oleh Esa Eksakti
Pernah merasa hari berlalu begitu cepat? Saat di malam hari rasanya tidak melalukan apa – apa namun sangat lelah sekali?
Jika kamu pernah merasakannya, sesekali tidak apa – apa, namun jika hampir setiap hari rasanya sama maka yuk kita perbaiki bersama dengan hidup sehat secara holistik dan berkelanjutan.
Mengapa perlu secara holistik dan berkelanjutan?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, holistik berarti
holistik a secara keseluruhan: antropologi tidak melihat manusia biologi dan manusia sosio-budaya secara terpisahpisah, melainkan secara -, sebagai satu kesatuan fenomena bio-sosial
Sedangkan berkelanjutan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berkelanjutan berarti
berkelanjutan/ber·ke·lan·jut·an/ v berlangsung terus-menerus; berkesinambungan;
Dua hal diatas dalam kehidupan sangatlah erat kaitannya satu sama lain, yang mana ketika kita melakukan gaya hidup secara holistik sejatinya kita juga menjaga keberlanjutan, sustainability.
Gaya hidup holistik sendiri bermakna menjaga keseimbangan dan keselarasan antara tubuh, pikiran, emosi dan energi dalam diri dan alam semesta. Melalui olah setiap layer tubuh yang akan membantu menyeimbangkan seluruh bagian dari diri yang pada akhirnya akan mencapai keseimbangan keselarasan baik dalam diri maupun alam sekitar. Karena energi kita dan alam juga itu sangat berkaitan. Itulah juga mengapa hal ini akan membawa kita ke sustainable living atau berkelanjutan, karena gaya hidup holistik sangat erat kaitannya dengan alam semesta.
Harapannya dengan hidup secara holistik dan berlangsung terus-menerus kita juga memiliki strong why lebih, utamanya dalam beribadah.
Nah maka dari itu yuk kita bersama – sama berprogress membuat habit secara holistik menuju hidup yang berkelanjutan!
Lalu hidup sehat secara holistik dan berkelanjutan perlu mulai darimana? mulai dari sadar!
Tanpa kesadaran tidak ada kesehatan. Mulai dari sadari diri, kenali diri, penuhi kebutuhan diri.
Masih bingung? Jangan khawatir, segera hadir Fit Glam Holistic Center yang akan membantumu kembali sadar bukan hanya kebutuhan diri tapi juga keluarga, lingkungan dan alam semesta secara berkelanjutan! Nantikan info selanjutnya ya!
oleh Ervinda Yuliatin
Dekade ini sering kita jumpai usia remaja terjangkit penyakit degeratif, berbeda dengan ‘embah buyut’ kita yang sudah sepuh namun daya tahan tubuh masih kuat. Mengapa hal ini terjadi ya? Ternyata berdasarkan survei Dr. Zaidul Akbar generasi muda saat ini mudah sekali terjangkit penyakit degeneratif disebabkan karena salah makan.
Hal ini pulalah yang memacu saya untuk menelusurinya. Mengapa anak muda sekarang mudah sekali ‘salah makan’? Saya masih memelukan studi literatur lebih lanjut terkait bidang ini. Selain menarik untuk dipelajari, hasil riset ini dapat menjadi 'jembatan' antara ilmu gizi, penyakit dan ekologi mikroba (pada manusia). Alhasil, jawabannya pun ada…
Ilmuwan menyebutkan bahwa berdasarkan hasil riset seseorang yang hanya memakan makanan yang sama setiap harinya dan dengan jumlah yang banyak akan menyebabkan jenis mikroba baik pada usus akan didominasi oleh spesies-spesies tertentu saja. Hal ini menyebabkan kemampuan mikroba baik usus yang mengeluarkan senyawa kimia alami (polifenol) menjadi rendah. Oleh karena itu, sistem pencernaan manusia tidak berjalan dengan maksimal yang mengakibatkan peluang obesitas dan penyakit degeneratif lainnya semakin tinggi.
Hal mengejutkan lainnya yang masih menjadi tanda tanya saya adalah....
