JawaPos.com – Madumongso menjadi salah satu hantaran pernikahan. Bisa ditaruh di wadah, lalu dibungkus plastik. Bisa juga dibentuk seperti permen, lantas dibungkus kertas krep.
Kakak beradik Gusti Rahmat dan Gusti Rahmawati berinovasi dengan membentuk madumongso menjadi bunga.
’’Awalnya, ada klien yang pesan hantaran pernikahan dari makanan tradisional, tapi dengan bentuk yang berbeda,” ujar Rahmat. Dia terpikir untuk membuat bentuk bunga yang diisi madumongso.
Kebetulan, sang mama kerap membuat madumongso yang berbentuk bunga sebagai suguhan saat Lebaran. ’’Ternyata banyak yang suka,’’ paparnya.
Pemesan madumongso bentuk bunga itu sampai Aceh dan Bali. Bahan yang disiapkan cukup sederhana. Yakni, kertas krep, isolasi, daun, dan tusuk sate. Ketiganya dibuat rangkaian bunga.
Madumongso yang dikemas dalam plastik kecil berbentuk kerucut disatukan dengan tusuk sate. Setelah itu, dibuatlah kuncup bunga dari kertas krep hingga enam lapis.
Dengan begitu, madumongso bisa dibalut sempurna. Setelah itu, kumpulan madumongso tersebut ditancapkan di atas styrofoam pada boks hantaran berukuran 30 x 25 sentimeter.
Tidak lupa ditambahkan rumput buatan. ’’Dibentuk seperti itu kan jadi punya nilai tambah. Orang jadi penasaran dan pengin tahu isinya,” lanjut Rahmawati, sang adik.
Selain diletakkan dalam boks hantaran, lanjut dia, madumongso bentuk bunga bisa ditata dalam keranjang. Formasi atau tatanannya pun bisa bervariasi.
’’Bisa dibentuk jadi inisial nama si calon pengantin atau dibentuk love,” terangnya. Madumongso manis berbahan dasar ketan itu asli homemade oleh kakak beradik yang sama-sama berbisnis kuliner tersebut.
Rahmawati menyatakan, madumongso buatannya bisa tahan lama. ’’Pematangannya butuh waktu enam jam dan menggunakan gula asli sehingga bisa tahan sampai tiga bulan,” lanjutnya. (hay/c16/ai/sep/JPG)
Sumber : https://www.jawapos.com/metro/metropolis/18/11/2016/dibentuk-bunga-madumongso-jadi-beda/