Giriwana merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler Siswa SMAN 22 Bandung yang bergerak disektor kegiatan di alam bebas dan lingkungan hidup. Unit Kegiatan Siswa ini didirikan pada tahun 1997 dengan semangat sebagai wadah penyaluran minat kegiatan siswa di alam, pengembangan keorganisasian dan pendidikan karakter. Dalam perjalanannya perkembangan organisasi terjadi sangat dinamis, sehingga pada tahun 2008 Giriwana tidak sempat melakukan regenerasi.Pada awal tahun 2020 anggota Giriwana sempat berdialog dengan siswa SMA 22 Bandung yang memiliki minat dan hobi untuk berkegiatan di alam bebas. Dalam kesempatan tersebut diketahui jumlah siswa SMA 22 yang tertarik dengan kegiatan alam cukup tinggi, kurang lebih sebanyak 54 siswa yang terdaftar dalam komunitas non formal siswa pendaki SMA 22, dan sekitar 30% aktif melakukan kegiatan pendakian. Berdasarkan brief assessment didapati dari jumlah 30% tersebut hanya 2 orang yang memiliki pengetahuan dan keahlian pre-basic untuk berkegiatan di alam bebas. Kami menyadari bahwa unsur kegiatan di alam bebas merupakan kegiatan yang penuh resiko, sehingga diperlukan bimbingan dan pengawasan dari pihak yang berpengalaman. Lingkungan hidup sebagai tempat kita beraktivitas juga merupakan aspek yang sangat penting dalam mengembangkan kepekaan siswa untuk mengembangkan karakternya dan dalam meningkatkan kecerdasan alam.Dengan pertimbangan diatas, Giriwana melakukan Musyawarah Besar terkait pemberian dampingan dan pelatihan pada individu non anggota. Hasil musyawarah menyepakati Giriwana dirasakan perlu untuk mendampingi kegiatan para siswa SMA 22 Bandung hal ini didasari oleh :
Melonjaknya angka minat kunjungan wisata alam dalam 10 tahun terakhir.
Tingginya angka kecelakaan dalam berkegiatan alam bebas.
Rendahnya pengetahuan dan keahlian dasar untuk berkegiatan di alam bebas.
Rendahnya pemahaman mengenai aspek konservasi dan regulasi lingkungan hidup.
Tanggung jawab moral dan pengabdian para anggota Giriwana (alumni 22) terhadap almamater untuk mengurangi potensi resiko kegiatan alam bebas melalui pendampingan terbatas bagi para siswa SMA 22.
Peluang untuk regenerasi dan melanjutkan organisasi.
Pada tahun 2020-2021 sedikitnya telah dilakukan 8 kali pendampingan dan fasilitasi kegiatan siswa di alam. Hal ini diantaranya terdiri dari :1. Kelas jungle survival2. Kelas Navigasi3. Bimbingan regulasi konservasi.4. Kelas dan praktek wall climbing.5. Praktek biodiversity monitoring hayati (Gn. Darajat).6. Praktek biodiversity monitoring (Gn. Papandayan).7. Sharing session bird watch (Gn. Papandayan).8. Sharing session packing, climbing, konservasi dan siklus air.Kegiatan ini kemudian dirasakan penting untuk dilakukan secara berkala, menimbang upaya pembangunan keahlian dan pengetahuan kegiatan alam bebas memerlukan bimbingan dan pendampingan intensif. Sehingga atas dasar mufakat dengan para siswa, disepakati pada tanggal 29-30 Mei 2021 untuk dilakukan pemberian bekal keahlian kegiatan alam dalam bentuk Pendidikan dan Pelatihan Dasar Giriwana ke XII sekaligus pelantikan anggota angkatan Samagaha Giri di Kawasan pegunungan Ranca Upas Kabupaten Bandung. Peran Samagaha Giri sangat penting sebagai pionir yang baru dalam tubuh organisasi.