Tanggal 1 Maret 2018 Divisi Diskusi dan Kajian HMTG Mahandraga mengadakan sebuah acara bernama ‘Mahandraga’s Corner’, dengan tema Jadwal Praktikum, yang diadakan di Laboratorium Mikropaleontologi. Acara ini diadakan bagi mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2016 dan sifatnya terbatas bagi yang mendaftar saja. Narasumber pada acara ini merupakan para Asisten Praktikum Geologi, seperti Bang Qoy dan Bang Azzam dari Praktikum Geologi Struktur, Kak Nanda dari Praktikum Mikropaleontologi, dan Kak Bintang dari Praktikum Petrologi.
Sesi I dimulai pada pukul 17.00 WIB dengan moderator Rizal Fauzan. Moderator memberikan pertanyaan tentang faktor-faktor pertimbangan mekanisme penyusunan jadwal praktikum. Kak Nanda menjawab bahwa jadwal praktikum disusun menyesuaikan jadwal kelas para mahasiswa. Ketersediaan alat praktikum dan jumlah asisten praktikum yang tersedia juga merupakan hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan. Lalu mengenai adanya kegiatan praktikum yang dilaksanakan dari jam 3 sore sampai jam 6 sore, sedangkan jam kerja asisten laboratorium adalah sampai jam 5 sore. Apakah praktikum tersebut dapat dipindah hari (misalnya Hari Sabtu) untuk mengurangi beban mahasiswa dan asisten praktikum. Kak Nanda menjawab bahwa praktikum sampai jam 6 sore dilakukan untuk memaksimalkan dan mengefektifkan waktu yang ada. Mungkin bisa saja dipindah hari sesuai keputusan bersama. Lalu pertanyaan mengenai apakah tidak ada kemungkinan untuk menambah asisten praktikum dengan tujuan lebih membantu mahasiswa dalam memahami setiap modul praktikum. Bang Azzam menjawab bahwa penambahan tenaga kerja merupakan wewenang pihak kampus. Kurangnya tenaga kerja merupakan keluhan dari para asisten laboratorium karena padatnya jadwal sehingga membuat para asisten laboratorium harus bekerja lebih keras lagi.
Pada pukul 18.00 WIB, sesi I diakhiri oleh moderator, dan dilanjutkan ke sesi II. Sesi II merupakan Coffee Break, dimana panitia menyediakan makanan ringan dan kopi bagi para peserta dan narasumber, juga penampilan yang ditunggu-tunggu dari tamu spesial, yaitu Ratu Anissa atau Icha dari Teknik Geologi angkatan 2017 yang membawakan 2 lagu berturut-turut, yaitu Can’t Take My Eyes Off You dan Inikah Cinta, diiringi dengan gitar oleh Okky dari Teknik Geologi angkatan 2016.
Sesi III dimulai kembali pada pukul 18.30 WIB, dengan pertanyaan dari peserta mengenai jam praktikum Petrologi yang hanya 2 jam sedangkan praktikum lain 3 jam. Kak Bintang menjawab bahwa hal itu karena keterbatasan waktu dan ruangan, juga karena di tahun sebelumnya sudah mendapatkan mata kuliah Geologi Dasar sehingga asisten praktikum menganggap bahwa praktikan sudah mengetahui dasar-dasar dalam deskripsi batuan dan dapat langsung diterapkan dalam praktikum Petrologi. Ada juga saran untuk membuat suatu channel video untuk membantu praktikan dalam memahami setiap modul praktikum, namun saran tersebut kemungkinan akan terlaksanakan di tahun berikut karena kurangnya tenaga kerja. Ada juga pertanyaan mengenai apabila pada praktikum hari Jumat ada praktikan yang tidak dapat hadir sedangkan jadwal praktikum pengganti harus dilaksanakan di minggu yang sama bagaimanakah solusinya. Bang Qoy menjawab usahakan untuk dapat selalu hadir, namun apabila ada situasi mendadak yang benar-benar tidak bisa hadir, praktikan dapat langsung menghubungi asisten untuk mengonsultasikannya. Lalu para asisten menceritakan pengalaman, suka dan duka mereka ketika masih berkuliah S-1 untuk menjadi motivasi bagi para peserta dalam perkuliahan mereka. Para asisten juga berharap bahwa dengan adanya praktikum, dapat terjalin kerjasama yang baik antara praktikan dengan asisten praktikum. Seperti mendengarkan asisten ketika menjelaskan dan disiplin terhadap setiap aturan dan tugas yang sudah diberikan. Pada pukul 19.00 WIB, moderator menutup acara dan mempersilahkan narasumber dan peserta untuk pulang.
