Sejarah Instalasi IA2C
Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dan Pimpinan TNI AD menganggap penting untuk mengembangkan kemampuan RSPAD Gatot Soebroto di bidang terapi seluler, maka dibentuklah tim kecil untuk membahas pengembangan terapi seluler salah satu diantaranya stem sel. Sebagai realisasi dari gagasan ini, maka pada awal tahun 2013 berangkatlah Tim Awal yang terdiri dari Kolonel Ckm dr. Djoko Wibisono, SP.PD-KGH, Letkol Czi Anak Agung Gede Dharma S, ST, Mayor Ckm dr Nyoto Widyo Astoro, Sp.PD-KHOM dan PNS Gol III/c dr. Febria Asterina, Sp. PK. ke Jerman. Tim ini berada di Jerman tanggal 9 s.d. 12 April 2013 untuk menjajagi kerjasama Stem Cell Center.
Dibantu Prof. dr. Djoko Rahardjo, Sp.B., Sp.U(K) selama di Jerman kunjungan ditujukan ke Klinik Praxigemeinschaft fur Zelltherapi/Medical Consulting for Cell Therapy terletak di Duderstadt, sebuah kawasan yang berada kira-kira 400 km sebelah utara dari Frankfurt dan kira kira 75 KM dari Gottingen. Klinik ini menggunakan metode terapi untuk solid kanker, inflamasi dan autoimun dengan menggunakan monosit pasien. Di Klinik tersebut tim di terima oleh Prof. Dr. Med Fred Fandrich, FRCS, MD., Ph.D. dan Prof. Dr. Thomas Nesselhut , MD., Ph.D.
Prof. Dr. Med Fred Fandrich, FRCS, MD., Ph.D. merupakan Pimpinan Clinic for Aplied Celluler Medicine Sellular Medicine di Universitats Klinikum Schleswig-Holsten Campus Kiel. Sedangkan Prof. Dr. Thomas Nesselhut MD, PhD. Merupakan praktisi sel terapi serta pemilik Klinik Praxigemeinschaft fur Zelltherapi/Medical Consulting for Cell Therapy yang berupa klinik dan laboratorium untuk pengembangan sel terapi di Duderstadt.
Selanjutnya Tim berkunjung ke Max-Planck_Instiut fur Sonnen system fosr schung (MPS) untuk melihat Laboratoirum BSL system container moduler yang unggul dalam penghematan energy, fleksibilitas lokasi, pemeliharaan dan perawatan mudah, unggul dalam konstruksi, cepat bangun, pengiriman standar ISO.
Dari hasil kunjungan ini dapat disimpulkan dan disarankan bahwa terapi berbasis seluler yang paling modern dan cocok untuk dikembangkan di RSPAD Gatot Soebroto adalah sebagaimana terapi seluler yang dilakukan oleh Klinik Praxigemeinschaft fur Zelltherapi/Medical Consulting for Cell Therapy. Untuk itu perlu dilakukan pembangunan instalasi mandiri di RSPAD yang meliputi klinik untuk menerima pasien dan serta Laboratorium Clean Room, untuk mengembangkan sel yang diambil dari pasien.
Selanjutnya Presiden melalui Kementerian pertahanan mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan pembangunan Intalasi terapi berbasis seluler di RSPAD. Kontrak dengan Klinik Praxigemeinschaft fur Zelltherapi/Medical Consulting for Cell Therapy sesuai Surat Perjanjian Nomor : SP/17/XII/2013 tentang Pengadaan Alkes Laboratorium Cellcure Cellular Kebutuhan RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Tahun Anggaran 2013 dan Surat Perjanjian Nomor : SP/18/XII/2013 tentang Pengadaan Alkes Laboratorium Cellcure Cellular Kebutuhan RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Tahun Anggaran 2013.
