Desa wisata merupakan suatu wilayah pedesaan yang menawarkan keaslian baik dari segi sosial budaya, adat istiadat, keseharian, arsitektur tradisional dan struktur tata ruang desa yang disajikan dalam suatu bentuk integrasi komponen pariwisata antara lain seperti atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung.
Prinsip dasar dari pengembangan desa wisata adalah sebagai satu produk wisata alternatif yang dapat memberikan dorongan bagi pembangunan pedesaan yang berkelanjutan
pengelolaan tersebut meliputi:
1. memanfaatkan sarana dan prasarana masyarakat setempat
2. menguntungkan masyarakat setempat 3. berskala kecil untuk memudahkan terjalinnya hubungan timbal balik
dengan masyarakat setempat
4. melibatkan masyarakat setempat
5. menerapkan pengembangan produk
wisata pedesaan
Hal lain yang harus dipertimbangkan dalam menentukan konsep Desa Wisata adalah dengan melihat beberapa aspek sebagai berikut:
1. Keunikan, keaslian, dan sifat khusus
2. Letak geografis yang berdekatan dengan daerah alam yang luar biasa dan tidak dimiliki oleh daerah kawasan pedesaan lain
3. Berkaitan dengan kelompok atau
masyarakat berbudaya yang secara hakiki menarik minat para pengunjung
4. Memiliki peluang untuk berkembang baik dari sarana dasar maupun sarana lainnya
Pemberdayaan Masyarakat
Dalam pola pembangunan pariwisata
yang berkelanjutan, peran masyarakat menjadi sangat penting. “Pembangunan pariwisata harus didasarkan pada kriteria keberlanjutan yang artinya bahwa pembangunan dapat didukung secara ekologis dalam jangka panjang sekaligus layak secara ekonomi, adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat”