Penyakit Gula, atau nama medisnya Diabetes Melitus (DM), adalah kondisi saat gula dalam darah kita terlalu tinggi. Ini seperti gula menumpuk dan merusak "mesin" tubuh kita perlahan-lahan.
Puskesmas Benjeng mengajak seluruh warga untuk mengenali penyakit ini lebih dekat, supaya bisa dicegah dan dikendalikan bersama.
Seringkali, gejala penyakit gula muncul bertahap. Waspadalah jika Anda atau keluarga mengalami Tiga P berikut:
Sering Buang Air Kecil (Beser): Terutama di malam hari. Ini terjadi karena gula yang menumpuk ditarik keluar oleh ginjal bersama banyak air.
Sering Haus (Minum Terus): Karena cairan banyak terbuang saat kencing, tubuh cepat dehidrasi, sehingga Anda merasa haus terus.
Sering Lapar (Makan Terus): Walaupun sudah makan, badan tidak bisa menggunakan gula sebagai sumber tenaga utama dengan baik. Akibatnya, sel-sel tubuh terus "kelaparan" dan Anda jadi cepat lapar lagi.
Tanda Lain yang Wajib Diperhatikan:
Berat badan turun drastis tanpa sebab.
Luka kecil lama sekali sembuh.
Mata mulai kabur dan penglihatan tidak jelas.
Sering kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki.
Penyakit Gula adalah penyakit "perusak". Jika gula darah dibiarkan tinggi terus, ini yang bisa terjadi pada organ penting Anda:
Jantung dan Stroke: Pembuluh darah di jantung dan otak jadi kaku dan rusak. Ini sangat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Cuci Darah: Ginjal dipaksa bekerja terlalu keras membuang gula, hingga akhirnya rusak parah dan harus cuci darah seumur hidup.
Kebutaan: Pembuluh darah kecil di mata rusak dan bisa menyebabkan hilangnya penglihatan.
Amputasi Kaki: Saraf di kaki bisa rusak (kebas), sehingga luka di kaki tidak terasa, membusuk, dan seringkali harus diamputasi (dipotong).
Bagi Anda yang sudah menderita Penyakit Gula, atau ingin mencegahnya, ingat tiga kunci sederhana ini:
Cek Tensi: Jangan hanya cek saat sakit. Lakukan pemeriksaan gula darah secara berkala di Puskesmas Benjeng untuk memantau angka Anda.
Obat Wajib: Minum obat dari dokter setiap hari sesuai dosis. Jangan pernah berhenti atau mengurangi obat tanpa izin dokter, walau gula darah sudah terasa turun.
Ini adalah kunci paling penting untuk mengontrol gula darah:
Kurangi Nasi, Ganti Sumber Karbohidrat: Ganti nasi putih dengan nasi merah, kentang, singkong, atau ubi, dalam porsi yang terkontrol.
Stop Minuman Manis: Jauhi es teh manis, sirup, minuman kemasan, dan makanan dengan gula tambahan yang tinggi.
Banyak Sayur: Perbanyak konsumsi sayur-sayuran hijau dan buah-buahan yang kaya serat.
Ayo Bergerak: Tidak perlu olahraga berat! Cukup jalan kaki cepat di sekitar rumah, berkebun, atau menyapu selama 30 menit sehari.
Jadwal Pasti: Usahakan bergerak minimal 5 kali dalam seminggu.
Penyakit Gula bisa dikendalikan! Kuncinya ada di tangan Anda. Dengan disiplin, Anda bisa hidup sehat dan terhindar dari komplikasi.
Segera datang dan konsultasi ke Puskesmas Benjeng untuk mendapatkan tes gula darah gratis dan panduan gizi dari petugas kesehatan kami!
Dibuat Oleh : Danni Tri Juansa S.KM