Nama harian media cetak di antaranya seperti :
kompas, pikiran rakyat, Tribun Jabar, Tempo, Radar Cianjur , Ekspress , Sindo , dll
Berita daring di media elektronik , Hp , laptop , Radio, Komputer dan TV
Kalian telah mengenal perbedaan bacaan berita cetak, digital, dan audiovisual. Tentu terdapat pula persamaan di antara ketiga jenis bacaan
Berita berarti ‘kabar’ atau ‘warta’. Jadi, berita adalah teks yang berisi kabar terkini tentang sebuah peristiwa yang terjadi di suatu tempat. Objek liputan berita adalah peristiwa terkini yang mungkin tak terancang sebelumnya, misalnya peristiwa letusan Gunung Merapi. Tidak ada seorang manusia pun yang tahu bahwa hari itu Gunung Merapi meletus, bukan ?
Unsur Teks Berita Berita cetak, digital, dan audiovisual sama-sama memiliki unsur sebagai berikut.
1. Judul Berita
Judul berita menggambarkan isi pokok berita dan menarik perhatian pembaca. Penulis berita harus benar-benar lihai mengemas judul. a. Unik, Peringatan Jam Bumi di Media Sosial Bhinneka Persada b. Mencegah Memburuknya Gejala Konsumerisme pada Remaja c. Komunitas Kelana Bumi Gelar Malam Keakraban di Puncak Semeru2. Teras Berita
Teras berita berisi pokok peristiwa yang akan diberitakan. Biasanya, dalam bagian ini tergambar: apa, di mana, kapan, siapa, bagaimana peristiwa terjadi (biasa disingkat dengan ADIKSIMBA). Teras berita merupakan bagian terpenting karena bagian ini memuat isi pokok sebuah berita. Tim OSIS SMP Bhinneka Persada menggelar peringatan Jam Bumi pada hari Sabtu, 28 Maret 2020 dengan unik dan berbeda melalui akun Instagram mereka @Bhinneka Persada. “Selain melibatkan seluruh pihak sekolah, kami juga ingin menjangkau masyarakat luas dengan memanfaatkan media sosial,” ujar Adit, Ketua OSIS SMP Bhinneka Persada.3. Isi Berita
Bagian isi berita merupakan bagian uraian berita. Dalam bagian ini, penulis menerangkan peristiwa yang ia beritakan.
Earth Hour atau Jam Bumi adalah sebuah simbol solidaritas kepada planet Bumi. Aksi mematikan lampu atau benda-benda elektronik selama satu jam ini pertama kali dimulai pada tahun 2004 dan kini terus berkembang di 187 negara dan diikuti lebih dari 7.000 kota, tak ketinggalan di Kota Bandung. Mengambil tema “Sayang Bumi Berawal dari Diri”, tim OSIS selaku panitia peringatan Jam Bumi mengadakan serangkaian kampanye virtual yang berlangsung selama dua minggu. Kampanye virtual ini dapat diikuti oleh seluruh siswa sekolah Bhinneka Persada, guru, maupun karyawan sekolah di aplikasi InstagramMenelaah Unsur Kebahasaan dalam Teks Berita
Kupas Teori Kalimat dalam berita umumnya adalah kalimat yang memberitahukan sesuatu. Dalam penulisannya, biasanya diakhiri dengan tanda titik (.) dan dalam pelafalannya dilakukan dengan intonasi menurun.
Dalam sebuah berita yang menceritakan proses terjadinya sesuatu (eksplanasi), kalian akan menemukan:
1. kalimat tunggal; kalimat yang hanya memiliki satu klausa.
Contoh: Polisi menjaga gedung Balai Kota sejak pagi.
2. kalimat majemuk; kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih.
Contoh: Ketika presiden datang, para polisi berpatroli di sekitar kawasan Jalan Merdeka, Bandung.
3. konjungsi atau kata penghubung yang bermakna kronologis, seperti kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya.
Contoh: Polisi memeriksa laboratorium yang terbakar, kemudian mereka melakukan wawancara kepada para saksi.
4. konjungsi kausalitas, seperti sebab, karena, oleh sebab itu.
Contoh: Kebakaran diduga terjadi karena kebocoran tabung gas. Namun, polisi masih terus melakukan penyelidikan. Oleh sebab itu, laboratorium akan ditutup selama satu bulan ke depan.
5. kata ganti atau promina yang merujuk pada kejadian yang dijelaskan, yang bukan merupakan persona.
Oleh karena itu, kata ganti yang digunakan adalah kata tunjuk ini, itu, tersebut dan bukan kata ganti orang, seperti ia, dia, mereka.
Contoh: Bencana tanah longsor terjadi di kota Sumedang kemarin malam. Peristiwa ini terjadi akibat hujan deras yang turun sejak pagi.