Menjadi jemaat yang Transformatif, Berkualitas, Kuat, dan Siap Melayani.
1.Membangun persekutuan yang dinamis, ramah dan berkenan kepada Allah (koinonia).
2.Mewujudkan pelayanan kasih secara holistik kepada sesama (diakonia).
3.Mengembangkan pewartaan Perkabaran Injil (marturia).
4.Meningkatkan dan mendorong jemaat agar aktif dalam pelayanan (liturgia).
5.Mewujudkan pengajaran yang sehat sesuai dengan ajaran Alkitab (didaskalia).
Sejarah Singkat
Dirintis di tahun 1993 berupa cabang dari gereja induk GKMI Rawamangun (sekarang GKMI Pengharapan) yang diprakarsai oleh hambaNya yang selalu menginginkan gereja-Nya berkembang, yaitu A.M. Dani Pribadi, Pdt. Andreas Parwadi dan Jeffrey B. Mihardja.
Berdirinya Gereja Kristen Muria Indonesia Kalimalang tidak dapat terlepas dari Sejarah GKMI Rawamangun (sekarang GKMI Pengharapan), sebagai gereja induk. Kerinduan kembali untuk membuka cabang di daerah Kalimalang muncul tahun 1993, mengingat ada beberapa anggota GGKMI (baik yang sudah beribadah di GKMI di wilayah Jakarta maupun yang belum beribadah di GKMI wilayah Jakarta) yang bertempat tinggal di Kalimalang dan sekitarnya.
Dengan tersedianya tempat tersebut, maka kel. Bambang Giyanto dan kel. Soejanto Hadikoesoemo kembali mengadakan pendekatan kepada Jemaat mula-mula yaitu keluarga Hudi Sartono, Hanny Sakio Mulyono, Ibu Lola, Wim Suhodo dan kel. Om Akin (jemaat PIPKA pos Sekabu, Pontianak, yang membuka usaha di Jl. Ratna, Jatibening).
Pada tahun 1998 baru terbentuk perdana ibadah gereja di ruko Intract Jatibening dan sebagai tahun lahir GKMI Rawamangun Pos Jatibening (berkembang dengan nama Cabang Kalimalang). Pada Tahun 2011 Gereja bertumbuh dan berpindah beribadah pada ruko mandiri 4 lantai di Ruko Galaxy hingga saat ini dan menjadi Gereja dewasa Sinode dengan nama GKMI Kalimalang.
Demografi Gereja
Total Jemaat tercatat : 191 Orang
Total Jemaat aktif : 152 orang
Komisi Bapak : 42 Orang
Komisi Perempuan : 57 Orang
Pemuda : 38 Orang
Remaja : 33 Orang
Anak : 33 Orang
Lansia : 15 Orang
A.M Dani Pribadi
Pdt. Andreas Parwadi
Jeffrey B. Mihardja