TUGAS 1
TUGAS 1
1.Pengertian Jaringan (pada jaringan komputer)
2.Jaringan Kabel
3.Jaringan Nirkabel
4.Jenis jenis jaringan Nirkabel
5.Jenis jenis Kabel
6.Perangkat Jaringan Komputer
7.Sejarah Jaringgan Nirkabel
8.Keuntungan dan kekurangan jaringan kabel
9.Keuntungan dan kekuragan jaringan nirkabel
Jaringan komputer adalah kumpulan dua atau lebih komputer yang saling terhubung untuk berbagi data, informasi, perangkat keras (hardware), dan perangkat lunak (software). Jaringan ini bisa menggunakan kabel (wired) atau nirkabel (wireless) sebagai media transmisi.
Jaringan kabel adalah jenis jaringan komputer yang menggunakan media fisik berupa kabel (seperti kabel UTP, coaxial, atau fiber optic) untuk menghubungkan antar perangkat. Jenis jaringan ini umumnya digunakan untuk koneksi yang stabil dan cepat, seperti di kantor atau pusat data.
Jaringan nirkabel (wireless network) adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio, inframerah, atau teknologi lainnya tanpa kabel fisik. Contohnya termasuk Wi-Fi, Bluetooth, dan jaringan seluler (3G/4G/5G).
Berikut beberapa jenis jaringan nirkabel:
WLAN (Wireless Local Area Network): Contoh paling umum adalah Wi-Fi di rumah atau kantor.
WPAN (Wireless Personal Area Network): Seperti Bluetooth dan IrDA, digunakan untuk perangkat jarak dekat.
WWAN (Wireless Wide Area Network): Contohnya jaringan seluler seperti 4G atau 5G.
WMAN (Wireless Metropolitan Area Network): Jaringan nirkabel dalam skala kota, contohnya WiMAX.
Satellite Communication: Menggunakan satelit untuk menyediakan koneksi internet atau komunikasi di daerah terpencil.
Jenis-jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer:
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair): Paling umum, digunakan di LAN.
Kabel STP (Shielded Twisted Pair): Versi terlindung dari UTP, lebih tahan gangguan.
Kabel Coaxial: Digunakan untuk jaringan lama dan televisi kabel.
Kabel Fiber Optic: Menggunakan cahaya untuk mentransmisikan data dengan kecepatan sangat tinggi dan jarak jauh.
Beberapa perangkat utama dalam jaringan komputer:
Router: Menghubungkan jaringan lokal ke internet.
Switch: Menghubungkan banyak perangkat dalam satu jaringan LAN.
Hub: Seperti switch, tapi tidak secerdas switch.
Modem: Mengubah sinyal analog menjadi digital dan sebaliknya.
Access Point: Memancarkan sinyal Wi-Fi untuk perangkat nirkabel.
Repeater: Memperkuat sinyal jaringan agar bisa menjangkau lebih jauh.
Bridge: Menghubungkan dua jaringan lokal yang berbeda.
Sejarah jaringan nirkabel dimulai pada akhir abad ke-19, saat penemuan gelombang radio oleh Heinrich Hertz dan pengembangan telegraf nirkabel oleh Guglielmo Marconi yang menjadi dasar komunikasi tanpa kabel. Pada 1970-an, teknologi nirkabel mulai digunakan secara terbatas oleh militer dan lembaga pemerintah untuk komunikasi jarak jauh. Memasuki 1990-an, standar Wi-Fi mulai dikembangkan oleh IEEE melalui standar 802.11 yang pertama kali dirilis pada 1997, memungkinkan komputer dan perangkat lain terhubung tanpa kabel dalam jaringan lokal. Teknologi ini terus berkembang dengan munculnya standar baru seperti 802.11b/g/n/ac/ax yang meningkatkan kecepatan dan jangkauan. Selain itu, teknologi nirkabel lain seperti Bluetooth (diperkenalkan pada 1999) mulai digunakan untuk komunikasi jarak pendek antar perangkat. Di sisi lain, jaringan seluler seperti 2G, 3G, dan 4G menjadi solusi komunikasi mobile secara global. Kini, dengan hadirnya 5G sejak sekitar 2019, jaringan nirkabel telah mencapai kecepatan tinggi, latensi rendah, dan kemampuan untuk menghubungkan jutaan perangkat secara bersamaan, menjadikannya tulang punggung dalam era Internet of Things (IoT) dan teknologi masa depan.
