Pertemuan 1
Senin, 21 April 2025
Pernah nggak sih kamu kepikiran gimana caranya orang bisa bikin website sendiri tanpa harus jago coding?
Mungkin kamu pernah lihat blog pribadi yang keren, portofolio digital yang estetik, atau bahkan toko online sederhana yang bisa diakses dari mana aja. Menarik banget, kan?
Ternyata, banyak dari website-website itu dibuat dengan bantuan alat bernama WordPress — platform pembuat website yang sudah digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia.
Tapi, apa sih sebenarnya WordPress itu? Kenapa banyak banget orang yang pakai? Terus, WordPress itu harus diinstal dulu atau bisa langsung dipakai?
Nah, di pertemuan ini, kita akan mulai petualangan kita dengan mengenal WordPress lebih dekat. Yuk, kita cari tahu sejarahnya, jenis-jenisnya, serta apa saja istilah penting yang perlu kamu pahami sebelum bikin website pertamamu sendiri!
Apa itu Wordpress?
" WordPress adalah open-source Content Management System (CMS) untuk membangun website dan blog dengan mudah tanpa perlu memiliki basic programming. "
Content Management System (CMS) yang dibagun WordPress menggunakan bahasa pemrogramam PHP dan database MySQL. Dengan WordPress, pengguna baru dapat mengelola website tanpa perlu memahami teknis bahasa pemrograman, hal itu pun yang membuat para pemula dapat dengan mudah membuat website, bahkan dalam hitungan menit.
Salah satu poin penting penyebab banyaknya pengguna memilih WordPress adalah karena platform ini memiliki interface yang user-friendly dan intuitif. Walaupun pada umumnya WordPress digunakan untuk blogging, tetapi WordPress juga bisa membuat website untuk e-commerce, profil perusahaan, portofolio, membership site, dan masih banyak lagi.
Sejarah Wordpress
Sejarah WordPress dimulai pada tahun 2003 silam ketika dikembangkan oleh dua orang developer bernama Matt Mullenweg dan Mike Little. Kedua developer tersebut merasa kesulitan tidak memiliki publishing secara online. Terlebih ketika fitur B2 atau Cafeblog dihentikan. Kemudian mereka mulai mengembangkan layanan publikasi online melalui cara mereka sendiri.
Pada tanggal 27 Mei 2003, versi pertama WordPress dirilis dan dilanjutkan dengan WordPress Wiki atau lebih dikenal dengan codex.wordpress yang publish pada Desember 2003. Pada saat itu, WordPress mengalami popularitas yang terus meningkat, sehingga membuat CMS ini mendapatkan update besar-besaran di Januari 2004, seperti menambahkan sejumlah fitur seperti edit link, multiple category, dan interface admin yang lebih baik dari versi sebelumnya.
Akhirnya, update pun dilanjutkan pada bulan Mei 2004, di mana saat perilisan versi 1.2, WordPress turut memperkenalkan fitur baru, mulai dari arsitektur plugin versi baru, sistem moderasi komentar, serta post review. Pada tahun 2005, WordPress merilis versi baru, yakni versi 1.5 yang telah diunduh sebanyak 900 ribu kali, serta memulai service layanannya melalui wordpress.com.
Kemudian, dari tahun ke tahun WordPress berhasil berkembang dan menghadirkan fitur-fitur canggih di dalamnya. Bahkan, WordPress memiliki dua alamat yang berbeda yang bisa kamu gunakan sesuai dengan kebutuhan, yakni WordPress.com dan WordPress.org.
Keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. WordPress.com dibuat untuk pengguna yang ingin memiliki blog pribadi dan alamat website dengan cara yang cepat. Sementara WordPress.org ditujukan bagi penggunanya yang menginginkan modifikasi sesuai kebutuhan serta menggunakan alamat situs dan server sendiri.
Fungsi Wordpress
Dengan perkembangan dan inovasi tiap tahunnya, WordPress saat ini bukan hanya bisa digunakan untuk membuat blog dan sudah bisa mengakomodasi tipe website lainnya. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
Blog
WordPress memang pada awalnya adalah sebuah platform blog, karena itu membuat website blog tentu menjadi keunggulan platform yang satu ini. Apalagi fitur-fitur di WordPress juga memudahkan untuk membuat tulisan serta menambahkan gambar dan video.
Profil Perusahaan
WordPress juga bisa digunakan untuk membuat website yang memuat profil perusahaan. Fungsi dari website profil perusahaan adalah untuk memperkenalkan perusahaan ke publik dengan memanfaatkan website. Tentu saja dengan tujuan untuk meningkatkan engagement perusahaan.
