Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Diklat Kehutanan Tabo-Tabo merupakan salah satu kawasan yang berfungsi sebagai sarana pendidikan, penelitian, pelatihan, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan. Wilayah KHDTK Diklat Kehutanan Tabo Tabo termasuk Desa Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan. KHDTK Tabo-Tabo ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Kehutanan No. 041/Kpts/DJ/I/1980, yang saat itu disebut kawasan hutan diklat Tabo-Tabo.
KHDTK Diklat Kehutanan Tabo-Tabo memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan sebagai kawasan ekoeduwisata. Hal ini didukung oleh keberadaan berbagai objek wisata alam, seperti camping ground, Air Terjun Tinjo Bali, Tangga Pelangi, serta sembilan jalur tracking yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi, pendidikan, dan penelitian.
Tangga pelangi Tabo-Tabo adalah salah satu destinasi wisata alam yang terletak di KHDK Diklat Kehutanan Tabo-Tabo atau yang dulunya bernama Balai Diklat Kehutanan (BDK), Desa Tabo-Tabo, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Tempat ini memadukan keindahan alam dan juga permandian air sungai yang di mana tempat nya ada sebuah tangga besar yang di lalui air jernih dari pegunungan. Karena airnya berasal dari pegunungan, jadi airnya jernih dan segar bahkan di siang hari yang terik, selain itu tempat ini di kelilingi Kawasan hutan yang penuh dengan pepohonan yang menambah kesejukan tempat wisata tangga pelangi menjadi pilihan pengunjung di akhir pekan.
Camping Ground Rimakka, salah satu spot berkemah yang sedang dikembangkan oleh KHDTK Diklat Kehutanan Tabo-Tabo dengan KTH Deswita. Camping Ground ini terletak di dua tempat, pertama di atas permandian Tangga Pelangi dan kedua berada di dekat area gerbang. Camping Ground Rimakka memiliki suasana yang tenang dan berada di area tegakan, cocok untuk teman-teman yang sedang mencari ketenangan di dunia yang penuh kebisingan.
Nama "Tinjo Bali" berasal dari bahasa Bugis yang berarti "memantau musuh," karena dulunya tempat ini merupakan lokasi persembunyian dan strategi para pejuang. Akses menuju air terjun memakan waktu sekitar 20 menit berjalan kaki dari aula KHDTK Diklat Kehutanan tabo-tabo dengan menyusuri jalan setapak di jalur tracking 3, dikelilingi oleh pepohonan hutan yang asri.
KHDTK Diklat Kehutanan Tabo-Tabo memiliki jalur tracking dan ekowisata yang populer untuk kegiatan alam dan edukasi. Area ini menawarkan pemandangan perbukitan dan dilengkapi dengan fasilitas jalur petualangan. Sepanjang rute tracking, Anda disuguhkan dengan panorama alam yang unik, potensi air terjun, penangkaran flora-fauna (seperti monyet hitam Sulawesi/Macaca maura), dan berbagai spot penelitian.
Demplot lebah madu berfokus pada budidaya lebah madu kelulut/klanceng (Trigona spp.). Dilengkapi dengan area penyiapan pakan lebah dan stup (kotak sarang) sekitar 40 stup. Tujuan demplot KHDTK Diklat Kehutanan Tabo-tabo digunakan untuk melatih masyarakat (pelatihan) dan generasi muda dalam teknik budidaya, pemanenan, penyiapan pakan, hingga strategi pemasaran.
Rumah Produksi Gula Semut KHDTK Diklat Kehutanan Tabo-Tabo adalah salah satu sarana pembuatan gula semut oleh KTH yang binaan BP2SDM Wilayah VI. Di sini di sediakan alat yang membantu KTH untuk lenih mudah dala pembuatan gula semut, dan alat yang di sediakan antara lain ada tungku, kuali, saringan, wadah, spatula, timbangan, dan Oven serta alat pendukung lainnya. Rumah Gula Semut ini disedikan oleh KHDTK untuk membantu KTH binaan BP2SDM Wilayah VI danjuga di jadikan salah satu spot Ecoeduwisata, dimana kita menjadikan proses pembuatan gula semut menjadi wisata sekaligus Edukasi untuk pengunjung.
Informasi selanjutnya dapat dilhat pada sosial media kami !😉