Sebelum acara berakhir, kami sempat bertanya kepada Alfie Fitrahadi selaku Ketua DIvisi Diskusi dan Kajian mengenai acara Mahandraga’s Corner. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu yang beredar, untuk membentuk pola pikir mahasiswa yang solutif, inovatif, dan terbuka, dan sebagai sarana belajar mahasiswa diluar kegiatan perkuliahan. Lebih spesifik mengenai acara Mahandraga’s Corner yang pertama ini tujuannya adalah untuk mendiskusikan dan menyampaikan aspirasi terkait sistem praktikum prodi Teknik Geologi. Alfie juga berharap acara Mahandraga’s Corner ini dapat menjadi acuan dalam menjalani perkuliahan serta dapat meningkatkan kualitas diri dari peserta yang mengikuti acara ini.
Kiranya acara Mahandraga’s Corner yang diadakan oleh Divisi Diskusi dan Kajian HMTG Mahandraga ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Teknik Geologi dan kami juga berharap partisipasi dari seluruh anggota HMTG Mahandraga untuk dapat hadir di acara-acara selanjutnya.
JAKARTA-JUmat (23/3) HMTG Mahandraga bersama WWF Panda Mobile mempersembahkan acara pre-earth hour di Auditorium Universitas Pertamina. WWF Panda Mobile mengajak HMTG Mahandraga untuk turut serta dalam kegiatan yang jatuh pada 24 Maret setiap tahunnya dengan mematikan lampu pada pukul 08:30 sampai 09:30 pada waktu local setempat yang tahun ini memiliki tagline #Connecttoearth. Acara terbagi dari beberapa sesi, dimulai dari pemaparan dari Mr Andreas yang mengajak kita semua untuk ikut dalam konservasi fauna dan menjaga lingkungan, perkenalan WWF Indonesia dan pemaparan event tahunan Earth Hour yang diselenggarakan di seluruh dunia oleh kakak-kakak dari WWF Panda Mobile, diselingi juga oleh tanya jawab di setiap ujung sesi. Setelah itu, highlight acara ini terletak di FGD atau Forum Discussion Group oleh Mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2017 yang setiap kelompoknya harus membuat konsep Earth Hour sendiri setiap dengan bantuan media poster yang mereka buat lalu mepresentasikannya. Presentasi setiap kelompok akan dinilai dari estetika poster, konsep, dan cara penyampaian konsep saat presentasi. Akhir kata, jagalah bumi ini dan penghuninya karena dalam hidup ini keduanya saling mebutuhkan.
IGNEWS – Jakarta, Senin (21/3) Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi, Mahandraga melalui Divisi Kerohanian melakukan kegaitan belajar bersama dengan tema “Yuk Kenali Al – Qur’an Lebih Dekat”.
Acara tersebut dilakukan bertempat di Universitas Pertamina, Gedung Griya Legita, 2101.1 dengan pembicara Teuku Luthfi dan Umar Hasan yang merupakan mahasiswa teknik geologi angkatan 2016.
Pada acara kali ini cara pelafalan dan cara membaca huruf hijaiyah yang baik dan benar, peserta acara sangat interaktif dengam melakukan Tanya jawab dan mencoba melafalkan huruf hijaiyah yang sudah diajarkan.
“Jika kita ingin kehidupan kita banyak mendatangkan manfaat, pelajari dan amalkan Al- Qur’an” Umar Hasan.
