BUKU DIGITAL
SISTEM REPRODUKSI
MANUSIA
Penyusun
I Dewa Gede Pandhya Argawungsu
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa memberi nikmat sehat sehingga buku digital materi sistem reproduksi manusia ini dapat selesai tepat waktu tanpa ada halangan.
Buku Digital ini dibuat sebagai bahan ajar pendamping pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas IX SMP. Dalam penggunaannya nanti, pembaca mungkin akan menemukan beberapa kekeliruan dan kekurangan di dalamnya.
Penulis memohon pemakluman dan maaf sebesar-besarnya. Kami dan tim penulis selalu siap menerima kritik dan saran untuk membangun dan memperbaiki penulisan di masa depan.
Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas peran serta aktif dari berbagai pihak dalam penyusunan buku digital materi sistem reproduksi manusia mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas IX SMP ini sehingga dapat selesai tepat pada waktunya.
Singaraja
Penulis
ii
Halaman
PRAKATA ............................................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................................................ iii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................................................................. iv
DAFTAR TABEL ...................................................................................................................................... v
PETUNJUK UMUM ................................................................................................................... .............. vi
PENDAHULUAN ................................................................................................................... ................. vii
PEMETAAN KOMPETENSI ................................................................................................... ................... viii
CAPAIAN PEMBELAJARAN ................................................................................................ ..................... ix
PETA KOMPETENSI .......................................................................................................... ..................... x
KEGIATAN BELAJAR 1 SISTEM REPRODUKSI MANUSIA ............................................... ........................... 1
A. Pembelahan Sel .............................................................................................. ........................... 6
B. Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi Pada Manusia ............................... ..................... ............ 22
C. Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia dan Upaya Pencegahannya ......... ................................ 49
RANGKUMAN ....................................................................................................................................... 56
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................ 57
GLOSARIUM .......................................................... .......................................................................... .... 58
LAMPIRAN ........................................................................................................................................... 61
iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Organ reproduksi pria dan wanita
Gambar 2. Kandungan dalam rahim
Gambar 3. Fase-fase pembelahan mitosis
Gambar 4. Fase-fase pembelahan meiosis
Gambar 5. Tahap profase I
Gambar 6. Fase-fase pembelahan mitosis
Gambar 7. Fase-fase pembelahan meiosis
Gambar 8. Organ-Organ Penyusun Sistem Reproduksi pada Laki-Laki
Gambar 9. Potongan Melintang Tubulus Seminiferus
Gambar 10. Alat-alat pada sistem reproduksi wanita
Gambar 11. Struktur Ovarium
Gambar 12. Proses Pembentukan Sel Telur (Oogenesis)
Gambar 13. Sistem Reproduksi Laki-laki
Gambar 14. Sistem Organ Reproduksi Perempuan
Gambar 15. Siklus yang Dialami Dinding Rahim
Gambar 16. Hanya satu sperma yang dapat membuahi sel telur
Gambar 17. Skema Pergerakan Flagela Sel Sperma
Gambar 18. Skema Proses Fertilisasi hingga Implantasi
Gambar 19. Penderita HIV/AIDS
Gambar 20. Bakteri Neisseria Gonorrhoeae
Gambar 21. Bakteri Treponema Pallidum
Gambar 22. Penyakit herpes simplex genitalis
Gambar 23. Jamur Candida Albicans
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 1. identifikasi pembelahan sel pada gambar 1 ……… (mitosis/meiosis)
Tabel 2. identifikasi pembelahan sel pada gambar 2 ……… (mitosis/meiosis)
Tabel 3. Sistem dan Fungsi Organ Reproduksi Lak-laki
Tabel 4. Sistem dan Fungsi Organ Reproduksi Perempuan
v
1. Setelah memasuki halaman utama, anda dapat memilih beberapa menu yang ingin anda buka dengan mengklik gambar ikon atau memilih secara langsung pada menu di pojok kanan atas halaman.