Website Bisnis
Kamu juga bisa menggunakan WordPress untuk membuat website bisnis. Sebuah website untuk bisnis haruslah memiliki kesan profesional dan ramah pengguna. WordPress adalah salah satu CMS yang mampu meng-handle semua hal tersebut. Sudah banyak perusahaan besar yang menggunakan WordPress sebagai CMS mereka karena itu kamu bisa mempercayakan website bisnismu kepada WordPress.
Toko Online
Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa WordPress mendukung puluhan ribu plugin untuk mempermudah pembuatan website. Nah, salah satu plugin untuk WordPress bernama WooCommerce adalah plugin yang bisa kamu gunakan untuk membuat website toko online dengan mudah. WooCommerce bahkan digunakan oleh 20,4% pengguna WordPress.
Website Portofolio
Website portofolio adalah website yang digunakan sebagai “showcase’ dari karya karya yang pernah kamu buat. WordPress mampu menampilkan galeri hingga sliders untuk menunjang tampilan portofolio kamu. Selain itu WordPress juga dilengkapi pilihan tema-tema yang mampu menunjang tampilan website portofolio. Dengan berbagai fitur tersebut WordPress adalah platform yang tepat untuk membangun image dan branding personal.
Komunitas Online
Website komunitas online dapat membuat para pelanggan sebuah layanan atau bisnis untuk mendapatkan bantuan atau sekedar memberikan pendapat tentang produk. Dengan mempunyai website komunitas online pemilik bisnis akan lebih mampu untuk mengikat pelanggan, meningkatkan loyalitas pengguna, dan bisa bersaing dengan bisnis lain. WordPress juga memiliki kemampuan untuk membangun website seperti ini.
Knowledge Base Website
Membuat website tersendiri yang berisi info teknis atau pengetahuan dari produk bisnis yang dimiliki juga bisa dibuat dengan WordPress. Apalagi jika produk yang kamu tawarkan adalah tipe produk yang membutuhkan pengetahuan teknis lebih agar tidak salah guna. WordPress juga memiliki plugin untuk membuat website knowledge base karena itu pengguna dapat lebih mudah untuk mengembangkan website knowledge base.
Kelebihan Wordpress
SEO Friendly
Website yang dibangun menggunakan WordPress lebih ramah SEO. Website yang ramah SEO akan lebih mampu bersaing di mesin pencari seperti Google atau Bing. Tentu saja jika mencari sebuah keyword, pengguna kebanyakan hanya akan melihat halaman pertama pencarian atau bahkan hasil teratas pencarian. Website yang tampil teratas atau halaman pertama di mesin pencari ini biasanya adalah website yang telah menerapkan SEO.
Plugin Melimpah
Plugin adalah semacam program yang mampu menunjang fungsi dari program utamanya. Disini, WordPress memiliki puluhan ribu plugin yang bisa kamu gunakan untuk menunjang website. Misalnya untuk membuat website lebih SEO hingga membuat website toko online. Plugin di WordPress dapat membantumu untuk lebih mudah dalam membangun kedua hal tersebut. WordPress memiliki repositori plugin yang saat ini berjumlah 59,000+ dan terdapat versi yang gratis dan berbayar. Plugin berbayar akan memberikan fitur yang lebih lengkap, tapi sebagian plugin di WordPress bisa kamu gunakan secara gratis.
Murah
Penggunaan kata murah disini sebenarnya sedikit berbeda, karena sebenarnya WordPress bisa digunakan secara gratis. Pengguna hanya perlu menggunakan layanan hosting serta membeli sebuah domain agar WordPress bisa berjalan dengan sempurna. Letak murahnya sebenarnya disini, terdapat banyak layanan hosting yang mempunyai paket layanan dengan harga murah dan sudah memberikan fitur-fitur mumpuni.
Banyak Pilihan Tema
WordPress mempunyai banyak pilihan tema dari yang bersifat professional hingga tema yang ramah anak. Visualisasi website dapat diganti dan diubah dengan mudah. Pilihan tema di WordPress juga tersedia versi gratis dan berbayar, pengguna hanya perlu menyesuaikan jenis tema dengan kebutuhan website mereka. Selain itu pilihan tema di WordPress kebanyakan sudah mendukung website responsif yang berarti tampilan website bisa menyesuaikan dengan beragam ukuran layar perangkat.
Perbedaan Wordpress.com dengan Wordpress.org
Situs WordPress.com dan WordPress.org didukung oleh perangkat lunak WordPress yang sama. Salah satu perbedaan utamanya adalah bagaimana situs Anda di-hosting. Hosting web adalah layanan yang memungkinkan situs dipublikasikan dan dapat diakses melalui internet.
