuatkan kegiatan secara offline yang diperuntukkan untuk internal dan eksternal IP Depok. Benar saja, kegiatan ini dibanjiri oleh peserta yang dengan antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Pada tahun 2019, mulai diperkenalkan Community Strategic Planning (CSP) oleh pengurus pusat untuk menjadi arahan dalam setiap kegiatan yang dibuat oleh IP regional. Mak Nia menjabat sebagai Sekretaris Kota pada periode sebelumnya, karenanya Mak Nia sudah cukup mengenal kondisi IP Regional Depok sehingga bisa meramu Community Strategic Planning (CSP) dengan membaginya menjadi Four Key Areas:
Capacity building, setiap kegiatan bertujuan untuk membangun self-value bagi ibu
Children centered activities, ramah anak adalah value yang perlu diperhatikan untuk kegiatan yang dirancang, sehingga value yang didapat tidak hanya untuk ibu, tapi juga untuk anak
Media exposure, perapihan social media untuk mengenalkan IP Depok ke masyarakat yang lebih luas
Revenue stream, setiap kegiatan, untuk internal maupun eksternal IP Depok, diharapkan memiliki feedback berupa revenue stream yang nantinya akan digunakan untuk kegiatan member IP Depok.
Memasuki tahun 2020, mulai diberlakukan struktur pengurus Ibu Profesional Regional dengan sistem baru yang menggunakan Wheel Structure dan disebut sebagai masa New Chapter. Memasuki periode ini juga, setiap divisi berubah menjadi komponen dan terbentuk komponen baru, yaitu Sekretaris Regional. Pada saat itu, Sheila Ulfia Putri menjabat sebagai Leader Sekreg yang dipinang oleh Mak Nia. Selanjutnya, Mak Nia menjabat Ketua Kampung Komunitas, salah satu komponen di regional Depok yang menyatukan beberapa Kelas Minat. Di samping itu, beberapa divisi berubah menjadi komponen seperti Himpunan Mahasiswa (HIMA), Resource Center Ibu Profesional (RCIP), Sejuta Cinta, Kampung Komunitas dan pada perjalanannya terbentuk komponen baru, Koperasi Ibu Profesional Mandiri (KIPMA). Selanjutnya, tongkat estafet kepengurusan Ibu Profesional Depok dilanjutkan kepada Mak Sheila dan tim.
SELAYANG PANDANG IP DEPOK 2020-2021
Mak Sheila sebagai Leader Sekretaria Regional pada saat itu, bersilaturahim kepada setiap ketua komponen untuk pendekatan dan juga rencana ke depan. Program kerja juga sudah direncanakan dengan baik. Namun, setelah itu memasuki situasi pandemi Covid-19, semua program yang direncanakan perlu direncanakan ulang, fokus pada support Covid-19. Saat sudah mulai bangkit semua, pelan-pelan kegiatan-kegiatan dilaksanakan melalui zoominar.
Memasuki tahun 2021, tongkat estafet kepengurusan Ibu Profesional Depok diserahkan kepada Meti Suryati untuk periode 2021-2023.
PENGURUS IBU PROFESIONAL DEPOK 2021-2023
Pada periode 2021-2023, Leader Sekretaris Regional Depok dilanjutkan oleh Meti Suryati, dimulai 10 April 2021 setelah diresmikan bersamaan dengan acara Silaturahmi Akbar IP Depok. Acara tersebut bertepatan dengan acara munggahan menyambut bulan Ramadhan sehingga menjadi salah satu acara yang berkesan meskipun diadakan secara daring. Dalam kepengurusannya, Mak Meti menjalankan amanahnya bersama dengan ketua lima komponen lainnya, yaitu Mak Inayati Noor Thahir sebagai ketua RCIP, Mak Alvinda Aisyah Bagis Aprilia sebagai ketua HIMA, Mak Diyan Marenti sebagai ketua Kampung Komunitas, Mak Anna Rufaidah sebagai ketua KIPMA, dan Mak Debby Faras Ayu sebagai ketua Sejuta Cinta.
Dalam setiap organisasi pasti akan dihadapkan dengan berbagai tantangan yang mengasah proses belajar dalam berorganisasi. Seiring berjalannya waktu, ada beberapa jabatan pengurus mengalami perubahan karena beberapa hal, seperti perpindahan domisili dan alasan pribadi. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat pengurus untuk terus bergerak bersama dalam mengemban amanah dan belajar bersama di IP Regional Depok. Perubahan struktur organisasi ketika New Chapter 2020, menjadi tantangan besar dalam beradaptasi dengan sistem koordinasi yang baru. Untuk mengatasi hal tersebut, penguatan sinergi antar komponen dilakukan dengan fokus merealisasikan beberapa program kerja dan memporoskan pada beberapa event besar sehingga terjadi kolaborasi semua komponen.
PENGURUS IBU PROFESIONAL DEPOK 2024-2025
Pada periode 2024-2025, Leader Sekretaris Regional Depok dilanjutkan oleh Mak Meti Suryati, dimulai 4 Mei 2024 setelah diresmikan bersamaan dengan acara Silaturahmi Akbar dan Wisuda IP Depok. Dalam kepengurusannya, Mak Meti menjalankan amanahnya bersama dengan ketua lima komponen lainnya, yaitu Mak Puspa Larasati sebagai Direktur LIIP, Mak Ria Prihatini sebagai Ketua HIMA, Mak Diyan Marenti sebagai Kepala Kampung Komunitas, Mak Novi Eka Rahmawati sebagai Kepala Cabang KIPMA, dan Mak Lilis Dayani sebagai Leader Sejuta Cinta.
Kesibukan pengurus dimulai dengan diadakannya Teman Bertumbuh untuk para pengurus baru secara eksklusif, baik secara daring maupun luring, yang diprakarsai oleh komponen LIIP. Melalui program ini, pengurus dibersamai fasilitator yang merupakan member IP Depok juga untuk membangun strong why dan visi misi ke depan untuk para pengurus dalam mengemban amanahnya. Beberapa fasilitator tersebut adalah Amalia Rahmah (Mak Ami), Ardaniya Rizka (Mak Ika), Dyas Purnamasari (Mak Dyas), dan Farida Ariyani (Mak Far). Dari sini, para pengurus mendapatkan penguatan arahan dalam membuat program, bonding dan semangat untuk belajar dan tumbuh dengan bahagia dalam kepengurusan. Dengan bergadengan erat, para pengurus berjalan bersama untuk belajar, berkembang, berkarya, berbagi dan berdampak dimulai dari sendiri untuk keluarga dan masyarakat, sesuai core value Ibu Profesional.