Salah satu tempat wisata di Kediri yang paling populer adalah Monumen Simpang Lima atau Simpang Gumul. Tugu ini sebenarnya merupakan ikon kota Kediri. Paris berhasil menarik wisatawan untuk melihat replika monumen di Prancis karena bentuknya yang mirip dengan monumen L’Arch De Triomphe.
Tempat wisata ini tidak hanya membuat kita terpesona karena keindahan bunga mataharinya, tetapi juga karena fasilitasnya yang lengkap. Biaya masuknya juga murah dan semakin menarik minat wisatawan. Bagi anda yang tertarik untuk mengunjungi objek wisata di Jalan Selomangleng 143, Mojoroto, Kediri di Taman Bunga Matahari.
Tahukah Anda bahwa di daerah pegunungan kota Kediri masih tergolong kota. Karenanya kota ini memiliki udara yang sejuk dan dikelilingi oleh sejumlah gunung, termasuk Gunung Maskumambang. Anda bisa melihat jajaran bukit di sekitar gunung yang tidak terlalu tinggi. dan Anda juga bisa memanjat untuk melihat dan melihat tangga di tempat ini. Keindahan pemandangan gunung lebih leluasa. Keindahan Kediri dari atas juga bisa dilihat. Matahari terbit dan terbenam di tempat ini sangat direkomendasikan.
Kata klotok adalah gunung yang terbuat dari tumpukan ikan asin yang tak terbayangkan rasa laparnya. 6. Nama Klotok itu sendiri, bagaimanapun, adalah ekstensi Klo + Tok. Artinya gunung yang berbahaya dalam bahasa Jawa kuno, berasal dari orang tua yang saat ini mewariskannya kepada keturunannya. Namun tidak ada salahnya anda berkunjung sebagai pendatang baru yang ingin mengunjungi tempat ini dan memahaminya. Jaga norma kesopanan dan hormati semua aturan yang berlaku di situs. Anda akan melihat sawah dan pedesaan di kaki gunung di puncak gunung ini.
Gunung Kelud masih aktif sebagai jenis gunung berapi saat ini. Karena aktivitas vulkanik gunung ini masih meletus kemarin pada tahun 2014. Namun semua gunung ini memiliki pemandangan yang indah di belakangnya, dan tidak lebih rendah dari gunung lainnya. Letusan gunung merupakan berkah sekaligus malapetaka bagi penduduk gunung. Musibahnya adalah ketika terjadi letusan maka akan terjadi lahar panas dan efeknya akan menimbulkan asap beracun.Sementara itu, di sisi hadiah, efeknya akan lebih subur dan hijau, mengikuti letusan.
Air Terjun Dolo di ketinggian lebih dari 1500 meter di atas permukaan laut menjadi objek wisata selanjutnya di Kediri. Air terjun ini berada di Gunung Wilis. Karena air terjun ini sendiri memiliki tinggi hingga 125 meter dan dapat diturunkan dari air terjun ke tanah. Semakin tinggi muka air terhadap tanah maka semakin banyak embun dan endapan air yang dihasilkan sebagai akibat dari pengaruh jatuhnya air, dapat dikatakan cukup tinggi. Ketika Anda mengunjungi tempat ini, Anda ingin menikmati air yang menyentuh tubuh Anda. Anda tidak harus mendekati air, Anda akan merasakan air langsung menerpa Anda.
Situs ini sudah terkenal dengan keindahannya dan salah satu air terjunnya di Kediri. Saat liburan tiba, tempat ini sangat ramai dikunjungi wisatawan. Butiran halus halus dihasilkan oleh air yang mengalir dari atas yang mencapai kulit Anda saat Anda menginjakkan kaki di tempat ini. Selain itu, tempat ini juga dikelilingi oleh pepohonan yang masih asri. Selain itu, sejumlah fasilitas olahraga, seperti jogging track, camping calon pengantin, dan masih banyak lagi telah disediakan.
Kediri juga terkenal dengan wisata religinya yang begitu memikat bagi yang belum tahu. Salah satunya adalah Gereja Puhsarang Kediri, wisata religi. Romo Jan Waolters dan Henri Mclaine Pont membangun gereja pada tahun 1936 di Desa Pohsarang. Konon katanya, dua tokoh tersebut berhasil memadukan arsitek Jawa dengan simbolisme Katekese Katolik.
Bukit Ongakan menawarkan panorama alam yang indah atau sering disebut dengan Kura Kura Bukti. Aneka dedaunan hijau pepohonan menutupi bukit ini. Suasananya sangat sejuk, dan pemandangannya indah, ideal untuk fotografi. Ini akan membuat liburan Anda lebih menyenangkan dan mengasyikkan.
Candi Surowono merupakan sebuah candi Hindu dari jaman Kerajaan Majapahit, berukuran kecil namun dengan relief cantik, yang berada di Desa Canggu, Kecamatan Pare, ± 28 Km dari Kota Kediri atau 105 km (2,5 jam) dari Surabaya. Candi Surowono diperkirakan dibangun pada tahun 1390 M sebagai tempat pendharmaan bagi Wijayarajasa, Bhre Wengker.
Wisata pertama ada Museum Airlangga. Museum Airlangga adalah tempat pertama yang cocok bagi anda untuk mengenal berbagai benda peninggalan sejarah. Di dalam destinasi ini, anda bisa menemukan berbagai barang peninggalan zaman Kerajaan Mataram Hindu. Objek wisata tersebut dulunya dibuka pada tahun 1992 dan masih beroperasi hingga saat ini.Meskipun desain bangunannya dari luar terlihat sederhana, di dalamnya terdapat kurang lebih 118 koleksi artefak yang didominasi oleh arca dan yoni. Salah satu benda yang paling populer di museum tersebut adalah Arca Siwa yang berada di ruang utama candi. Arca ini bisa anda lihat dengan membayar biaya yang terjangkau karena tiket masuknya hanya sekitar 1000 rupiah saja.