IGNEWS – Jakarta, Kamis (/3) bertempat di Universitas Pertamina, Gedung Griya Legita, Ruangan 2201.3 Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi, Mahandraga melalui Divisi Penelitian dan Pengembangan melakukan program kerja study club pertama.
Study club pertama ini mengusung stratigrafi lanjut sebagai pokok pembahasan. Pada pertemuan kali ini membahas beberapa topik yaitu, faktor yang mempengaruhi akomodasi, model sequnce (exxon, galloway, ts to ts), batas antara system tracts, awal mulai satuan sequence dari LST atau HST, alasan transgresi lebih cepat dari regresi (ravinement surface).
Dikarenakan keterbatasan pengetahuan antar peserta diskusi membuat diskusi ini memunculkan pertanyaan - pertanyaa baru yang sangat menarik untuk dicari tahu.
Oleh karena itu, study club ini akan dilaksanakan kembali dengan topik yang sama akan tetapi dengan mendatangkan Bang Azzam dan Bang Qoy yang merupakan asisten laboratorium teknik geologi selaku pembicara di pertemuan selanjutnya. See you next week!
IGNEWS – Jakarta, Senin (19/2) bertempat di Universitas Pertamina, Gedung Rektorat, ruangan 1101 divisi perngembangan karakter himpunan mahasiswa teknik geologi, Mahandraga melaksanakan kegiatan seminar yang merupakan bagian dari kegiatan diagenesa.
Tema yang akan diusung dalam seminar tersebut yaitu, peran mahasiswa sebagai generasi bangsa melalui jiwa kepemimpinan. Kegiatan seminar ini mendatangkan Ketua BEM UI 2017 yaitu Muhammad Syaeful Mujab selaku pembicara. Seminar ini hanya dikhususkan untuk angkatan 2017.
Adapun tujuan dari dilaksanakannya seminar ini supaya angkatan 2017 dapat berlajar berorganisasi dengan baik belajar langsung dari ahlinya.
“Efektivitas organisasi akan tercapai secara maksimal dan optimal apabila menerapkan kerja tim dan dinamika kelompok yang merupakan wujud perilaku organisasi yang dinamis” Bang Mujab.
JAKARTA – Mengingat industry migas yang sedang turun pamor, Senin (19/3) Geotalk telah hadir dengan tajuk “Career Chance Optimalization by Maximizing Fresh Graduates Potential” dengan pembicara Bapak Herman Darman selaku Direktur INDOGEO SOCIAL ENTERPRISE dan Konsultan Eksplorasi PT Eksindo Pratama. Acara yang diselenggarakan oleh Divisi Pemberdayaan Anggota HMTG Mahandraga Universitas Pertamina ini diselenggarakan di Auditorium Universitas Pertamina dan dihadiri oleh seluruh angkatan Mahasiswa Teknik Geologi Unversitas Pertamina.
Acara dibuka oleh sambutan Ketua Program Studi Teknik Geologi Universitas Pertamina dan Ketua HMTG Mahandraga, dilanjutkan oleh pemaparan materi dan permasalahan industry geosains di masa sekarang, pengalaman kerja di lapangan, dan kiat-kiat bagaimana mahasiswa mempersiapkan diri untuk dunia kerja di industry geosains pada umumnya terlepas dari industry migas saja dari pembicara dengan diselingi tanya jawab dari para mahasiswa. Semoga setelah diadakan Geotalk ini kita semua semakin bersemangat mengejar cita-cita.
Pada tanggal 22 Januari dan 26 Januari 2018 telah dilaksanakan kompetisi futsal antar mahasiswa Teknik Geologi Universitas Pertamina, yang diselenggarakan oleh Divisi Minat dan Bakat HMTG Mahandraga. Antusiasme yang tinggi dari mahasiswa membuat banyak tim yang mendaftarkan untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, yakni sebanyak 11 tim yang ikut berpartisipasi. Kompetisi ini diadakan di Lapangan Futsal Villa Kelapa Dua, Kebon Jeruk. Pertandingan pertama diadakan pada pukul 14.00 WIB tepat, pada hari Senin, 22 Januari 2018.
