Desa Wisata Kreatif Perdamaian (DWKP) mengusung konsep seni dan budaya lokal sebagai sarana untuk mempromosikan perdamaian dunia. Dengan mendukung prinsip pariwisata sebagai agen perdamaian, DWKP menghadirkan atraksi budaya, instalasi seni, serta program tematik seperti dialog lintas iman, live in, dan peace camp. Kegiatan ini dirancang untuk menginspirasi pengunjung memahami nilai-nilai damai melalui interaksi dan pengalaman yang mendalam.
DWKP juga menjadi representasi nilai rahmatan lil alamin yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, dengan menanamkan semangat harmoni dan penghormatan terhadap keberagaman. Desa Poncoruso memiliki penduduk dengan beragam keyakinan, dengan komposisi:
94,2% Islam
2,35% Katholik
3,25% Kristen
0,2% Kepercayaan kepada Tuhan YME
Meskipun mayoritas penduduk beragama Islam, nilai toleransi tetap dijunjung tinggi, memungkinkan semua pemeluk agama hidup berdampingan dalam damai. Prinsip ini diwujudkan melalui dialog lintas iman, saling menghormati, dan menjaga keseimbangan dalam kehidupan sosial maupun lingkungan.
Tak hanya itu, rahmatan lil alamin juga di jalankan dengan menjaga keseimbangan lingkungan, menjaga nilai² seni & budaya dari para leluhur. Pelestarian seni dilakukan melalui kesenian seperti kuda lumping, karawitan, dan rebana, sementara budaya tradisional dijaga melalui tradisi sedekah bumi, merti dusun, dan nyadran. Dalam menjaga lingkungan, DWKP melestarikan mata air, menyeimbangkan hutan desa dan persawahan, serta melakukan penghijauan di permukiman warga.
Program unggulan DWKP berupa Peace camp yang mengajarkan 12 nilai dasar perdamaian kepada generasi muda. Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman lintas iman dan menanamkan kesadaran bahwa perbedaan adalah kekuatan yang memungkinkan hidup berdampingan dalam harmoni. Dengan pendekatan ini, DWKP menjadi wadah pengembangan masyarakat yang berkelanjutan dan inspirasi bagi perdamaian dunia.