Building Context: Ini akan sangat menentukan pemahaman dan kemampuan peserta menggunakan fungsi-fungsi bahasa Inggris dalam konteks/situasi yang tepat. Bentuknya bisa berupa gambar, miming, dll.
Checking Vocabulary: Sangat penting untuk dilakukan, untuk memberikan kesempatan kepada siswa yang sudah bisa menunjukkan skill nya, dan tentunya membantu peserta lain menambah perbendaharaan.
Elicitation: Kata atau kalimat tidak diberikan begitu saja kepada peserta tapi menggunakan teknik tertentu yang kemudian membuat peserta bisa memproduksi sesuai dengan fungsi bahasa yang sedang dipelajari.
Error correction: Pembetulan dilakukan setidaknya dengan 2 metode; finger correction, peer correction. Ini sangat krusial karena kesalahan dalam mengkoreksi akan menurunkan mood peserta.
Standarization: Setiap kata dan ekspresi harus distandarisasi, maksudnya adalah setiap peserta diharapkan mampu menggunakan dan mengucapkan kata dan kalimat dalam bahasa Inggris dengan benar dan akurat.
Drilling: Tahap ini juga sangat esensial karena menjadi tahap pertama penggunaan fungsi bahasa secara mandiri oleh peserta.
Boardstaging: Pengajar menuliskan catatan di papan tulis yang merupakan rangkuman singkat dari setiap materi ajar yang kemudian disalin oleh peserta.
Practice : Terdiri dari 2 jenis; Controlled practice dan Free practice yang bisa bersifat Individual, pair work, group work, class work.
Games: Ini adalah permainan educative yang berhubungan langsung dengan materi yang dipelajari atau review, dengan tujuan menggunakan bahasa Inggris secara lebih santai dan diharapkan mampu menjaga mood peserta.