Simplicity (Kesederhanaan) merupakan suatu keadaan, kondisi, maupun bentuk dimana meringkas segala sesuatu yang ada menjadi lebih sederhana sekaligus bermakna. Berbanding terbalik dengan sesuatu yang kompleks, simplicity berupaya meminimalisir informasi sepadat dan seakurat mungkin sehingga audiens menerima dengan cepat.

Dalam proses desain, simplicity pada suatu karya dapat dikatakan berhasil jika bukan hanya audiens menerima dengan cepat pesan kita, namun dengan nilai simplicity pada karya kita audiens dapat meresapi makna dibalik karya yang sesungguhnya memiliki makna mendalam tidak seringkas tampilannya. Dengan penerapan simplicity yang tepat, bukan berarti seorang desainer tidak dapat mengolah karyanya, malas, atau memiliki kemampuan yang terbatas dalam memakai software.

Simplicity pada penerapannya membutuhkan kematangan desainer, baik itu secara teoritis maupun praktis. Dalam karya simplicity, desainer bukan menghapus prinsip-prinsip desain yang begitu rumit, melainkan tetap memegang teguh dalam berkarya. Seperti misalnya balance dalam sebuah sebuah karya, bukan hanya pada desain yang kompleks saja teori ini dapat diterapkan. Disini simplicity bukan berarti sebuah desain yang hanya terlihat minim, bersih, dan sederhana, sebuah desain yang rumit pun dalam suatu pengolahan dapat dikatakan desain yang bernilai simplicity. Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong white space dan tidak menggunakan terlalu banyak unsur-unsur commit to user hiasan atau aksesoris. Seperti yang penulis terapkan ketika membuat umbul- umbul untuk branding pada suatu event, penulis mendesain umbul-umbul dengan sederhana agar pesan yang disampaikan mudah untuk diterima oleh komunikan karena menurut sifatnya umbul-umbul dilihat hanya sekilas saja.