Berdasarkan Kontrak tersebut mulai dikasanakan pembangunan fisik dan perekrutan personel untuk Instalasi sel terapi. Ground Breaking pembangunan IA2C dilaksanakan pada awal tahun 2014, Gedung yang semula digunakan untuk Taman Penitipan Anak (TPA) dibongkar. Gedung Terdiri dari 2 lantai, dengan peruntukan lantai 1 sebagai klinik dan lantai 2 sebagai Ruang staf Laboratprium, gudang bahanbaku, Lab Kontrol Kualitas serta Runag untuk menyimpasn sel pasien (Cryopreservation Room). Laboratorium untuk memproses sel (Clean Room) yang terdiri dari container container dirakit di atas gedung menjadi lantai 3 serta instalasi pengelola tata udara (HVAC – Heating Ventilating dan Air Conditioning) diletakan di atas clean room (menjadi lantai ke 4).
Pembangunan gedung dan perakitan container container module untuk klinik dan laboratorium sedang berlangsung, disusul dengan datangnya peralatan laboratorium untuk pengembangan sel serta untuk kualiti control dating di akhir tahun 2014.
Pelatihan personel dimulai dengan perekrutan personel untuk Dokter, Biolog, Nurse dan Tenaga Analis Kesehatan oleh Prof. Dr. Med Fred Fandrich, FRCS, MD., Ph.D. dan Prof. Dr. Thomas Nesselhut MD, PhD, Akhirnya dipilih 6 personel untuk berlatih di Jerman tepatnya di Klinik Praxigemeinschaft fur Zelltherapi/Medical Consulting for Cell Therapy di Duderstat.
Ke enam personel tersebut adalah :
1. Letkol Ckm dr Nyoto Widyo Astoro, Sp.PD-KHOM
2. Letkol Ckm Nurhadiyanta, S.Si., M.Si
3. Mayor Ckm dr. Martina Lilly Yana, Sp.PK
4. Sertu Sunarso
5. PNS Gayuh Laksono, A.Md
6. PNS Ns, Yessy Puspasary, S.Kep
Tanggal 15 Maret 2015 berangkat 5 personel, sedangkan Ns Yessy Puspasary,S.Kep berangkat pada bulan Juli 2015. Masing masing personel belajar seuai dengan tugas dan fungsi yang direncanakan, yaitu Qualified Person (DPJP), Nurse, Production, QC dan Teknisi Lab. Selama di Klinik Praxigemeinschaft fur Zelltherapi/Medical Consulting for Cell
Tim utama ini belajar sampai bulan September 2015, dokter dan nurse belajar mengelola klinik selular terapi antara lain cara berkomunikasi dengan pasien, menjelaskan manfaat terapi, bagaimana prosedur untuk terapi, sedangkan tim produksi dan QC belajar bagaimana memproses sel menjadi DC, Tom Dan ReM, cara mengelola Lab Clean Room, system logistic serta system utilitas.
Sekembalinya dari Jerman sambil menunggu penyelesaian pembangungan tim menyususn organisasi, menterjemahkan dan memperbaharui SPO, formulir-formulir da protocol untuk pelaksanaan pelayanan pasien dann proses pengembangan sel.
Sepanjang tahun 2016 dilaksanakan finalisasi pembangunan, pengecekean seluruh peralatan laboratorium, instalasi clean room. IQ dan OQ dilaksanakan dengan seksama oleh tim yang dikirim dari Jerman. Setelah dinyatakan selesai IQ OQ maka pada awal tahun 2014 dilaksanakan Commisioning.
Comissioning merupakan kegiatan operasional pendahuluan untuk menguji kehandalan system dalam seuruh proses, alat, laborat dan pendukung dalam memngembangkan sel.
Commissioning dilaksnakan dengan mengambil darah pasien secara Whole Blood dari donor yang sehat oleh nurse di klinik selanjutnya dikirim ke lab clean room dikembangkan menjadi produk sesuai perintah DPJP.
Sambil menyelam minum air, sambil melaksanakan Commisioning dilakukan pula pelatihan terhadap second team Instalasi cellcure, yang diikuti oleh, Kapten Esti Jayanti, S.Si, ASN Natalia Sitepu S,Si, ASN Anugerah Azizul Hakim A.Md.Kes, Dan 3 tenaga untuk cleaning clean room yaitu ASN Yeniharti, ASN Dede Kandi dan ASN Budi Hendriatna.
Commisioning dilaksanakan dengan membuat sebanyak 46 produk dengan rincian sebagai berikut 25 DC, 12 ReM, 9 ToM.
