Desa Talangsuko merupakan salah satu desa potensial di Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang terletak di dataran rendah dengan ketinggian 1.200 mdpl. Wilayah seluas 478,526 hektare ini didominasi oleh persawahan dan perkebunan tebu, dengan iklim sejuk serta curah hujan antara 2,3–2.400 mm per tahun. Letaknya yang strategis—berbatasan dengan Desa Sudimoro (barat), Jeru (selatan), Tumpuk Renteng (utara), dan Kedok (timur)—serta menjadi jalur penghubung antara Malang dan Lumajang menjadikannya pusat aktivitas ekonomi.
Talangsuko memiliki tiga potensi unggulan, yaitu pertanian, industri cor, dan peternakan. Sektor pertanian didukung oleh lahan sawah irigasi seluas 179 hektare dan sawah setengah teknis 15 hektare, dengan komoditas utama padi dan tebu. Di bidang industri, desa ini dikenal sebagai produsen beton cor terbesar di Kabupaten Malang, menghasilkan produk seperti batako, kusen pintu, dan tiang rumah yang dipasarkan hingga ke Surabaya, Blitar, Mojokerto, bahkan Australia. Sementara itu, peternakan di Talangsuko mencakup sapi perah, sapi potong, kambing, serta unggas seperti ayam, itik, dan angsa, dengan produksi susu mencapai 4.800 liter per tahun, telur 1.850 ton, serta daging 6,5 ton.
Dari sisi demografi, Desa Talangsuko dihuni oleh 7.509 jiwa (3.716 perempuan dan 3.793 laki-laki) yang tergabung dalam 1.859 kepala keluarga. Masyarakatnya sebagian besar bekerja di sektor pertanian (580 orang), jasa/perdagangan (750 orang), dan industri (55 orang). Dengan infrastruktur yang memadai, akses transportasi yang lancar, serta sumber daya alam dan manusia yang produktif, Talangsuko memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi desa mandiri yang berdaya saing tinggi di Jawa Timur.