Nama "Umbu Pabal" diambil dari nama seorang leluhur sakti yang menurut sejarah setempat berasal dari India dan masuk ke Sumba melalui Selat Malaka. Desa Umbu Pabal merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Desa ini memiliki nilai historis dan budaya yang kuat, khususnya melalui keterikatannya dengan kepercayaan lokal dan tradisi masyarakat adat.
Terletak di wilayah dataran rendah hingga perbukitan yang subur, Desa Umbu Pabal menjadi bagian dari komunitas adat yang luasnya mencapai 20 km², dengan jumlah penduduk 1.800 jiwa. Masyarakat adat di sini masih memegang teguh kepercayaan Marapu. Salah satu ritual penting yang rutin dilakukan adalah Purung Ta Liangu Marapu di Gua Alam Liangu Marapu (Gua Keramat), yang dipercaya sebagai tempat lahirnya leluhur Umbu Pabal.
Kampung ini mencerminkan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Sumba yang masih terjaga, baik dari segi arsitektur, tradisi, maupun kehidupan sosial masyarakatnya.
Secara visual, Kampung Deri Kambajawa ditandai dengan deretan rumah adat khas Sumba yang memiliki atap menjulang tinggi, dikenal sebagai rumah Uma Mbatangu. Rumah-rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam, mencerminkan hubungan antara manusia, leluhur, dan Sang Pencipta. Tata letak kampung yang tersusun rapi mengelilingi ruang terbuka menunjukkan sistem sosial dan struktur adat yang kuat.
Ritual adat Purung Ta Liangu Marapu atau yang berarti turun ke goa marapu merupakan ritual adat rutin yang diselenggarakan setahun sekali oleh masyarakat adat Deri Kambajawa dan dilakukan menjelang musim tanam.
Ritual ini biasanya dipimpin oleh rato (tokoh adat) yang memiliki peran sebagai perantara antara manusia dan leluhur. Dalam pelaksanaannya, masyarakat secara bersama-sama mempersiapkan berbagai kebutuhan ritual berupa persembahan, seperti hewan ternak (biasanya ayam atau babi), sirih pinang, serta hasil alam lainnya disusun secara simbolis sebagai bentuk penghormatan kepada arwah leluhur. Doa-doa adat kemudian dilantunkan dengan bahasa ritual khas Sumba yang sarat makna, memohon perlindungan, keselamatan, serta keseimbangan hidup bagi seluruh warga kampung.
Malam kesenian: kegiatan kesenian yang dilakukan pada malam hari sebelum prosesi purung ta liang marapu. Pada kegiatan ini syair-syair adat yang disebut disebut Taung Li dilantunkan semalam suntuk oleh Rato yang menjadi perwakilan dari masing – masing kabisu.
Camping di hutan adat Liang Marapu: Menyaksikan secara langsung bagaimana para Rato dan penganut kepercayaan Marapu mempersiapkan ritual, dengan menyiapkan kemah, membersihkan tungku, dan membawa sirih pinang ke KATODA (semacam tugu) tempat penyimpanan sirih pinang. Hal ini dilakukan untuk meminta ijin kepada sang dewa dan menyatakan bahwa mereka telah ada dan siap memberikan sesajian.
Ritual adat Purung Ta Liangu Marapu: Mengambil air yang akan digunakan untuk mencuci benda keramat dan memasak nasi yang akan dijadikan persembahan untuk para Dewa.
Toilet umum
Parkir
Gazebo
Akses jalan rusak
Moda transportasi kendaraan pribadi dan ojek
Jaringan internet tidak stabil
📍Lihat Lokasi
📌Informasi Tambahan:
🏨+ 10 km dari hotel
🏥+ 2 km dari Rumah Sakit Umum Waibakul
⛪+ 1 km dari gereja
🕌+ 10 km dari masjid
🏦+ 5 km dari bank
🍜+ 5 km dari rumah makan terdekat
📞Kontak pengelola (081246438574)