2. Pada ikon atau halaman materi terdapat 3 sub materi utama yang dapat anda pilih untuk dipelajari dengan memilih ikon atau pilih melalui menu yang terdapat di pojok kanan/kiri atas halaman.
3. Setelah masuk pada halaman sub materi, terdapat sub materi buku yang dapat anda baca beserta video pembelajaran yang dapat diputar secara langsung untuk memudahkan anda dalam memahami materi.
4. Dalam penggunaan buku ataupun video, anda dapat memilih untuk memperbesar tampilan, pause video, menggeser halaman dan lainnya dengan menggunakan ikon-ikon yang sudah tersedia.
5. Anda dapat mengulangi langkah-langkah tersebut untuk meilih materi-materi selanjutnya.
6. Setelah mempelajari materi, anda dapat mengerjakan tugas yang tersedia dengan kelompok yang sudah dibentuk.
7. Untuk pengerjaan tugas-tugas dapat dilakukan di kolom yang disediakan dengan mengikuti pentunjuk yang ada. Sedangkan untuk tugas-tugas mandiri seperti mari belajar dan ayo cari tahu, dapat dikerjakan di buku tulis ataupun buku catatan yang anda miliki.
8. Selanjutnya untuk penggunaan halaman evaluasi, anda dapat menjawab sol-soal yang ada secara mandiri dengan memasukkan nama dan kelas kemudian password (pilih1) pada kolom yang tersedia. (setiap kolom wajib diisi agar dapat melanjutkan menjawab soal-soal evaluasi).
9. Setelah selesai menjawab, anda dapat mengirim jawaban anda dengan memilih ikon submit. nilai yang anda peroleh akan langsung ditampilkan pada layar.
vi
Buku digital yang disertai dengan barcode menggunakan pendekatan kontekstual ini disusun dengan harapan dapat memberikan penjelasan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) materi sistem reproduksi manusia untuk siswa kelas IX SMP/MTs. Buku digital ini dapat digunakan dengan atau tanpa guru dalam memberikan penjelasan materi. Tujuan penyusunan buku digital Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ini adalah dapat memfasilitasi siswa dalam memahami materi aritmetika sosial.
Selain itu diharapkan, dengan menggunakan buku digital ini siswa dapat belajar dengan kecepatan dan daya belajar masing-masing. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya penggunaan buku digital dalam pembelajaran menggunakan sistem secara individual, sehingga siswa dapat melakukan pembelajaran tanpa tergantung pada guru. Untuk mempelajari buku digital ini, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh siswa, yaitu sebagai berikut:
1.Siswa harus mempelajari materi secara berurutan, karena materi sebelumnya akan menjadi prasyarat untuk materi selanjutnya.
2.Ikutilah kegiatan belajar yang disajikan dalam buku digital ini, dan perhatikan petunjuk mempelajari kegiatan belajar yang ada pada setiap awal kegiatan belajar.
3.Ulangi mempelajari materi apabila belum memahaminya, lanjutkan jika sudah menguasai materinya.
4.Kerjakan soal evaluasi, dan soal pengayaan setelah mempelajari semua kegiatan belajar.
Aktivitas pembelajaran dalam buku digital ini berpusat pada siswa, bukan pada guru. Artinya, siswa merupakan subjek yang aktif dan bertanggung jawab dalam pembelajaran siswa sendiri sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar. Setiap aktivitas pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi siswa, orang tua, guru, sekolah, dan lingkungan sekitar. Tetap semangat dan selamat belajar.
vii
viii
PEMETAAN CAPAIAN PEMBELAJARAN (MERDEKA BELAJAR)
Capaian Pembelajaran
Peserta didik dapat melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem reproduksi).
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu memahami struktur dan fungsi organ reproduksi pada manusia.
2. Peserta didik mampu menjelaskan proses reproduksi pada manusia, mulai dari spermatogenesis, oogenesis, fertilisasi, hingga kehamilan dan persalinan.
3. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara struktur dan fungsi organ reproduksi dengan proses reproduksi pada manusia.
