Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan dalam novel ini terletak pada topik atau tema yang diangkat, dibungkus dengan bahasa yang ringan dan sederhana sehingga mudah dipahami. Walaupun novel ini memiliki halaman yang terbilang tebal, tetapi alur ceritanya sangatlah menarik perhatian dan minat para pembacanya.
Alur ceritanya sesuai, tidak bertele-tele, dan tidak dipanjang-panjangkan sehingga pembaca tidak akan jenuh. Kemudian, ada beberapa bagian yang ceritanya terkesan dipercepat, membuat alur ceritanya sulit diterka-terka oleh pembacanya dan membuat penasaran. Tidak sedikit kejutan menarik yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Contohnya, yaitu pada saat terjadinya gunung meletus yang mengakibatkan musim dingin berlangsung lama. Hal itu karena adanya campur tangan manusia sehingga cuacanya berubah menjadi musim panas dan malah menyebabkan bencana serta kesengsaraan.
Segala benda yang ada di novel ini seolah nyata dan terkesan akan ada di kehidupan ke depannya. Dalam hal ini, imajinasi liar dari para pembaca akan kembali bekerja. Kemudian, yang menjadi hal menarik lainnya adalah pada sampul belakang di novel ini pun tidak adanya sinopsis dan daftar isi. Hal tersebut yang justru menjadi daya pikat dan mengundang ketertarikan pembaca pada novel ini.
Pada novel ini juga terdapat kekurangan, Penulis mengilustrasikan karakter dari sosok Lail dengan kurang kuat. Dalam hal ini, Lail hanyalah seorang gadis lemah, mudah menangis, dan tidak mempunyai sikap inisiatif. Mungkin dapat dikatakan apabila tidak adanya sosok Maryam, Lail bisa saja tidak dapat mencapai titik keberhasilan.
Lail selaku tokoh utama, alangkah baiknya divisualisasikan sebagai sosok inisiator, bukanlah sebagai pengikut. Walaupun dalam cerita di novel ini, hasil akhir dari ajakan temannya itu baik pula. Selain itu, segala aspek yang memuat di dalamnya murni hanya membahas mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa menyinggung persoalan agama sedikitpun
Namun, sang penulis menyebutkan bahwa seterkemuka dan secanggih apapun suatu teknologi, tidak ada yang dapat mengalahkan kekuasaan dari Tuhan. Hal tersebut bisa dikatakan bertentangan dengan persoalan yang telah disinggung sebelumnya. Terbukti bahwa di novel ini tidak adanya kegiatan yang menyinggung keagamaan, seperti bentuk ibadah atau berdoa.
Ditemukan pula adanya kesalahan penulisan dan kalimat yang membuat pembaca menjadi bingung. Contohnya terletak pada halaman 120, tertulis bahwa tokoh Lail dan Maryam hendak ditugaskan pada Sektor 3, sementara di halaman setelahnya tertulis bahwa keduanya hendak pergi ke Sektor 4 sebagai penugasan pertama.
Namun, terlepas dari itu semua, novel ini dikatakan sebagai salah satu bahan bacaan yang bagus dan bermutu. Hal itu karena sang penulis mampu menampilkan kemauan dan keinginan dari pembacanya untuk terus-menerus mengikuti kisah dari cerita di novel ini hingga akhir. Dengan kata lain, novel Hujan ini sukses memengaruhi pembaca.