Jembatan perbatasan antara Sungai Tohor dan Sungai tohor Barat
Berdasarkan cerita tokoh masyarakat Desa Sungaitohor, tahun 1905 berangkatlah tujuh kakak beradik dari Muara Tolam Kabupaten Pelalawan dengan perahu yang bernama Bujang Tawakal menuju Daerah Selatpanjang (Pulau Tebing tinggi) untuk mencari daerah pemukiman dengan membawa surat Raja Pelalawan. Ketujuh kakak beradik tersebut adalah : 1. Abdullah Sani Bin Hatta, 2. Singa Bin Hatta, 3. Samad Bin Hatta, 4. Darsun Bin Hatta, 5. Baharum Bin Hatta, 6. Encik Anden Bin Hatta, 7. Encik Saeda Bin Hatta.
Dalam perjalanan menelusuri Pulau Tebingtinggi tepatnya di Selat Air Hitam mereka bertemu tiga sungai yang belum ada nama dan belum dihuni orang. Setelah menemukan sungai tersebut, mereka sependapat sungai yang pertama ditemui itulah yang lebih baik untuk didiami sesuai dengan petunjuk yang dilakukan dengan mengisi dua pertiga air botol dan menjelang pagi air botol tersebut berisi penuh. Keesokan harinya mereka menuju ke hulu sungai tepatnya di jembatan parit kekat dan naik ke daratan sampai ke pematang duku dan tak lama kemudian mereka berladang.
Setelah berladang mereka berkumpul untuk memberi nama tempat tersebut, dalam musyawarah itu disepakatilah untuk memberi nama tempat tersebut dengan nama Sungaitohor. Sungaitohor diambil dari sebuah nama sungai, yaitu Sungai Tohow yang artinya sungai yang dangkal/dengkat kemudian sungai tersebut menjadi Sungaitohor. Sungaitohor ini namanya diberikan oleh orang yang membuka perkampungan ini, yaitu berasal dari beberapa orang penduduk Kerajaan Pelalawan dan membawa surat mandat/jelan dari Sultan Pelalawan (sekarang Kabupaten Pelalawan). Tujuan awalnya mereka ingin berladang padi dan akhirnya menjadi sebuah perkampungan di daerah Pematang Duku (pada saat kampung dibuka sudah ada tanaman duku yang luas, namun tidak ada penduduk.
Sungai Tohor merupakan sebuah desa yang terletak di Pulau Tebing Tinggi bagian Timur yang sudah dihuni sejak tahun 1905. Pada tahun 2010 desa Sungai Tohor menjadi ibukota kecamatan Tebing Tinggi Timur kabupaten Kepulauan Meranti Riau dengan luas wilayah +/- 96 km yang dihuni sebanyak 1273 jiwa.
Dimana dalam jumlah wilayah yang kecil ini ditanami berbagai tanaman yang dapat diolah produk Sungai Tohor seperti pinang, pisang, karet dan sagu. Yang menjadi tanaman andalan adalah sagu.
Terjadinya desa Sungai Tohor ini pada awalnya merupakan perpindahan penduduk yang berdomisili (asal) dari Pelelawan Kampar. Sehingga pada saat ini mayoritas penduduk berkebangsaan melayu.
Setelah terjadi perubahan zaman berkisar pada tahun 1980an bahasa Kampar mulai berubah ke bahasa melayu pasaran yang dapat dipahami oleh setiap orang yang mengerti bahasa Indonesia. Dari pada itulah sangat mudah untuk bergabung di Sungai Tohor.
Pelabuhan Tebing Tinggi Timur
Visi Desa:
Terwujudnya Sungai Tohor sebagai desa yang mandiri berbasis perkebunan dan pertanian untuk mencapai masyarakat yang sehat, cerdas dan lebih sejahatera.
Misi Desa:
Meningkatkan pembangunan infrastruktur yang mendukung perekonomian desa, seperti jalan, jembatan serta infrastruktur strategis lainnya.
Meningkatkan pembangunan dibidang kesehatan untuk mendorong derajat kesehatan masyarakat agar dapat bekerja lebih optimal dan memiliki harapan hidup yang lebih panjang.
meningkatkan pembangunan di bidang pendidikan untuk mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia agar memiliki kecerdasan dan daya saing yang lebih baik.
Foto ini merupakan foto bersama perangkat desa Sungai Tohor yang akan menjadi kenang kenangan nantinya.
Assalamuaalaikum Wr,Wb
Kami ucapkan selamat datang di web desa Sungai Tohor
Web ini kami dedikasikan khusus untuk Desa Sungai Tohor agar desa Sungai Tohor dapat mengupload berbagai kegiatan dan informasi penting tentang desa yang tentu dapat dikenal khalayak ramai dan Desa Sungai Tohor semakin terkenal tak hanya di dalam negri tapi juga kancah international.
selama membuat web ini kami mengambil informasi dari sumber yang terpercaya.
Sekian dari kami terima kasih telah berkunjung.
Assalamualaikum Wr,Wb