Keuntungan:
Koneksi stabil dan cepat.
Lebih aman dari gangguan dan penyadapan.
Cocok untuk transfer data besar.
Kekurangan:
Kurang fleksibel karena tergantung kabel.
Biaya instalasi bisa mahal.
Sulit dipindah atau diperluas.
Keuntungan:
Lebih fleksibel dan praktis.
Mudah diakses dari mana saja selama dalam jangkauan sinyal.
Instalasi lebih sederhana tanpa kabel fisik.
Kekurangan:
Rentan terhadap gangguan sinyal.
Keamanan lebih lemah dibanding jaringan kabel (harus dilindungi dengan enkripsi).
Kecepatan bisa bervariasi tergantung kondisi sinyal dan interferensi.
Perangkat Jaringan Komputer
Router adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer, serta mengarahkan (routing) lalu lintas data di antara jaringan tersebut. Router bekerja dengan cara menerima paket data dari satu jaringan, kemudian menentukan rute terbaik untuk mengirimkannya ke jaringan tujuan, baik itu jaringan lokal (LAN) maupun jaringan internet. Dalam lingkungan rumah atau kantor kecil, router biasanya juga dilengkapi dengan fitur Wi-Fi (wireless), sehingga dapat mendistribusikan koneksi internet ke berbagai perangkat tanpa kabel. Selain itu, router sering memiliki fungsi tambahan seperti firewall, DHCP server, dan manajemen bandwidth, yang membantu mengatur dan mengamankan lalu lintas jaringan.
Switch adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa perangkat dalam satu jaringan lokal (LAN) dan mendistribusikan data antar perangkat tersebut secara efisien. Tidak seperti hub yang mengirim data ke semua port, switch hanya mengirimkan data ke perangkat tujuan dengan memanfaatkan alamat MAC (Media Access Control) masing-masing perangkat. Dengan demikian, switch membantu mengurangi kemacetan lalu lintas data dan meningkatkan kinerja jaringan. Switch biasanya digunakan di sekolah, kantor, dan laboratorium komputer untuk menghubungkan komputer, printer, dan perangkat lainnya dalam satu jaringan lokal.
Modem adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk mengubah sinyal digital dari komputer menjadi sinyal analog yang dapat dikirim melalui saluran telepon, kabel, atau jaringan lainnya, dan sebaliknya mengubah sinyal analog menjadi digital agar bisa diproses oleh perangkat komputer. Nama “modem” berasal dari kata modulator-demodulator, karena perangkat ini melakukan kedua fungsi tersebut. Modem biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke internet melalui penyedia layanan internet (ISP). Dalam praktiknya, modem sering digabungkan dengan router dalam satu perangkat, terutama pada layanan internet rumahan, sehingga dapat langsung membagikan koneksi internet ke banyak perangkat.
Access Point (AP) adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk memancarkan sinyal Wi-Fi sehingga perangkat nirkabel seperti laptop, smartphone, dan tablet dapat terhubung ke jaringan lokal (LAN) secara wireless. Access Point biasanya terhubung ke switch atau router melalui kabel Ethernet, lalu menyebarkan koneksi tersebut ke area sekitar menggunakan gelombang radio. Dalam lingkungan seperti sekolah, kantor, atau kampus, Access Point digunakan untuk memperluas jangkauan jaringan nirkabel agar lebih banyak pengguna dapat mengakses internet atau jaringan internal tanpa kabel. Beberapa AP juga memiliki fitur keamanan seperti enkripsi WPA/WPA2, kontrol akses pengguna, dan manajemen jaringan terpusat.
Router outdoor adalah jenis router yang dirancang khusus untuk digunakan di luar ruangan, dengan kemampuan tahan terhadap cuaca ekstrem, seperti hujan, panas, dan debu, karena dilengkapi dengan casing tahan air dan perlindungan lingkungan (IP-rated). Router ini umumnya digunakan untuk memancarkan sinyal Wi-Fi jarak jauh di area terbuka seperti sekolah, kampus, taman, desa, atau area publik lainnya, dan sering digunakan dalam proyek jaringan nirkabel seperti Wi-Fi desa, koneksi antar gedung, atau pemancar sinyal point-to-point dan point-to-multipoint. Router outdoor biasanya memiliki antena eksternal yang kuat dan daya pancar tinggi, serta mendukung teknologi seperti MIMO dan PoE (Power over Ethernet) agar mudah dipasang di lokasi terpencil tanpa stop kontak listrik langsung.