Kain Tenun Getasan
Kain Tenun Getasan
Produk kain tenun asli dari Desa Getasan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali
Pada tahun 2016 para pengerajin kain tenun memulai membuat kain tenun ditahun tersebut dan hal tersebut sangat membantu kelompok pengerajin maupun desa meskipun latar belakang mata pencaharian awal mereka hanyalah seorang petani,dari pelatiahan dan pemberian ATBM tersebutlah pemasukan yang didapatkan sangatlah tinggi dan peminat kain tenun tersebut masih sangat banyak, namun seiring berjalannya waktu dan korona yang melanda mengakibatkan harga bahan untuk menenun semakin naik sehingga pengerajin mulai perlahan kembali ke mata pencaharian awal mereka sehingga kami mahasiswa undiknas ingin membantu masyarakat desa getasan untuk mengembalikan masa kejayaan tersebut dengan kerja sosial yang kami adakan di desa getasan, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan semangat kelompok kain tenun dan juga pembelajaran mengenai bagaimana menjual melalui media sosial
Kelompok tenun ikat fortuna sari Getasan merupakan kelompok yang bergerak di bidang pertenunan yang berdiri dan dikukuhkan oleh perbekel Desa Getasan pada tahun 2013. Atas dasar adanya potensi yang dilihat dari salah satu warga yang mempunyai kemampuan di bidang pertenunan, maka dari hal tersebut munculnya motivasi Desa untuk mengajukan pelatihan untuk ibu-ibu yang ada di Desa Getasan dan pada tahun 2016 akhirnya para kelompok tenun tersebut mendapatkan subsidi berupa ATBM (alat tenun bukan mesin) dan pelatihan dari dinas perindustrian dan koperasi kabupaten badung, pelatihan tersebut berjalan selama 2 tahun. Namun ada beberapa hal yang menjadi kendala dalam proses produksi kain tenun Desa Getasan tersebut dimana kelompok pengerajin tersebut masih belum mampu menDesain motif kain tenun itu sendiri, serta pewarnaan benang tenun tersebut. Oleh karena itu kelompok kain tenun tersebut masih membeli dari luar daerah. Dari kendala tersebut maka prodak yang dihasilkan tidak memiliki motif khusus / ciri khasnya sendiri. Desa Getasan masih menggunakan motif jepun sebagai maskot kabupaten badung.
Kualitas kain tenun yang dibuat oleh kelompok kain tenun Desa Getasan, bisa dijamin karena menggunakan benang yang diambil dari desa Bone Kabupaten Gianyar, dengan jumlah benang sekitar 1.300 helai akan menghasilkan 2 ¼ meter kain dalam kurun waktu 2 hari pengerjaan, dapat menghasilkan kain yang tebal dan tidak terawang, dengan motif songket yang diisi gambar bunga jepun sebagai maskot Kabupaten Badung.
Kami Desa Getasan berharap agar kelompok kain tenun dengan produknya bisa berkembang secara berkesinambungan, dan dapat menjadi icon atau produk unggulan dari Desa Getasan serta dapat melestarikan kain tenun khas Bali, dan yang paling penting adalah mampu mensejahterakan masyarakat Desa Getasan khususnya para pengerajin kain tenun ini.