SELAMAT BELAJAR !
SELAMAT BELAJAR !
Agar modul ini dapat digunakan secara maksimal dan capaian pembelajaran yang diharapkan dapat terlaksana, maka peserta didik melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
Pelajari dan pahami peta konsep yang disajikan pada halaman awal e-modul
Pelajari dan pahami capaian dan tujuan yang ingin dicapai melalui e-modul
Pelajari uraian materi secara sistematis dan mendalam pada setiap kegiatan pembelajaran agar lebih memahami materi
Diskusikan dengan guru atau teman jika mengalami kesulitan dalam melakukan pemahaman materi
Ikuti semua tahapan yang ada pada e-modul
E-modul ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai integrasi antara makanan tradisional tiwul dengan konsep kimia biopolimer serta pendekatan etnosains. Tiwul, sebagai makanan tradisional yang berasal dari daerah Jawa dan Madura, terbuat dari singkong yang diolah menjadi produk yang kaya akan karbohidrat dan memiliki kandungan gizi yang sangat baik. Dalam konteks ini, tiwul tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan lokal yang bernilai ekonomis, tetapi juga memiliki potensi untuk dipahami lebih dalam melalui perspektif kimia dan ilmu pengetahuan. Modul ini bertujuan untuk mengajak peserta didik untuk mempelajari tidak hanya komposisi kimia dari tiwul, yang melibatkan berbagai biopolimer alami seperti pati, selulosa, dan lignin, tetapi juga memahami bagaimana masyarakat lokal telah mengembangkan cara-cara pengolahan tiwul yang berhubungan erat dengan prinsip-prinsip sains yang berlaku. Kearifan lokal ini, yang tercermin dalam cara-cara pengolahan tradisional yang dilakukan secara turun temurun, menjadi sangat relevan ketika dipandang dari sudut pandang ilmiah, di mana proses-proses tersebut tidak hanya sekadar hasil kebiasaan, tetapi juga merupakan penerapan pengetahuan alami tentang sifat-sifat bahan yang digunakan dan cara terbaik untuk mengolahnya. Dengan demikian, modul ini tidak hanya mengajarkan peserta didik tentang ilmu kimia dan biopolimer, tetapi juga memperkenalkan mereka pada pentingnya menghargai dan memanfaatkan pengetahuan lokal yang kaya akan pengalaman dan inovasi dalam menghadapi tantangan keberlanjutan pangan.
Memahami Memahai struktur dan fungsi biopolimer
Mengintegrasikan konsep ilmiah dengan budaya lokal
Setelah melakukan pembelajaran siswa diharapkan mampu untuk:
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat menjelaskan konsep biopolimer serta peran pati dalam bahan makanan seperti tiwul, melalui diskusi dan analisis sumber belajar, dengan minimal 80% ketepatan dalam kuis atau tes pemahaman.
Setelah melakukan eksperimen sederhana, peserta didik mampu mengidentifikasi kandungan pati dalam tiwul serta melakukan uji iodin untuk melihat perubahan warna sebagai indikator keberadaan pati, dengan mengikuti langkah-langkah praktikum yang telah ditentukan, dan mendokumentasikan hasil pengamatan secara sistematis dalam laporan praktikum.
Setelah memahami konsep biopolimer dalam makanan lokal, peserta didik mampu menghargai keberagaman pangan tradisional seperti tiwul dan memahami manfaatnya sebagai sumber karbohidrat alternatif, dengan menyampaikan pendapatnya dalam diskusi kelas dan refleksi tertulis, serta menunjukkan sikap positif dalam menghormati kearifan lokal dengan menyusun esai atau infografis edukatif.
Materi pembelajaran mencakup :
Pengertian biopolimer dan jenis-jenisnya
Struktur pati dalam singkong (amilosa dan amilopeketin)
Proses pembuatan tiwul dan kaitannya dengan konsep gelatinisasi
Pengujian pati dengan uji iodin
Pendekatan etnosains menghubungkan sains modern dengan praktik budaya tradisional, seperti proses pembuatan makanan khas dengan mempelajari pembuatan tiwul, peserta didik tidak hanya memahami konsep biopolimer, tetapi juga menghargai kearifan lokal sebagai bagian dari identitas mereka.
PETA KONSEP