Lawar Plek merupakan jenis lawar khas Bali yang dibuat dari darah segar hewan, umumnya babi, yang dicampur dengan berbagai rempah, kelapa parut, serta sayuran seperti daun belimbing wuluh atau kacang panjang. Kata “plek” merujuk pada suara darah yang dituangkan ke dalam campuran lawar yang sedang diaduk.
Lawar Plek tidak hanya sekadar hidangan, tetapi juga memiliki nilai simbolis dalam upacara adat dan persembahan (yadnya). Masyarakat Bali percaya bahwa Lawar Plek membawa unsur “panas” atau kekuatan spiritual, dan biasanya disajikan dalam konteks ritual keagamaan seperti Galungan, Kuningan, atau potong gigi.
Koreksi rasa: Cicipi dan tambahkan garam atau perasan jeruk nipis sesuai selera.
Sajikan: Lawar plek siap disajikan. Biasanya disajikan bersama nasi hangat dan lauk pauk lainnya.
Pastikan semua bahan yang digunakan segar, terutama darah babi. Perhatikan kebersihan saat mengolah lawar plek, terutama saat mengolah darah. Lawar plek sebaiknya segera disajikan setelah dibuat agar rasanya tetap segar.
Daging mentah (seperti babi, ayam, atau penyu).
Darah mentah (sebagai pewarna alami).
Sayuran (seperti parutan kelapa, daun belimbing wuluh, atau kacang panjang).
Bumbu khas bali (Seperti bawang merah,bawang putih, cabai,kunyit dan jahe)
Garam dan perasan jeruk nipis untuk koreksi rasa