Bagaimana tubuh memberikan respon jika ada bagian tubuh yang mengalami luka? Ketika kulit terluka, darah akan mengalir keluar untuk beberapa waktu sebelum akhirnya berhenti dan mengering. Proses pembekuan darah ini termasuk mekanisme yang sangat penting dalam tubuh, guna mencegah terjadinya kehilangan darah berjumlah banyak akibat luka. Respon yang diberikan pertama adalah pecahnya trombosit yang mampu menghasilkan trombokinase kemudian dihasilkan protrombin. Dengan bantuan Ca2+ dan vitamin K akan membentuk trombin. Kemudian dibentuk fibrinogen yang akan menjadi benang-benang fibrin dan menutup luka. Alur mekanisme pembekuan darah dalam diagaram dapat dilihat melalui gambar di samping
Gambar 8. Skema Pembekuan Darah
Golongan Darah
Golongan darah pada manusia digolongkan menjadi 4, yaitu golongan A, B, O, dan AB. Pengelompokan ini didasarkan kandungan aglutinogen (antigen) pada sel darah merah dan aglutinin (antibodi) pada plasma darah. Antigen pada sel darah merah merupakan suatu bagian berupa glikoprotein atau glikolipid yang bersifat genetis, meliputi antigen A dan antigen B. Sedangkan aglutinin adalah antibodi yang bereaksi dengan antigen. Aglutinin terdapat pada permukaan sel darah merah dan terdiri dari dua jenis, yaitu aglutinin α dan β. Pengenalan aglutinin dan aglutinogen tersebut berguna untuk menghindari penggumpalan darah pada saat transfusi darah. Penggumapalan darah akan terjadi ketika kedua aglutinin bereaksi dengan antigen. Proses tersebut dinamakan aglutinasi (penggumpalan darah). Sehingga perlu dicermati kandungan aglitunogen pada sel darah merah dan aglutinin pada plasma darah. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan kandungan aglitunogen dan aglutinin bedasarkan golongan darah.
Gambar 9. Blood Type
Transfusi Darah
Transfusi darah adalah pemberian darah dari seseorang kepada orang yang memerlukan. Orang yang memberi darah disebut donor, sedangkan orang yang menerima darah disebut resipien. Dalam transfusi darah, donor harus memperhatikan jenis aglutinogen (antigen) yang dimilikinya. Sedangkan, pada resipien yang perlu diperhatikan adalah aglutininnya (antibodi). Bertemunya aglutinin β dengan aglutinogen B akan mengakibatkan pembekuan darah. Sehingga, orang dengan golongan darah A tidak bisa mendonorkan darahnya untuk seseorang dengan golongan darah B. Begitu juga dengan sebaliknya. Seseorang dengan golongan darah O dapat mendonorkan darahnya ke semua golongan darah, disebut sebagai donor universal. Donor Universal yaitu golongan darah yang bisa memberikan sejumlah darahnya ke orang lain. Sedangkan orang dengan golongan darah AB dapat menerima donor dari semua golongan, disebut sebagai resipien universal. Resipien universal adalah golongan darah yang dapat menerima sejumlah darah dari golongan darah lain.
Selain golongan darah, ada faktor lain yang menentukan dalam transfusi darah, yaitu suatu antigen yang dimiliki manusia yang dinamakan rhesus. Berdasarkan faktor Rhesus, darah manusia digolongkan menjadi dua, yaitu Rhesus positif (Rh+) dan Rhesus negatif (Rh-). Rhesus negatif adalah darah yang di dalam eritrositnya tidak mengandung antigen rhesus, tetapi dalam plasma darahnya mampu membentuk antibodi atau aglutinin rhesus. Jika darah seseorang yang bergolongan rhesus positif ditransfusikan ke golongan rhesus negatif, maka akan terjadi penggumpalan walaupun golongan darahnya sama. Jika seorang ibu yang memiliki golongan darah Rh- mengandung anak Rh+ makan anak kedua akan mengalami penyakit Erytroblatosis fetalis (sel darah merah memiliki Hb yang rendah) sehingga kemampuan mengangkat oksigen rendah.
Aktivitas 7. Desain Inovasi Produk
Inovasi apa yang dapat ditambahkan pada alat pengukur tekanan darah digital untuk meningkatkan pengalaman pengguna serta efektivitas dalam menjaga kesehatan jantung?
Aktivitas 5. Analisis Koherensi
Bagaimana fungsi jantung berhubungan dengan fungsi paru-paru dalam menjaga sirkulasi darah yang efektif? Jelaskan hubungan antar keduanya dalam sistem peredaran darah!
Aktivitas 6. Ide Pengembangan
Anda sedang mengembangkan produk suplemen untuk kesehatan jantung. Ide pengembangan apa yang dapat dilakukan agar produk ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tetapi juga ramah lingkungan dan aman dikonsumsi jangka panjang?
Aktivitas 8. Buatlah prototipe produk yang bisa digunakan untuk memonitor kesehatan jantung dan tekanan darah secara real-time. Jelaskan fungsi utama produk ini serta bagaimana produk ini dapat membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan sistem peredaran darah mereka.
Rangkuman
Darah terdiri atas plasma darah dan sel darah. Sebagian plasma darah terdiri atas air dan bahan-bahan yang terlarut, seperti protein, karbohidrat, lemak, hormon, dan garam-garam mineral.
Fungsi plasma darah adalah:
Mengangkut limbah
Menjaga keseimbangan cairan tubuh
Membantu proses pembekuan darah
Menjaga suhu tubuh
Membantu melawan infeksi
Menjaga keseimbangan asam dan basa
Sel darah merah (eritrosit) merupakan komponen sel darah yang berperan dalam pengangkutan O2 ke sel-sel tubuh/sel-sel jaringan tubuh dan mengikat kembali gas. CO2 menuju paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh.
Sel darah putih (leukosit) adalah komponen sel darah yang berfungsi melacak kemudian melawan mikroorganisme atau molekul asing penyebab penyakit atau infeksi, seperti bakteri, virus, jamur, atau parasite. Sel darah putih secara garis besar dikelompokkan menjadi dua, yaitu granulosit dan agranulosit.
Keping-keping darah (trombosit) adalah bagian sel-sel darah yang berperan dalam proses pembekuan darah (aglutinasi)
Penggolongan darah sistem AB disusun berdasarkan ada tidaknya molekul aglutinogen dan aglutinin dalam sel darah. Darah manusia memiliki golongan darah A, B, AB dan O. Golongan darah O disebut donor universal, sedangkan golongan darah AB disebut resipien universal