Mengapa kita dianjurkan utk memakan makanan yang beragam?
Bagaimana pengaruh 'makanan yang beragam' tanpa perhitungan kalori dalam tubuh?
Apakah ada jenis makanan tertentu yang tidak boleh dikonsumsi?
Makanan apa saja yang termasuk kriteria 'Eat Diverse'?
Apakah sudah ada bukti konsep diet Microbime ini berhasil menyehatkan seseorang?
Bagaimana cara membuat meal plan yang tepat menggunakan konsep ini skala Rumah Tangga dengan menu yang sehat dan praktis
Bagaimana menghubungkan konsep ini dengan hasil pangan lokal dan mudah, murah dan terjangkau untuk diperoleh?
Tim Spector, seorang Professor di UCL Inggris menyebutkan bahwa konsep diet mikrobiom ini berbasis pada bagaimana seseorang berupaya untuk meningkatkan keragaman mikroba baik pada usus yang dapat dijadikan bioindikator kesehatan dan kebugaran seseorang. Ia menyebutkan, semakin bervariasi jenis mikroba di usus, maka semakin sehat performa seseorang. Agar mikroba di usus beragam, dapat dilakukan dengan memakan berbagai jenis buah dan sayur setiap harinya, meminimalkan makanan yang terlalu banyak olahan, tidak minum alkohol, mengkonsumsi probiotik secara berkala dan berolahraga.
Jadi disini sudah terlihat benang merahnya, ‘salah makan’ yang terjadi dikalangan anak muda saat ini berkaitan dengan pola makan yang kurang tepat dan bisa dipastikan tidak beragam. Sehingga, mikroba baik diusus bekerja ekstra untuk menangkal mikroba patogen yang jumlahnya jauh lebih banyak. Akibatnya, mikroba baik diusus tidak dapat bekerja secara optimal sehingga tidak dapat menstimulus imunitas tubuh dengan baik. Itulah mengapa, berbagai macam penyakit mudah terserang.
oleh Friska Ike Pratama
Dewasa ini, kita sudah tidak asing dengan berbagai fenomena terkait standart kecantikan di segala aspek. Banyak influencer maupun selebgram di berbagai media sosial mengkampanyekan berbagai sudut pandang, capaian standart cantik, serta tips- tips menarik menurut berbagai versi.
Sejauh mana kita sudah diterpa dengan berbagai informasi yang saat ini terus menerus hadir dengan mudah. Mana yang akan kita jadikan patokan dan apakah sesuatu tersebut akan selalu pas untuk menjadi value kita?
Semua manusia pasti akan menginginkan yang terbaik bagi dirinya, termasuk dalam hal kecantikan yang identik dengan mayoritas kaum hawa. Namun sudahkah keinginan ini juga sejalan dengan kesadaran? sesederhaana kesadaran berpikir bahwa kecantikan itu adalah hak bagi semua gender, kesadaran bahwa kecantikan itu tidak selalu identik dengan warna kulit putih, no pores, hidung mancung, dan lain-lain. penting pula kita memiliki kesadaran bahwa semua produk kecantikan yang kita gunakan demi kebaikan manusia tidak boleh juga kemudian memberikan efek buruk kepada makhluk lain maupun alam semesta.
Seringkali saat ini, marak euforia pasar lebih tertarik dengan produk yang memastikan kita bisa memperoleh standar cantik versi yang selebram maupun influencer tetapkan dengan cepat, murah dan sedang hype. Bahkan mengabaikan efek buruk dari kandungan produk tersebut bagi diri sendiri di kemudian hari, lantas kebahagian atas kecantikan apa yang bisa kita capai dengan kesadaran seperti ini? Pertanyaan mendasar sebenarnya adalah, apakah kita sudah menerima kecantikan diri kita sesuai kenginan sang Pencipta dan merawatnya dengan bersungguh- sungguh dengan cara yang baik? Atau sekedar mengikuti trend ?
