Penulis : admin
Sebuah langkah monumental telah diambil dalam upaya konservasi laut di Indonesia, dengan berhasilnya identifikasi Kawasan Konservasi Daerah (KKD) di perairan wilayah Kepulauan Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek ini, yang dikenal sebagai Taman Perairan Kepulauan Alor, telah berhasil melewati serangkaian tahap identifikasi yang dilakukan oleh Tim Identifikasi Coral Bond Project Indonesia.
Tim identifikasi ini, yang terdiri dari perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Kementerian Bappenas RI, BHKLN, IUCN, dan World Bank, menjalankan serangkaian kegiatan penting dari tanggal 26 hingga 28 Pebruari 2024. Tahapan dimulai dengan pertemuan bersama Penjabat Bupati Alor, Bapak Dr. Drs. Zeth Soni Libing, M.Si, serta dihadiri oleh Bapak Adi Satari, Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan bidang Analisa Pembiayaan Industri Kelautan dan Perikanan.
Pertemuan tersebut tidak hanya melibatkan pemerintah setempat, tetapi juga para stakeholder penting lainnya, seperti kelompok masyarakat, lembaga agama, lembaga adat, perguruan tinggi, TNI, Polri, dan NGO yang terintegrasi dengan Taman Perairan Kepulauan Alor. Lokasi pertemuan dipilih di Center Of Excellent (Pusat Pembelajaran Unggulan) UNTRIB untuk memfasilitasi diskusi yang efektif.
Selanjutnya, tim identifikasi melakukan kunjungan lapangan untuk memeriksa pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan. Pada hari kedua, mereka melakukan asesmen terhadap Standar Unit Operasional Pemeliharaan (SUOP) Kawasan Konservasi, khususnya Kawasan Konservasi Daerah Kepulauan (KCDKP) Wilayah Kabupaten Alor, guna mengevaluasi kesiapan pengelola dalam 17 Indikator Penilaian Kawasan Level Internasional yang ditetapkan oleh IUCN Green List.
Hasil identifikasi ini menjadi dasar penting untuk merumuskan rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam Taman Perairan Kepulauan Alor selama Coral Bond Project. Tujuan utamanya adalah memperkuat empat komponen utama dan 17 indikator penilaian IUCN Green List ke depan.
Selain KKD Taman Perairan Kepulauan Alor, proyek ini juga menetapkan KKD Raja Ampat, KKN Raja Ampat, dan KKN Laut Sawu sebagai empat Kawasan Konservasi pertama di Indonesia yang menjadi Pilot Project Coral Bond Indonesia. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan kawasan-kawasan ini untuk penilaian Kawasan Konservasi Level Internasional oleh IUCN Green List.
Hasil identifikasi ini akan menjadi subjek diskusi pada tahap selanjutnya, yaitu Wrap Up Meeting, yang dijadwalkan pada tanggal 1 Maret 2024. Pertemuan tersebut akan menentukan langkah-langkah tindak lanjut yang diperlukan dalam rangka Indonesia Coral Bond Identification mission. Dengan demikian, langkah awal menuju keberhasilan konservasi laut telah diletakkan dengan kokoh di Kepulauan Alor, NTT.