Portofolio
DZULYA RIZKY WIBOWO
DZULYA RIZKY WIBOWO
Nama saya Dzulya Rizky Wibowo, siswi dari kelas XI jurusan Produksi Siaran Program Televisi SMKN 3 Jepara. Saya lahir pada 03 Desember 2009. Melalui portofolio ini saya berharap dapat memberikan gambaran tentang proses, dan pengalaman yang saya dapatkan di sekolah.
Pada semester pertama ini saya melaksanakan projek pertama saya yaitu Podcast dengan judul "Kelas Kita", di sempatan ini saya di tunjuk sebagai produser dan kameramen saat produksi.
Karya semester 2
1.Fotografi
Aperature : F.9
ISO : 200
Shutter speed : 1\60
Focal Lenght : 20mm
Deskripsi : Pemandangan di lereng sunrise bukit Somosari
Aperature : F.4.5
ISO : 1000
Shutter speed : 1\200
Focal Lenght : 33mm
Deskripsi : Bunga "pukul Empat" yang belum mekar
Aperature : F.11
ISO : 250
Shutter speed : 1\125
Focal Lenght : 33mm
Deskripsi : bunga Mawar yng baru mekar di pagi hari
Aperature : F.8
ISO : 400
Shutter speed : 1\100
Focal Lenght : 39mm
Deskripsi : Seseorang random yang sedang berjalan
Aperature : F.3.5
ISO : 100
Shutter speed : 1\80
Focal Lenght : 23mm
Deskripsi : Sebuah dinding di dekat area parkir sekolah
Aperature : F.11
ISO : 100
Shutter speed : 1\60
Focal Lenght : 29mm
Deskripsi : Susunan batu bata
Aperature : F.18
ISO : 150
Shutter speed : 1\30
Focal Lenght : 18mm
Deskripsi : sebuah mobil Pajero sport melau dengan kecepatan sedang.
Aperature : F.13
ISO : 100
Shutter speed : 1\15
Focal Lenght : 28mm
Deskripsi : sebuah buku yang di bua dengan cepat.
Aperature : F.5.6
ISO : 800
Shutter speed : 1\1000
Focal Lenght : 20mm
Deskripsi : air teh yang di tuang ke sendok.
2.ILM (IKLAN LAYANAN MASYARAKAT)
Iklan layanan yang saya berjudul "Arti Sebuah Kepedulian ", dengan ide dasar tentang penting sikap peduli terhadaplingkungan alam sekitar.
3.Seni Pertujukan
Pada projek terakhir ini saya menjadi seorang penulis naskah cerita "Roro Mendut" dengan format program live streaming. Kisah cinta, kesetiaan, dan pengorbanan hadir dalam drama kolosal Roro Mendut. Berawal dari seorang gadis desa cantik bernama Roro Mendut yang dibawa ke kadipaten oleh para pengawal Mataram. Kecantikannya membuat Tumenggung Wiraguna jatuh hati dan ingin menjadikannya selir. Namun, Roro Mendut tetap teguh mempertahankan cintanya kepada Pronocitro, sang kekasih tercinta. Di tengah tekanan kekuasaan, ancaman, dan pengkhianatan, Roro Mendut harus memilih antara kemewahan atau cinta sejati.