Dari keseluruhah kegiatan Commisioning hanya satu yang tidak memenuhi sarat Karena jumah sel yang dihasilkan tidak memenuhi jumlah minimal (1 juta). Dari penelusuran diketahui bahwa ini terjadi karena sampel darah yang digunakan dibagi 2.
Pada Hari Kamis Tanggal 21 Desember 2017 Menteri Pertahanan Republik Indonesia meresmikan Indonesia Army Cellcure Center RSPAD Gatot Soebroto. Penanda Tanganan Prasasti dan Naskah Persemian Didanpingi Kapuskesad dan Ka RSPAD Gatot Soebroto.
Menhan menyampaikan apresiasi atas terobosan yang dibuat oleh RSPAD dalam upaya meningkatkan kemampuan pelayanan yang merupakan bagian dari upaya penguatan dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas penyelenggaraan pertahanan negara di bidang kesehatan. Lebih lanjut Kepala RSPAD Gatot Soebroto menyampaikan bahwa pengembangan sarana Cellcure Center merupakan wujud kerja sama antara RSPAD dengan German yang didukung penuh oleh Kemhan selaku pembina sehingga RSPAD lebih lengkap dan mampu bersaing dengan instansi kesehatan di dalam maupun luar negeri.
Sejak penerimaan pasien pertama pada pertengahan bulan April 2017 sampai 31 Desember 2020 sudah dihasilkan sebanyak 125 DC, 217 ReM, 26 ToM, jumlah pasien 368 orang, dengan rincian 125 orang terapi DC, 217 orang terapi ReM dan 26 orang terapi ToM
Pelatihan second team pada Oktober 2017 ke Duderstadt Jerman dilaksanakan dengan memberangkatkan 4 Dokter secara bergantian, yaitu, dr. Djoko Wibisono, Sp.PD-KGH, dr Nyoto Widyo Astoro, Sp.PD-KHOM, dr.Denny Irwansyah, Sp.BP-RE, dr.Endra Tri Prabowo,Sp.PK , 5 Orang Analis Kesehatan yaitu Kapten Ckm (K) Esti Jayanti, S.Si, Sertu Sunarso, S.Si, ASN Gayuh Leksono, A.Md, ASN Natalia Sitepu,S.Si ASN Anugerah Azizul Hakim,AMdKes. Kemudian pada Juni 2018 dilaksanakan pelatihan 3 dokter ke Duderstadt, Jerman yaitu dr. Djoko Wibisono,Sp.PD-KGH, dr. Robertus Bebet Prasetyo, Sp.U, dr,Susie Setyowati, Sp.PD selama 14 hari.
Setelah serangkaian kegiatan pembangunan dilaksanakan kemudian dilanjutkan dengan instalasi peralatan, uji fungsi dan Commissioning dan pelayanan dasar terhadap pasien dengan tiga treatment menggunakan Dendritic Cell, Regenerative Macrophage (ReM) dan Tolerogenic Macrophage (ToM) dan sejalan dengan perkembangan teknologi di bidang kesehatan maka IA2C harus memperbaiki dan meningkatkan kemapuan baik dalam klwalitas maupaun kuantitas termasuk di dalamnya jenis terapi yang dberikan kepada pasien. Metode dan modalitas terapi sel yang perlu dikembangkan antara lain dengan menggunakan Natural Killer (NK) Cell, Very Small Embryonic – Like (VSEL) Stem Cell dan Exosome.
Untuk meraih hal tersebut Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasana pelatihan dan ditambahkan. Antara lain peralatan untuk mengisi lab yang digunakan untuk mengembangkan monosit pasien infeksius, peralatan untuk memproduksi NK Cell, VSEL-Stem Cell dan Exosome.
Cellcure sebagai layanan unggul di RS Kepresidenan Gatot Soebroto memiliki fasilitas yang terintegrasi mulai dari Ruang Konsultasi Pasien, Ruang Treatment, dan Laboratorium Produksi (Cleanroom dan Quality Control), serta fasilitas pendukung lainnya untuk proses pelayanan.
Dalam memberikan pelayanan kepada pasien Instalasi IA2C memberikan layanan berupa pengambilan darah (Phlebotomy) dan pemberian terapi di kediaman pasien (One Stop Service)*.
*Waktu Tempuh Maksimal 2,5 Jam.