Setiap tahun ajaran baru, orang tua/wali di sekitar Maron, Kabupaten Probolinggo, tentu sedang mempertimbangkan pendidikan terbaik untuk putra-putri mereka. SMPN 2 Maron Kab. Probolinggo ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada calon murid yang telah memilih untuk bergabung dan menjadi bagian dari keluarga besar SMPN 2 Maron.
Kami di SMPN 2 Maron menyadari betapa pentingnya peran guru sebagai mitra bagi Bapak/Ibu dalam mendidik dan mengajar putra-putrinya. Oleh karena itu, sekolah kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap murid di SMPN 2 Maron mendapatkan contoh nyata nilai-nilai luhur seperti kasih sayang, kejujuran, kemandirian, kreativitas, kecerdasan, rasa cinta tanah air, dan kesederhanaan yang ditunjukkan oleh seluruh pendidik di lingkungan sekolah.
CORE PEMBELAJARAN IPS, penerapannya di SMPN 2 Maron Kab. Probolinggo, merupakan pendekatan yang memberdayakan siswa di sekolah untuk secara aktif membangun pemahaman mereka tentang Ilmu Pengetahuan Sosial.
Berikut adalah bagaimana CORE dapat diimplementasikan dan dampaknya di konteks pendidikan dan pembelajaran di SMPN 2 Maron Kab. Probolinggo:
Connecting (Menghubungkan): Memulai pembelajaran dengan mengaitkan materi dengan konteks lokal Kabupaten Probolinggo. Misalnya, saat membahas sejarah, guru bisa menghubungkan dengan sejarah kerajaan atau peristiwa penting yang pernah terjadi di wilayah Probolinggo. Ketika membahas geografi, karakteristik alam dan sosial Kabupaten Probolinggo bisa menjadi titik awal. Ini akan membuat materi lebih relevan bagi siswa SMPN 2 Maron.
Organizing (Mengorganisasikan): Murid akan diajak untuk mengolah informasi yang mereka dapatkan tentang berbagai aspek sosial, ekonomi, budaya, dan sejarah, mungkin melalui diskusi kelompok, pembuatan peta konsep, atau penyusunan lini masa terkait Probolinggo dan sekitarnya. Mereka belajar untuk mengklasifikasikan informasi dan melihat keterkaitan antar konsep.
Reflecting (Merefleksikan): Setelah mempelajari suatu topik, murid akan didorong untuk merenungkan apa yang telah mereka pelajari dan bagaimana hal itu berhubungan dengan kehidupan mereka sebagai bagian dari masyarakat Probolinggo. Mereka bisa menulis jurnal refleksi, melakukan diskusi kelas tentang pandangan mereka terhadap isu-isu lokal, atau mengidentifikasi pertanyaan lanjutan yang ingin mereka jawab.
Extending (Memperluas): Untuk memperdalam pemahaman, murid dapat diberikan tugas untuk mengaplikasikan pengetahuan IPS dalam konteks yang lebih luas, mungkin melalui studi kasus tentang isu sosial di Probolinggo, wawancara dengan tokoh masyarakat setempat, atau proyek sederhana yang berkaitan dengan potensi daerah.
Dampak Potensial Penerapan CORE di SMPN 2 Maron Kab. Probolinggo:
Pemahaman yang Lebih Mendalam: Murid tidak hanya menghafal fakta tentang IPS, tetapi juga memahami bagaimana konsep-konsep tersebut bekerja dalam konteks Probolinggo dan dunia yang lebih luas.
Keterampilan Berpikir Kritis yang Lebih Baik: Melalui proses menghubungkan, mengorganisasikan, dan merefleksikan, murid akan terlatih untuk menganalisis informasi secara lebih kritis.
Kemandirian Belajar: Murid menjadi lebih aktif dalam mencari tahu dan membangun pengetahuan mereka sendiri, yang akan bermanfaat untuk pembelajaran di jenjang selanjutnya.
Keterlibatan dan Motivasi yang Meningkat: Pembelajaran IPS menjadi lebih menarik dan relevan karena dikaitkan dengan lingkungan dan pengalaman siswa di Probolinggo.
Kesadaran Sosial yang Lebih Tinggi: Murid akan lebih memahami isu-isu sosial di sekitar mereka dan mungkin termotivasi untuk berkontribusi pada masyarakat.
Dengan mengintegrasikan CORE PEMBELAJARAN IPS, SMPN 2 Maron Kab. Probolinggo dapat menciptakan pengalaman belajar IPS yang lebih bermakna, relevan, dan memberdayakan bagi para siswanya. Untuk mewujudkan semua itu, kegiatannya harus dimediasi tidakhanya di dalam ruang kelas, tetapi harus di praktekkan di kehidupan sehari-hari ditunjang dengan kegiatan di ruang kelas digital.
Jum'at Kliwon, 18 April 2025