4. Peserta didik mampu menjelaskan berbagai kelainan pada sistem reproduksi manusia dan cara pencegahannya.
5. Peserta didik mampu menerapkan pengetahuan tentang sistem reproduksi manusia dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan reproduksi.
ix
x
Engagement
Dalam beberapa tahun terakhir, menurut badan pusat statistik Indonesia(2023) dari tahun 2010 sampai 2024 angka kelahiran di Indonesia terus menurun. Salah seorang ahli dibidang tersebut menyebutkan bawa hal ini disebabkan oleh kurangnya keinginan penduduk usia produktif (18-60 tahun) untuk cepat mempunyai anak. Menurut Prof. Budi Wiweko, salah seorang guru besar fakultas kedoteran Universitas Indonesia menyebutkan bahwa usia yang produktif juga tak diiringi dengan tingkat kesuburan yang baik pada setiap pasangan. Terbukti, dari 12 juta pasangan suami istri, sekitar 1 persennya membutuhkan bantuan untuk dapat memiliki keturunan.
Peningkatan kasus penyakit alat reproduksi seperti HIV dan Sifilis di Indonesia semakin meningkat. menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Muhammad Syahril (dalam sebuah wawancara di Jakarta pada 8 mei 2023) menyebutkan bahwa penularan kasus didominasi oleh ibu rumah tangga. Dalam banyak kasus yang terjadi, faktor yang mendominasi penularan penyakit tersebut adalah suami pekerja sex bebas dan kelompok MSM ( man sex with man). penyebab tingginya penularan HIV pada ibu rumah tangga karena pengetahuan akan pencegahan dan dampak penyakit yang rendah serta memiliki pasangan dengan perilaku sex berisiko.
FAKTA MENARIK
(Spermatozoa)
Tahukah kamu, pada umumnya seorang pria menghasilkan sekitar puluhan juta sel sperma per mililiter saat ejakulasi. Namun, saat proses bergerak menuju sel telur, ada jutaan sel sperma yang tidak berhasil mencapai sel telur.
Perjalanan yang cukup panjang membuat seleksi terhadap sel sperma sehingga hanya satu sel sperma sehat saja yang mampu mencapai sel telur dan melalui proses pembuahan. Tentunya kondisi inilah yang membuat peluang untuk memiliki bayi yang sehat lebih besar.
2
Exploration
(mari mengeksplorasi)
Pernahkah kamu mendengar isitilah sistem reproduksi? Jika pernah, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan sistem reproduksi tersebut? Bagaimana dengan kelahiranmu ke dunia? Berapa lama kamu berada didalam kandungan ibu? Bagaimana dengan asupan makanan yang kamu terima saat berada dalam kandungan? Apakah kamu tidak penasaran dengan hal tersebut?
Dapatkah kamu menjawab dan menjelaskan pertanyaan diatas?
Sumber:
Sumber:
3.1. Menghubungkan sistem reproduksi pada manusia dan gangguan pada sistem reproduksi dengan penerapan pola hidup yang menunjang kesehatan reproduksi
4.1. Menyajikan hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait kesehatan dan upaya pencegahan gangguan pada organ reproduksi
3.1.1. Menjelaskan proses pembelahan sel
3.1.2. Menjelaskan sistem reproduksi manusia
3.1.3. Menjelaskan berbagai kelainan dan penyakit pada sistem reproduksi
3.1.4. Menjelakan pola hidup yang menunjang kesehatan reproduksi
4.1.1. Membuat laporan tertulis tentang kesehatan dan upaya pencegahan gangguan pada organ reproduksi
4.1.2. Menyajikan hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait kesehatan dan upaya pencegahan gangguan pada organ reproduksi
Capaian Pembelajaran (Kurikulum Merdeka)
Peserta didik dapat melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem reproduksi).
4
Setelah membaca dan mempelajari buku digital ini, siswa diharapkan dapat:
1. Peserta didik mampu memahami struktur dan fungsi organ reproduksi pada manusia.
2. Peserta didik mampu menjelaskan proses reproduksi pada manusia, mulai dari spermatogenesis, oogenesis, fertilisasi, hingga kehamilan dan persalinan.
3. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara struktur dan fungsi organ reproduksi dengan proses reproduksi pada manusia.
4. Peserta didik mampu menjelaskan berbagai kelainan pada sistem reproduksi manusia dan cara pencegahannya.
5. Peserta didik mampu menerapkan pengetahuan tentang sistem reproduksi manusia dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Petunjuk
1. Awali belajarmu dengan doa.
2. Baca dan pahami setiap materi yang disajikan, bila perlu berikan tanda hal-hal yang menurut Anda penting.
3. Pahamilah ilustrasi yang ada, kemudian kerjakan setiap permasalahan yang disediakan. Jika ada kesulitan diskusikanlah dengan teman, orang tua atau guru.
4. Kerjakan soal tes evaluasi dan kelompok secara mandiri untuk mengukur kemampuanmu memahami materi sistem reproduksi manusia.
5. Pengerjaan soal-soal dan latihan dapat dikerjakan sesuai instruksi yang tersedia.
6. Akhiri belajarmu dengan doa.
5
Sebelum mempelajari sistem reproduksi coba kamu pahami dulu materi tentang pembelahan sel. Sebelumnya, kamu telah mengetahui bahwa pada awalnya manusia berasal dari satu sel. Sel tersebut kemudian mengalami pembelahan, sehingga jumlah sel manusia pada saat dewasa dapat mencapai 200 triliun.
Nah, dapatkah kamu menyebutkan satu alasan mengapa sel membelah? Pembelahan sel itu sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Setidaknya ada tiga alasan mengapa sel mengalami pembelahan, yaitu untuk pertumbuhan, perbaikan, dan reproduksi.
Berikut ini dijelaskan masing-masing alasan pentingnya sel mengalami pembelahan. Alasan pertama sel mengalami pembelahan adalah untuk pertumbuhan. Masih ingatkah kamu bahwa salah satu ciri makhluk hidup adalah mengalami pertumbuhan? Makhluk hidup dapat tumbuh karena sel-selnya bertambah banyak.
Semakin banyak sel pada makhluk hidup, maka semakin besar ukuran makhluk hidup itu. Alasan selanjutnya adalah untuk perbaikan. Pernahkah kamu mengalami luka pada bagian tubuhmu? Apakah setelah beberapa lama bagian tubuh yang luka tersebut dapat menutup seperti semula? Sebenarnya, pada bagian tubuhmu yang mengalami luka tersebut terjadi kerusakan jaringan.
6
Nah, perbaikan jaringan yang rusak pada tubuhmu tersebut adalah hasil dari proses pembelahan sel. Alasan terakhir, sel mengalami pembelahan untuk reproduksi. Reproduksi atau perkembangbiakan adalah ciri lain dari makhluk hidup. Pada proses reproduksi seksual, diperlukan sel kelamin untuk membentuk individu baru (anakan). Proses pembentukan sel kelamin ini dilakukan dengan cara pembelahan sel.
Menurut teori sel, semua sel hidup berasal dari sel yang sudah ada sebelumnya (omnis cellula e cellula). Teori ini dinyatakan oleh Rudolf Virchow pada tahun 1855. Pembentukan sel-sel baru atau anakan dari sel yang sudah ada sebelumnya dapat terjadi melalui proses pembelahan sel. Pembelahan sel dibedakan menjadi pembelahan mitosis dan meiosis.
Pembelahan mitosis terjadi pada sel-sel tubuh (sel somatik) makhluk hidup. Pada pembelahan ini, dihasilkan sel anak yang mempunyai kromosom yang jumlahnya sama dengan jumlah kromosom sel induk.
Bagaimanakah dengan pembelahan secara meiosis? Pembelahan secara meiosis hanya terjadi pada sel-sel kelamin. Pembelahan ini berfungsi untuk menghasilkan sel gamet (sel telur atau sel sperma). Melalui pembelahan ini akan dihasilkan sel anak yang mempunyai jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom sel induk.
