Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) adalah serangkaian pedoman dan praktik yang bertujuan untuk memastikan bayi dan anak-anak mendapatkan nutrisi yang cukup dan tepat sesuai dengan tahap perkembangan mereka. PMBA mencakup beberapa aspek penting, termasuk pemberian ASI, makanan pendamping ASI, dan pengaturan pola makan anak hingga usia dini.
Bayi usia 6-8 bulan diutamakan pemberian ASI-eksklusif sebesar 70%
Bayi usia 9-11 bulan diberikan 50% ASI eksklusif dan 50% MP-ASI
Balita usia 12-23 bulan diberikan 30% ASI eksklusif dan 70% MP-ASI
Balita usia 2-5 tahun sudah tidak diberikan ASI dan MP-ASI
Kekurangan asupan zat gizi dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, seperti stunting dan berat badan kurang. Kedua kondisi ini tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik tetapi juga perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak.
Program SEHATI "Saling Menyehatkan Berantas Stunting Bersama" adalah sebuah inisiatif yang dirancang untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak, terutama pada periode seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK), yang merupakan periode kritis bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Prevalensi berat badan kurang pada balita di Indonesia relatif tinggi, dengan sekitar 6,7% anak yang mengalami berat badan di bawah normal dan 1,4% yang masuk ke dalam kategori sangat kurus, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tahun 2020.
Berat badan kurang pada balita, juga dikenal sebagai underweight, adalah suatu kondisi di mana berat badan anak di bawah standar normal untuk usia dan jenis kelaminnya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperi :
Riwayat keluarga
Metabolisme cepat
Penyakit kronis, dan
Kurang asupan gizi.
Berat badan kurang pada balita dapat menandakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan, serta meningkatkan risiko terjadinya infeksi dan penyakit lainnya. Anak dengan berat badan kurang juga lebih rentan mengalami kekurangan energi, sulit berkonsentrasi, dan gangguan perkembangan fisik dan kognitif.
Untuk mewaspadai berat badan kurang pada balita, anak perlu ditimbang secara rutin sejak baru lahir hingga berumur 5 tahun oleh petugas kesehatan di Puskesmas, Posyandu, atau rumah sakit. Kemenkes RI juga mengeluarkan acuan berat badan normal untuk anak berupa Kartu Menuju Sehat (KMS), yang digunakan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak.
Cara terbaik untuk meningkatkan berat badan balita adalah dengan memberikan asupan makanan sehat dan gizi yang seimbang, serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara teratur.
Buku ini dirancang khusus untuk membantu ibu balita memenuhi kebutuhan gizi anaknya selama perkembangan. Setiap resep telah disusun untuk memastikan bahwa anak mendapatkan gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Buku ini menawarkan variasi resep yang lezat, bergizi, dan mudah diikuti.