Tak berhenti dari tantangan- tantangan tersebut yang harus kita hadapi, tentu penting rasanya menjadi bagian perbaikan peradaban di dunia kecantikan saat ini. Langkah termudah adalah berangkat dari kesadaran- kesadaran sederhana, dimulai dari standar cantik seperti apa yang kita inginkan dan Tuhan telah berikan kepada kita. kita dapat melangkah lebih lanjut pada kesadaran pemilihan produk- produk kecantikan yang selain baik bagi diri sendiri namun juga bahan- bahan diperoleh tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan hingga ke proses ditribusi hingga pengelolaan limbahnya.
Selain faktor- faktor eksternal tersebut, tentu kita tidak boleh melupakan persoalan internal seperti pola hidup sehat yang sesuai fitrah, beberapa contoh pola yang sebaiknya kita perhatikan adalah: pola nafas yang benar, pola konsumsi yang sehat, pola tidur berkualitas, pola olahraga sesuai kebutuhan diri, serta pola pikir yang baik.
Malang, 26 Mei 2023
oleh Defi Sulistyana
Isu lingkungan dalam satu dekade ini semakin menghangat. Banyak praktisi dan pemerhati
yang semakin konsen dalam hal penanganan lingkungan agar semakin ramah terhadap tubuh
kita.
Banyak hal yang menjadi pencetus buruknya lingkungan saat ini, hal yang paling besar adalah
sisa bahan rumah tangga yang jumlahnya bisa jutaan ton setiap hari, juga tercemarnya air
karena bahan rumah tangga, seperti sabun cuci, pewangi, pembersih rumah, dan juga sabun
serta sampo yang kita gunakan setiap hari untuk satu keluarga.
Penggunaan sabun organik, menjadi salah satu langkah menangani tercemarnya air di
lingkungan kita. Sabun merupakan pembersih kulit dari kotoran dan debu yang dihasilkan dari
aktivitas sehari-hari. Akan tetapi, sebagian besar sabun yang beredar di pasaran saat ini adalah
sabun dengan kandungan bahan kimia sintetis, bahan inilah yang berdampak mencemari
lingkungan, dan bisa juga menjadi salah satu faktor timbulnya masalah pada kulit seseorang
yang sensitif terhadap salah satu bahan kimia sintetis tersebut.
Indonesia merupakan negara tropis dengan segudang kekayaan alam yang ada di dalamnya, hal
ini menguntungkan karena bisa kita gunakan untuk keperluan bahan-bahan alami dalam proses
pembuatan sabun organik.
Pada dasarnya, pembuatan sabun adalah dengan menggabungkan larutan alkali dan minyak
nabati. Hal ini disebut dengan proses reaksi saponifikasi, yaitu sebuah reaksi hidrolisis asam
lemak (minyak nabati) terhadap larutan alkali dari basa kuat (KOH ataupun NaOH) yang
dilarutkan dalam air aquades, yang kemudian akan menghasilkan sabun (garam natrium dari
asam lemak). Minyak Nabati bisa kita dapatkan bebas di toko, baik itu minyak zaitun, minyak
kelapa, minyak sawit, dan banyak lagi. Sedangkan untuk menambah fungsi dari sabun tersebut
sesuai dengan kebutuhan kulit, kita bisa menambahkan bahan alami lain di dalamnya.
Dengan membuat sabun organik sendiri, kita bisa memanfaatkan keanekaragaman hayati yang
ada di lingkungan kita, serta residunya tidak akan mencemari lingkungan.
dalam satu dekade ini semakin menghangat. Banyak praktisi dan pemerhati yang semakin
konsen dalam hal penanganan lingkungan agar semakin ramah terhadap tubuh kita. Banyak hal
yang menjadi pencetus buruknya lingkungan saat ini, hal yang paling besar adalah sisa bahan
rumah tangga yang jumlahnya bisa jutaan ton setiap hari, juga tercemarnya air karena bahan
rumah tangga, seperti sabun cuci, pewangi, pembersih rumah, dan juga sabun serta sampo yang
kita gunakan setiap hari untuk satu keluarga.