Pada hari itu merupakan pertandingan penyisihan grup untuk menentukan siapa yang berhak menjadi juara grupnya masing-masing dan melaju ke babak semifinal. Pertandingan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB lalu dilanjutkan lagi pada hari Kamis 26 Januari 2018, di tempat yang sama. Pada akhirnya tim Pahoehoe dari angkatan 16 dan Sayang Mama dari angkatan 17 berhasil melaju ke babak final. Pertandingan final ini berakhir dramatis lewat babak adu pinalti dengan kemenangan 1-1 (3-2) untuk tim Pahoehoe. Pemain Pahoehoe, Bagas Pryambodo, mencatatkan dirinya sebagai top skorer di Kompetisi Futsal Geologi ini, dengan torehan 8 gol. Ketika diwawancara apakah dia menargetkan diri untuk menjadi top skorer, dia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah berpikir atau menargetkan dirinya untuk menjadi top skorer. “Tidak ada, niatnya hanya untuk ikut meramaikan acara ini”, kata Bagas. Bagas juga mengatakan bahwa dirinya berterimakasih kepada Divisi Minat dan Bakat HMTG Mahandraga yang telah menyelenggarakan acara ini, karena menurutnya acara ini sangat penting agar hubungan antar mahasiswa Teknik Geologi Universitas Pertamina semakin akrab satu sama lain.
Tidak jauh berbeda dari Bagas, Raviv Avarih, selaku ketua pelaksana Kompetisi Futsal Geologi dan ketua divisi Minat dan Bakat HMTG Mahandraga, dia mengatakan puas dengan acaranya. Raviv menambahkan bahwa dirinya bangga dengan kontribusi dari anggota HMTG Mahandraga maupun mahasiswa Teknik Geologi Universitas Pertamina yang telah membantu dan meramaikan acara tersebut. “Semoga kedepannya bakal banyak event-event seperti ini, semoga bisa zero mistakes, dan semoga terus berkontribusi dari anggota HMTG maupun anak-anak mahasiswa yang lain, karena sangat diperlukan”, pungkasnya.
JAKARTA (26/01)- Pada jumat terakhir di bulan Januari ini, Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) Mahandraga Universitas Pertamina membuat acara yang bertajuk “The Comfornity of Mahandraga Family”. acara yang dihadiri oleh seluruh anggota HMTG Mahandraga tersebut memiliki tujuan meningkatkan hubungan kekeluargaan antar angkatan dan solidaritas serta kepedulian sesama anggota.
Menariknya, acara ini membuat seluruh anggota yang hadir enjoy, karena menyajikan rangkaian acara yang santai dan mengasyikkan seperti akustik-an, namun di lain sisi acara ini begitu kaya akan manfaat dengan pemaparan identitas himpunan, pengenalan program kerja himpunan, sharing session dan penjelasan hak serta kewajiban anggota oleh Ramadhan Agung selaku ketua himpunan yang humoris namun berwibawa. Terdapat juga prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol ungkapan rasa syukur pada Tuhan yang Maha Esa dan menjadi bentuk kerukunan keluarga besar HMTG Mahandraga.
“kami harap acara ini dapat membuat seluruh anggota lebih mencintai HMTG Mahandraga dan dapat meningkatkan ikatan serta rasa kekeluargaan antar anggota.” Tutur Afan Maulana selaku kepala Divisi Pemberdayaan Anggota yang juga merupakan ketua panitia acara ini. Afan juga mengatakan bahwa acara ini akan dilakukan rutin setiap tahun.
Kamis (18/1) Divisi Diskusi dan Kajian Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) Mahandraga mengadakan bedah paper yang berjudul “Late Cenozoic Palegeography of Sulawesi, Indonesia” oleh Dr. Abang Mansyursyah Nugraha yang merupakan alumni S1 di Institut Teknologi Bandung dan menjadi salah satu mahasiswa yang berkesempatan melanjutkan program Master dan doctoral nya di Royal Holloway, University of London, serta beliau pun juga merupakan salah satu dosen Teknik Geologi Universitas Pertamina. Paper tersebut mengisahkan proses terbentuknya pulau Sulawesi.
