dari kiri ke kanan
dr.
SMF Bedah Digestif RSPAD Gatot Soebroto mampu memberikan pelayanan bedah khusus berupao perasi modern unggulan berkelas dunia, antaralain:
1. Bedah minimal invasive meliputi Laparascopy dan Bedah Endoscopy (surgical endoscopy / therapeutic endoscopy, ERCP)
2. Laparatomi guiding endoscopy(double set)
3. Penanganan kasus luka tembak dan trauma abdomen lainnya
4. Kemoterapi pada kasus colo-rectal cancer.
5. Pelayanan di kamar operasi khusus Covid-19
Layanan Bedah Minimal Invasive
“The world might look brighter
through the (laparascopy/endoscopy) camera”
Banyak kelebihan dari bedah minimal invasive dibanding operasi konvensional (laparatomi) yaitu rasa sakit sebelum selama dan sesudah operasi lebih minimal, lebih singkat masaperawatan, lebih cepat recovery, kemungkinan komplikasi luka operasi seperti infeksi luka operasi dan herniaincisional lebih kecil, pasien merasa lebih nyaman dengan kosmetik yang lebih baik.Beberapa pejabat tinggi dan keluarganya, para prajurit dan keluarganyaserta masyarakat telah mendapatkan manfaat dari pelayanan minimal invasive di RSPAD Gatot Soebrotoseperti pada kasus infeksi usus buntu, penyakit batu kantong empedu, batu saluran empedu, dll.
Pelayanan Bedah Endoscopy dan ERCP
“Tindakan ERCP oleh dokter bedah di Indonesia merupakan hal yang masih langka”
ERCP (endoscopic retrograde cholangio pancreatography)di SMF BedahDigestif RSPAD Gatot Soebroto dimulai pada16Agustus 2016.Kasus ERCP terus meningkat seiring perjalanan waktu dan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Bedah Endoscopy serta ERCP di Bedah Digestif RSPAD Gatot Soebroto.
Di ere pandemi Covid-19, pelayanan ERCPtetap berjalan terutama untuk kasus-kasus emergency seperti kasus cholangitis akut dengan sumbatan saluran empedu akibat batu. Tindakan ERCP dan endoscopy lainnya pada pasien dengan confirmed C-19 dapat dikerjakan di kamar operasi khusus Covid-19.Sampai akhir September 2021jumlah tindakan ERCP di SMF Bedah Digestif mendekati angka1000 kasus. Hampir seluruh kasus merupakan rujukan dari RS lain baik RS yang berada di sekitar Jakarta maupun dari luar kota bahkan dari luar pulau Jawa.
Indikasi tindakanERCP meliputi kasus sumbatan saluran empedu (obstructive jaundice)dengan disertai infeksi akut (cholangitis akut) atau sumbatan tanpa infeksi. Sumbatan saluran empedu bisa terjadi akibat kasus keganasan (malignan obstruction) seperti pada tumor caput pancreas, tumor saluran empedu, dan tumor periampular. Sumbatan saluran empedu lebih banyak terjadi akibat kasus non keganasan (benigna obstruction); seperti batu saluran empedu, striktur atau penyempitan saluran empedu, sklerosis akibat infeksi kronis, infestasi cacing (ascaris) disaluran empedu,sertaakibat kasus cedera saluran empedu paska operasi kantong empedu (cholecystectomy).