Penggunaan sabun organik, menjadi salah satu langkah menangani tercemarnya air di
lingkungan kita. Sabun merupakan pembersih kulit dari kotoran dan debu yang dihasilkan dari
aktivitas sehari-hari yang menempel dan menumpuk di permukaan kulit kita. Akan tetapi,
sebagian besar sabun yang beredar di pasaran saat ini adalah sabun dengan kandungan bahan
kimia sintetis, bahan inilah yang berdampak mencemari lingkungan, dan bisa juga menjadi
salah satu faktor timbulnya masalah pada kulit seseorang yang sensitif terhadap salah satu
bahan kimia sintetis tersebut.
Indonesia merupakan negara tropis dengan segudang kekayaan alam yang ada di dalamnya, hal
ini menguntungkan karena bisa kita gunakan untuk keperluan bahan-bahan alami dalam proses
pembuatan sabun organik.
Pada dasarnya, pembuatan sabun adalah dengan menggabungkan larutan alkali dan minyak
nabati. Hal ini disebut dengan proses reaksi saponifikasi, yaitu sebuah reaksi hidrolisis asam
lemak (minyak nabati) terhadap larutan alkali dari basa kuat (KOH ataupun NaOH) yang
dilarutkan dalam air aquades, yang kemudian akan menghasilkan sabun (garam natrium dari
asam lemak). Minyak Nabati bisa kita dapatkan bebas di toko, baik itu minyak zaitun, minyak
kelapa, minyak sawit, dan banyak lagi. Sedangkan untuk menambah fungsi dari sabun tersebut
sesuai dengan kebutuhan kulit, kita bisa menambahkan bahan alami lain di dalamnya.
Dengan membuat sabun organik sendiri, kita bisa memanfaatkan keanekaragaman hayati yang
ada di lingkungan kita, serta residunya tidak akan mencemari lingkungan.
oleh Dewi Nurhasanah
Siapa yang tak kenal zumba? Olahraga yang banyak diminati oleh para perempuan ini masih digandrungi hingga kini. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah gerakannya mudah dan bisa diikuti oleh beragam usia.
Zumba pertama kali diperkenalkan oleh Alberto Perez atau biasa disebut Beto, seorang instruktur fitness asal Colombia yang menggabungkan gerakan dasar aerobik dan tari yang berasal dari negara-negara di Amerika latin, oleh karena itulah lagu-lagu yang dibawakan zumba sebagian besar lagu latin. Walau demikian, hal itu tak menjadi halangan bagi masyarakat Indonesia, karena musik itu bersifat universal. Selain lagu latin, banyak pula yg menggunakan lagu internasional sebagai lagu pengantar zumba, bahkan lagu dangdut pun termasuk ke dalam salah satu lagu yang diakui secara internasional.
Peminat zumba masih didominasi oleh kaum perempuan,terutama ibu muda. Walau demikian, tak menjadikan kaum adam merasa tersingkir, banyak juga di antara mereka yang menyukai olahraga ini, bahkan banyak pula yang menjadi instruktur nya. Hal itulah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum hawa.
Olahraga ini bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Pada pagi hari, sore, atau malam hari tetap bisa. Tak ada larangan. Untuk durasi, biasanya dilakukan selama satu jam. Jika masih belum kuat berolahraga selama satu jam nonstop, maka bisa disesuaikan dengan ketahanan tubuhnya saja.
Selain membuat tubuh kita sehat, zumba juga memberikan garansi bahwa mental kita akan sehat. Bagaimana tidak, dengan bergerak bersama teman, dengan musik yg fun dan ditunjang dengan instruktur yang interaktif bisa membuat kita tertawa gembira. Tak ada perlombaan dalam zumba, jadi tak ada istilah dia lebih baik dari saya, dan sebaliknya. Hal inilah yang membuat orang lain merasa senang melakukan zumba. Selain itu, ketika olahraga tubuh kita mengeluarkan hormon endorfin yang membuat tubuh merasa senang. Sehingga bukan hanya sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara mental akan kita dapatkan.
