HMI memiliki beberapa tujuan utama yang berfokus pada pengembangan individu dan kontribusi terhadap bangsa dan negara. Tujuan tersebut meliputi:
Mengembangkan potensi anggota: HMI bertujuan untuk mengembangkan potensi anggotanya agar menjadi insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam, dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT.
Memperkuat nilai-nilai kebangsaan: HMI berupaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam rangka memperkokoh integritas dan ketahanan nasional.
Pendidikan dan pengkaderan: HMI berkomitmen untuk mendidik dan melatih anggotanya agar memiliki kemampuan kepemimpinan dan wawasan yang luas, serta siap berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
HMI memiliki struktur organisasi yang terdiri dari beberapa tingkatan, mulai dari tingkat nasional hingga tingkat komisariat. Berikut adalah penjelasan mengenai tingkatan dan struktur HMI:
Pengurus Besar (PB HMI):
Merupakan tingkatan tertinggi dalam struktur HMI.
Berpusat di ibu kota negara dan bertanggung jawab atas kebijakan nasional organisasi.
Dipimpin oleh seorang Ketua Umum yang dipilih melalui kongres nasional.
Pengurus Badan Koordinasi (Badko HMI):
Berfungsi sebagai penghubung antara PB HMI dengan cabang-cabang HMI di daerah tertentu.
Membawahi beberapa cabang di wilayah kerjanya.
Pengurus Cabang (PC HMI):
Berada di tingkat kota atau kabupaten.
Mengkoordinasi dan mengarahkan kegiatan komisariat di wilayahnya.
Pengurus Komisariat (PK HMI):
Merupakan tingkat paling dasar yang berada di perguruan tinggi atau fakultas.
Langsung berinteraksi dengan anggota dan menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program-program HMI.