WordPress.com: Mencakup hosting terkelola, yang membantu mengoptimalkan kecepatan, keamanan, dan performa situs. Hosting terkelola menangani banyak aspek teknis situs untuk Anda. WordPress.com menyediakan banyak paket dengan fitur yang makin canggih untuk berbagai jenis situs dan anggaran.
WordPress.org: Anda dapat mengunduh kode sumber WordPress secara gratis dan mengunggahnya dengan penyedia hosting pilihan Anda. Metode ini juga dikenal dengan sebutan ‘hosting sendiri’ WordPress. Karena pilihan ini tidak mencakup hosting, Anda perlu mencari hosting dan membayarnya secara terpisah serta lebih terlibat aktif dari segi teknis untuk membuat dan memelihara situs Anda secara efektif.
TUGAS!!!
Tujuan Pembelajaran:
Siswa mampu merancang struktur dan fitur website portofolio pribadi.
Siswa memahami konsep dasar pembuatan website berbasis WordPress.com.
Siswa mampu menampilkan informasi dalam bentuk visual (infografis) secara rapi, informatif, dan menarik.
Buat 1 (satu) infografis yang berisi rancangan lengkap website portofolio pribadi. Infografis ini tidak membuat website secara langsung, melainkan berupa perencanaan visual dan informasi penting tentang bagaimana website portofolio kamu akan dibuat menggunakan WordPress.com.
1. Tentukan Tujuan Website
Tulis secara singkat:
Siapa kamu dan profesi/karya apa yang ingin kamu tampilkan?
(Contoh: Saya adalah siswa jurusan DKV dan ingin menampilkan hasil desain san sebagai protofolio diri)
2. Buat Struktur Halaman Website
Buat daftar atau skema halaman utama website portofolio kamu (minimal 4 halaman):
a. Beranda / Home → Menampilkan profil singkat dan sapaan.
b. Tentang Saya → Menjelaskan latar belakang, jurusan, minat, dll.
c. Karya / Portofolio → Menampilkan hasil tugas, project, gambar desain, atau link aplikasi.
d. Kontak / Hubungi Saya → Menyediakan form kontak, email, atau link media sosial.
Tampilkan ini dalam bentuk diagram atau kotak berisi nama dana pa saja rencana isi halaman.
3. Pilih Tema WordPress.com
· Cari satu tema gratis di WordPress.com yang cocok untuk portofolio (misalnya: Hitchcock, Twenty Twenty-One, Dara)
· Tulis nama temanya dan alasan kamu memilih tema tersebut.
(Contoh: Tema Hitchcock cocok untuk menampilkan karya dalam bentuk galeri grid dan terlihat profesional.)
4. Tentukan Target Pengunjung Website
Tuliskan siapa yang akan melihat portofolio kamu:
(Contoh: HRD perusahaan, guru, klien freelance, dosen kampus, pengunjung umum)
5. Langkah Membuat Website di WordPress.com
Tambahkan langkah membuat website mu
6. Tips membuat website menarik
Tambahakan tips menurut versimu
KUMPULKAN PADA DRIVE INI --> XI DKV 2
Cara Buat Akun di Wordpress.com
Untuk mengakses akun dan situs di WordPress.com, ikuti langkah-langkah berikut:
1) Kunjungi beranda https://wordpress.com/.
2) Klik tombol “Get Started” di sudut kanan atas.
3) Klik “Lanjutkan dengan Google”. Masukkan alamat email atau nama pengguna akun di kotak yang tersedia.
4) Masukkan nama domain web yang kamu inginkan.
5) Pilih domain yang "free" lalu klik "Continue"
6) Pilih "start with a free plan" untuk memulai gratis. Lalu klik "Continue with free plan"
7) Tunggu, maka kamu akan diarahkan ke halaman dashboard wordpress. Silahkan Klik "launch your site" agar saat kamu membagikan alamat situs, maka situs mu dapat diakses.
8) Untuk logout cek di sisi layar, klik tombol “Logout“.
WordPress.com dan WordPress.org sama-sama memungkinkan Anda memanfaatkan perangkat lunak WordPress yang andal untuk membuat dan mengelola situs. Perbedaan utamanya terletak pada kebutuhan spesifik situs dan pilihan Anda sendiri—apakah ingin memanfaatkan hosting terkelola peraih penghargaan dari WordPress.com atau meng-hosting situs sendiri di penyedia hosting pihak ketiga.
Materi Lainnya