Gerabah Tanah Liat
Berdasarkan bukti arkeologis, benda-benda gerabah di Indonesia sudah diproduksi sejak awal periode prasejarah di Indonesia sekitar 2000 SM saat periode Neolitik. Salah satu benda yang digunakan pada zaman dahulu serta memiliki bentuk yang unik dan khas adalah wadah air yang sering disebut kendi. Kendi merupakan wadah atau tempat untuk menyimpan air yang pada umumnya terbuat dari tanah liat dan beberapa ada yang terbuat dari logam kuningan. Kendi selalu digambarkan sebagai bentuk wadah yang bercorot atau menyerupai teko namun tanpa handle di leher bagian samping. Saat dituang, kendi dipegang di bagian lehernya.
Asal-usul istilah kendi belum bisa dipastikan, naun secara etimologi menunjukkan bahwa kendi berasal dari India. Istilah Melayu “kendi” atau “kundi” diyakini berasal dari bahasa Sansekerta “kundika” yang berarti wadah air (Sullivan, 1957). Konon kendi berasal dari India kemudian meluas ke Asia Tenggara dan Cina oleh para pedagang. Di Indonesia, kendi memiliki nama yang berbeda di tiap daerah. Di Jawa disebut dengan kendi, kundi, gundi atau kamandalu (Wibisono, 2000:16). Di pulau Lombok disebut ceret atau cerubuk (McKinnon, 1996:42). Di Tapanuli, Sumatera Utara, dikenal dengan labotaneh, yang berarti labu yang terbuat dari tanah liat. Da terdapat beberapa istilah di daerah lainnya.
Kendi memiliki fungsi utama sebagai wadah air minum agar air tetap dingin karena porositas tanah liat. Bagi masyarakat Jawa, kendi yang berisi air minum sering diletakkan di depan rumah diperuntukkan bagi orang lain yang lewat atau musafir. Hal tersebut sekaligus mengekspresikan keramahan masyarakat di Jawa (Adhyatman, 1987:19). Kendi juga digunakan sebagai wadah air suci (Wahyudi, 2012:218). Dalam kepercayaan Budha seperti relief di candi Mendut, Brahma, dan candi Borobudur menunjukkan bahwa kendi digunakan sebagai sarana upacara
Langkah- Langkah Pembuatan Kendi Air Pancoran Tradisional
Pertama anda mencari tanah liat yang kualitasnya baik
-Campur tanah liat dengan air secukupnya
-aduk adonannya hingga tercampur merata
-bentuk keramik dengan tangan dan alat pemutarnya, cukup di putar dan di bentuk sesuka hati
setelah kramik terbentuk jangan dibakar dulu tetapi jemur dulu di bawah terik matahari selama 12 jam bisa juga lebih tergantung panas mataharinya ( keramik harus kelihatan kuat untuk dibakar )
Bakar keramik dengan tungku pembakaran selama 2-3 jam asalkan keramik tampak kemerah merahan
Setelah itu tinggal di beri warna dan di ukir menggunakan kuas jika ingin di ukir agar lebih bagus lagi kerajinan tersebut.
Langkah yang terakhir jika semua cara sudah di lakukan maka selesai sudah cara dari membuat kendi air pancoran, dan kendi tersebut sudah bisa di pamerkan.