Dengan banyaknya manfaat yang didapatkan dari zumba, tak heran sampai kini kelas-kelas zumba selalu ramai diminati banyak orang. Hampir setiap tempat fitness terdapat kelas zumba. Di lapangan-lapangan pun banyak juga diadakan kelas zumba bahkan zumba party. Zumba bisa menjadi pilihan olahraga bagi yang ingin memulai olahraga.
oleh Bintan Fajar Islamy
Bekam merupakan salahsatu perawatan kesehatan tertua di dunia. Dahulu Rasulullah SAW menganjurkan kepada ummatnya untuk melakukan bekam bahkan setiap bulannya. Setiap anjuran Rasulullaah selalu memberikan kemashlahatan, begitupun dengan anjuran bekam ini.
Sudah banyak peneletian-penelitian yang menunjukan bahwa bekam menjadi solusi yang sangat dianjurkan. Berikut terdapat 4 alasan bagaimana bekam menjadi solusi kesehatan, yaitu:
1. Peningkatan daya tahan tubuh (promotif)
Sejak virus covid-19 menyebar di seluruh negeri pada tahun 2019, masyakat mulai merasa panik dan cemas terhadap situasi tersebut. Masyarakat mulai mencari cara untuk menghentikan penyebaran virus, salahsatunya dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Dan dokter zaidul akbar dalam chanel youtubenya sempat menjelaskan bahwa bekam bisa menjadi solusi di situasi pandemi untuk meningktakan sistem imunitas masyarakat.
Terapi bekam bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh, bagaimana caranya? Dengan kita berbekam dapat membantu meningkatkan sistem limfatik, yang berfungsi untuk membuang racun dan sisa metabolisme tubuh. Sistem limfatik merupakan salahsatu satu pemeran kunci dalam respon kekebalan tubuh. sistem limfatik ini pun mengandung cairan berisi sel darah putih yang membantu dalam melawan infeksi dan penyakit. Dan setelah empat belas hari pasca bekam, terjadi peningkatan elastisitas spektrin yang dapat menstimulasi kerja sistem kekebalan tubuh, yang disebut juga Natural Killer cell (sel pembunuh alami).
2. Pencegahan penyakit (preventif)
Pada sebuah penelitian ilmiah menjelaskan ternyata pada darah bekam yang keluar didapati sedikit sel darah putih, kebanyakan mengandung sel darah merah yang sudah tidak dibutuhkan lagi, karena sudah tidak berfungsi normal yang dapat menggaggu kinerja sel lain. Dan masih banyak penelitian yang menguatkan manfaat bekam terhadap pencegahan penyakit, slahsatunya pada artikel ilmiahnya Irawan (2012), dengan tindakan bekam terjadi peningkatan pembersihan plasma darah dari material-material penyebab penyakit, seperti radikal bebas, kolestrol, dan zat-zat berbahaya lainnya.
3. Penyembuhan penyakit (kuratif)
Ada satu artikel ilmiah yang salahsatunya penelitiannya adalah mengambil data terhadap 100 responden yang melakukan terapi bekam untuk pengobatan penyakit. Hasilnya adalah dari jumlah initerdapat 84% responden berpendapat bahwa setelah menjalani terapi sakit yang dirasakan berkurang dan tubuh menjadi lebih nyaman. Pada 10% responden menyatakan sakit yang dirasakan menjadi sembuh, sedangkan 4% menjawab sakit tidak berkurang tetapi tubuh menjadi nyaman. Dari responden yang menyatakan penyakitnya sembuh total menggunakan terapi bekam untuk pengobatan sakit kepala, masuk angin, flek pada paru, ISPA, dan TBC ataupun untuk mengatasi gejala-gejala seperti pegal-pegal dan kaku pada persendian.
Referensi:
- Irawan H, A. S. (2012) ‘Pengaruh terapi bekam terhadap penurunan tekanan darah pada klien hipertensi.’, Jurnal Ilmu Kesehatan.
-Damayanti et al. 2012. Profil Penggunaan Terapi Bekam di Kabupaten/Kota Bandung Ditinjau Dari Aspek Demografi, Riwayat Penyakit, dan Profil Hematologi. Acta Pharmaceutica Indonesia, Vol. XXXVII, No. 3.