Klepon Wonosari, Kediri – Klepon adalah makanan tradisional yang masih eksis dan terkenal hingga saat ini. Ukuran klepon kecil dan bentuknya bulat. Klepon memiliki warna hijau dan dilengkapi dengan taburan kelapa di atasnya yang tentu saja rasanya gurih. Warna hijau dari klepon sendiri berasal dari daun suji atau daun pandan.
Klepon berisi gula merah yang lumer dan meleleh ketika digigit. Rasa klepon adalah manis dan gurih, manis karena rasa gula merah dan gurih karena taburan kelapanya. Tekstur klepon sangat kenyal. Tekstur kenyal dari klepon tersebut berasal dari gelatinisasi tepung.
Klepon sendiri sangat mudah untuk ditemui, baik di pasar tradisional maupun di toko penjual kue. Klepon juga terkenal di negara-negara lain, seperti Singapura, Malaysia dan Belanda. Klepon di luar negeri dikenal sebagai camilan atau street food.
Klepon merupakan warisan budaya nusantara dan telah tercantum di dalam buku yang ditulis Bessire yang berjudul Local Development Heritage: Traditional Food and Cuisine as Tourist Attractions in Rural Areas (1998).
Klepon telah ada sejak 1950. Ini dibuktikan dengan adanya tulisan Dalam buku Indisch leven in Nederland (2006) yang dimiliki oleh J. M. Meulenhoff.
Kue klepon sendiri pertama kali diperkenalkan oleh orang asal Pasuruan, Jawa Timur. Sejak saat itulah klepon menjadi salah satu menu yang ditawarkan di restoran-restoran Indonesia-Belanda.
Memang klepon bukanlah makanan khas Kediri, dan Kediri sangat terkenal dengan makanan khasnya yang lezat yaitu tahu dan gethuk. Namun di Kediri terdapat klepon yang sangat terkenal akan rasanya yang lezat. Dikenal dengan nama “Klepon Wonosari.”
Disebut Klepon Wonosari karena penjual klepon tersebut berada di Desa Wonosari, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Resepnya sudah ada sejak tahun 1970. Jadi bisa dikatakan Klepon Wonosari ini sangatlah legendaris.