Mengajak peserta berpikir analitik, adil dan berwawasan luas sehingga peserta bisa menjadi orang yang sangat bijaksana
Mengajarkan kepada setiap peserta mengenai car mengatasi masalah dengan membedakan masalah itu sendiri, sebelum mencari solusi dan persepsi untuk penyelesaian.
Melatih peserta untuk memecahkan masalah dengan melihat secara bertahap dari hal yang paling kecil
Melatih pengambilan keputusan secara berkelompok dan memecahkan masalah dalam situasi darurat.
Melatih pengambilan keputusan dalam suasana dan kondisi khusus dengan keterbatasan sarana komunikasi.
Melatih berpikir positif untu memecahkan masalah yang pelik dan memutuskan berdasarkan akal sehat serta tidak mudah menyerah dalam berbagai kesulitan.
Memutuskan sesuatu yang baru dan inovatif disertai pemecahan masalah secara kreatif dalam keterbatasan sarana.
Belajar menyelesaikan masalah melalui suatu penggambaran konteks secara menyeluruh dengan suatu logika alur pemikiran untuk mempermudah pemecahannya.
Membuat pemikiran lateral untuk mencari jalan keluar yang kreatif, tetapi tidak keluar dari rambu-rambu
Mengajak peserta untuk menyadari bahwa masalah baru memang terlihat sulit dipecahkan di awal, tetapi akan lebih dan mudah dipecahkan setelah beberapa kali dihadapi
Mencari pemecahan masalah selogis mungkin dari banyaknya alternatif pemecahan dari masalah yang ada.
Memberikan stimulus untuk berpikir secara komprehensif sesuai konteksnya.
Setiap perusahaan menginginkan agar keputusan yang diambil oleh Decision Maker nya selalu tepat.
Decision-making yang tepat mengakibatkan perusahaan yang mestinya gulung tikar justru bangkit lagi dan merajai pasar, contohnya adalah keputusan yang diambil oleh pimpinan perusahaan Acer, agar terus berproduksi di tengah tren yang terus merugi dan mencanangkan iklim berusaha yang baru agar terhindar dari keterpurukan bahkan mengalami kebangkitan hingga bisa menjadi market leader.
Problem-solving yang jitu bisa menyebabkan menangnya suatu perusahaan. Kata menang dalam hal ini memiliki makna Bangkit dari keterpurukan melejit ke atas jauh melebihi pesaingnya serta bisa melenggang dengan tenang ketika perusahaan sejenis lainnya sudah mulai berguguran
Pemecahan yang jitu adalah rangkaian proses belajar proses itu bisa panjang bisa juga pendek tapi tetap bisa terus berlangsung secara berkesinambungan, diantara proses yang dijalani adakalanya dirasakan muncul munculnya benturan hambatan dan kegagalan namun masih juga dalam proses tersebut muncul sebuah ide cerdas sebagai jalan keluar dan jalan menuju keberhasilan kumpulan kegagalan sukses kesulitan liku-liku dan keberhasilan yang terjadi dalam kurun waktu tertentu mampu mematangkan seorang decision maker.
Dalam menghadapi masalah orang sering melihat dan menyelesaikan pada sisi akibat dari masalahnya saja tanpa mempertimbangkan penyebab masalah, dalam permainan ini seseorang bisa merasa kaget karena apa yang diupayakan oleh Kebanyakan orang hanyalah pada permukaan nya saja artinya tidak bisa terselesaikan secara tuntas, supaya bisa menyelesaikan masalah secara tuntas sampai ke akar-akarnya, seseorang perlu menangani sebuah kasus dengan mengacu pada sumber masalahnya, juga pada kenyataannya banyak kasus serupa yang terjadi dalam operasional sebuah perusahaan atau divisi tertentu bahkan perorangan bisa mengalami masalah jika seseorang memiliki kebijaksanaan untuk melihat sebuah permasalahan, maka akan terlihat sebuah badan masalah itu terdiri dari tiga bagian yaitu penyebab masalah, bentuk masalah dan akibat masalah ,akibat masalah adalah hal yang ditimbulkan setelah masalah terjadi sifat dari akibat masalah tersebut akan muncul terus jika mata rantai pada penyebab masalah Tidak diputuskan.
Setiap orang atau anggota kelompok, memang memiliki suatu pemikiran namun jika pemikiran itu dibiarkan berkembang secara Individual yang terjadi hanyalah persaingan internal (egoisme), akhirnya ada benturan antara anggota kelompok, Kerjasama tim tidak harus memerlukan waktu lama dan ini anggota bisa saling mengungkapkan ide masing-masing, membuat konsensus atas langkah mana yang akan diambil secara bersama-sama.
Hal yang menjadi penghambat antara lain adanya anggota yang bersikeras untuk mempertahankan argumennya, ada yang pasif tetapi Banyak mengeluh, ada yang sok mengatur yang ingin menang sendiri, ada yang berusaha mengakomodir semuanya yaitu memperlambat keputusan atau memperlama suatu tindakan. Itu sebabnya diperlukan seorang leader, yang bisa mengambil tindakan tepat dan keputusan yang cepat tetapi bijak. Hal yang ideal adalah adanya perpaduan atas semua unsur yang baik dari pendapat para anggotanya sejauh mana bisa mewujudkan hal yang ideal tersebut jawabannya adalah dengan banyak melakukan praktek menjalankannya di lapangan serta mengumpulkan pengalaman empiris semakin menetapkan keputusan seseorang.
Komunikasi adalah bagian penting dalam proses pengambilan keputusan, hal semacam itulah bukan komunikasi secara intensif agar saling melengkapi data, update persoalan serta pemikiran kedepan, mengenai dampak yang mungkin terjadi jika suatu keputusan diambil
Bagaimana cara yang efektif untuk berkomunikasi dalam kondisi yang penuh pembatasan? yang bisa menjadi benang merah antara lain :
Pimpinan harus bisa mengendalikan situasi
Adanya komitmen tim
Kesadaran untuk bersedia berubah demi kebaikan bersama.
Keputusan dan pemecahan masalah adalah proses belajar artinya ada tahapan yang harus dilalui agar bisa mencapai suatu kondisi sukses level tertentu. Seorang yang bijak tentu pernah mengalami kegagalan saat memutuskan dan memecahkan masalah di masa lalu, itulah elemen dalam proses belajar.
Ada langkah-langkah yang perlu di tapaki sehingga memperoleh berbagai keberhasilan yang tentunya diselingi dengan berbagai kegagalan dan pengalaman. Kombinasi dari keberhasilan pengalaman dan kegagalan itu jika terus dibuahi dalam waktu tertentu akan bisa menghasilkan kematangan. Maturasi dalam berpikir dan bertindak akan menghasilkan kearifan dan kebijaksanaan. Proses belajar itu akan terus berlangsung selama Manusia masih beraktivitas yang dilewati dalam proses belajar itu bisa saja berasal dari masa kanak-kanak remaja pemuda dewasa dan tua.
Bagaimana jika ada orang yang tidak bersedia mengalami proses itu jawabannya sederhana saja arti dia tidak mau belajar sebagai contoh orang yang tidak mau belajar dari kesalahan yang dilakukan pada masa lalu kegagalan sampai beberapa kali.