Acara ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa dari anggota HMTG Mahandraga. Respon positif pun berdatangan dari para anggota. Hal ini diungkapkan oleh Firman, anggota HMTG Mahandraga “ acara ini berdampak positif bagi mahasiswa, kita mendapat ilmu yang baru serta lebih mengetahui tentang paleografi pulau Sulawesi pada Late Cenozoic.” Ujarnya.
Menanggapi acara ini bang Ega (sapaan akrabnya) sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan HMTG Mahandraga karena mengadakan acara bedah paper ini. Beliau berharap mahasiswa dapat membuat jurnal ilmiah di wilayah lain yang belum di observasi. Divisi diskusi dan kajian pun berharap acara-acara yang mereka adakan dapat bermanfaat besar untuk anggota HMTG Mahandraga.
Setelah Bedah Paper, Divisi Kajian Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) Mahandraga menyelenggarakan acara kedua yaitu Kajian Strategis pada Kamis (8/2) yang disebut juga “KASTRAT”. Kajian strategis ini mebahas persoalan akademik di kampus kita, Universitas Pertamina. Beberapa mahasiswa dari Teknik Geologi Universitas Pertamina telah hadir untuk menyuarakan aspirasi dan mendengarkan kejelasan dari permasalahan akademik yang selama ini dipertanyakan. Koordinator Program Studi Teknik Geologi, Bapak Epo Prasetya Kusumah, telah hadir dalam diskusi ini dengan senang hati menanggapi pertanyaan serta tanggapan para mahasiswa tentang masalah akademik.
Acara yang dimulai pukul 17:30 dan berjalan selama hampir 2 jam ini menjadikan Semester Pendek (SP) sebagai topik pembuka. Kemudian dilanjut dengan pembahasan Re-Evaluasi yang sebenarnya bertujuan untuk mengurangi peserta Semester Pendek dimana mahasiswa mengulang mata kuliah pada periode yang ditetapkan, berlanjut pada permasalahan pengadaan Re-Evaluasi dan Ujian Khusus yang masih kurang efektif, serta penetapan status Drop Out kepada mahasiswa di Universitas Pertamina. Dalam diskusi ini, dapat ditarik kesimpulan berupa beberapa saran yang dapat memperbaiki sistem akademik di Universitas Pertamina, diantaranya: Semester Pendek (SP) diadakan pada semester ganjil dan genap agar mahasiswa berkesempatan mengulang mata kuliah semester genap maupun ganjil, atau Semester Pendek (SP) dihapuskan agar mahasiswa hanya mengikuti Re-Evaluasi; semua peraturan harus jelas dan tetap; serta jalannya informasi dari pihak kampus kepada mahasiswa harus lebih jelas dan lebih cepat.
encana banjir yang melanda Jakarta pada beberapa waktu lalu sangat memperihatinkan, ratusan warga menjadi korban, rumah mereka terendam oleh air sungai ciliwung yang meluap. Sebagai bentuk sigap Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) Mahandraga terhadap sebuah bencana, Departemen Pengabdian Masyarakat telah berhasil melakukan penggalangan dana dan menyalurkannya guna membantu daerah-daerah yang tertimpa musibah. Kegiatan yang bertajuk #MSB-1 (Mahandraga Sigap Bencana) ini, melakukan penggalangan dana selama 2 hari yaitu pada hari Rabu dan Kamis tanggal 7 dan 8 Februari 2018, dan melakukan penyerahan donasi pada tanggal kamis, 8 Februari 2018. Atas bantuan seluruh civitas akademik Universitas Pertamina, terkumpul uang sejumlah Rp 2.062.000,00 yang digunakan untuk membeli kebutuhuan pangan atau sembako lalu diberikan ke Bapak Ahmad sebaagai ketua RT 14 RW 03, Kampung Melayu, Jatinegara, DKI Jakarta.