7
Pembelahan mitosis merupakan tipe pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anakan yang mempunyai karakter identik secara genetik dengan sel induk. Artinya, kedua sel anakan yang terbentuk mempunyai susunan genetika yang sama dengan induknya, termasuk jumlah kromosom. Jika sel induk memiliki kromosom 2n (diploid), maka jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan juga 2n (diploid). Misalnya sel induk memiliki jumlah kromosom 23 pasang atau 46 buah, maka sel anakan juga memiliki jumlah kromosom 23 pasang atau 46 buah. Sel diploid adalah sel-sel yang kromosomnya dalam keadaan berpasangan.
Pembelahan mitosis merupakan proses yang berkesinambungan yang terdiri atas empat fase pembelahan, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Setiap fase pembelahan tersebut memiliki ciriciri yang berbeda. Tahukah kamu apa ciri-ciri dari masing-masing fase pembelahan?. Perhatikan gambar berikut untuk memahami pembelahan mitosis!
8
Sumber: Solomon et al. 2002
Gambar 3. Fase-Fase Pembelahan Mitosis
Pada tahap akhir dari pembelahan mitosis yaitu fase telofase, umumnya selalu diikuti dengan pembelahan sitoplasma yang disebut dengan sitokinesis. Pada saat sitokinesis, terbentuk cincin pembelahan yang berfungsi membagi sitoplasma sehingga terbentuk dua sel anakan.
9
Sedikit perbedaan dengan pembelahan mitosis, pada pembelahan meiosis menghasilkan empat sel anakan yang masing-masing sel anakan hanya memiliki separuh dari jumlah kromosom sel induk. Perhatikan Gambar di bawah.
Sumber: Solomon et al. 2002
Gambar 4. Fase-Fase Pembelahan Meiosis
10
Secara umum, pembelahan meiosis terjadi dalam dua tahapan yang nantinya akan membagi sel sebanyak dua kali. Dengan demikian akan ada empat sel yang masing-masing mengandung kromosom induknya.
1) Meiosis I
a. Profase I
Perlu kamu ketahui bahwa dalam profase ini ada lima subfase yang terdiri dari leptoten, zigoten, pakiten, diploten, dan juga diakinesis.
1) Leptoten
Leptoten adalah tahapan ketika leptotene kromatin bentuknya menjadi lebih padat (kondensasi) dan berubah menjadi kromosom.
2) Zigoten
Zigoten merupakan proses yang terjadi setelah proses leptoten selesai dilakukan. Dalam fase ini, kromosom-kromosom akan membentuk sinapsis yang kemudian berpasangan dengan homolognya.
3) Pakiten
Pakiten adalah fase ketika lengan-lengan kromosom menjadi ganda. Setelah itu, kromosom ganda ini akan membentuk suatu kiasma atau area pindah silang untuk pasangan kromosom homolog.
4) Diploten
Dalam tahap diploten, terjadi rekombinasi kromosom yang diakibatkan oleh proses kromatid yang berpindah silang pada kiasma.
5) Diakinesis
Dalam fase terakhir ini, sentrosom akan terbelah menjadi dua buah sentriol dan juga membrane inti akan menjadi terhalang. Sentriol sendiri merupakan komponen yang ada pada sel yang bertugas menarik kromosom.
11
Sumber : sumber.belajar.kemdikbud.go.id
Gambar 5. Tahap profase I
Jadi singkatnya, fase profase 1 ini diawali oleh kondensasi kromatin. Akan tetapi, berbeda dengan fase profase yang terdapat dalam pembelahan mitosis, di profase meiosis ini terjadi perlekatan dua kromosom homolog.
Perlekatan tersebut kemudian akan membentuk sebuah tetrad. Kemudian akan terjadi pindah silang atau crossing over di bagian kiasmata yang menjadi tempat pertemuan antara dua kromosom. Proses pindah silang inilah yang menghasilkan perbedaan sifat genetik dengan sel induknya. Proses ini dilakukan agar sel baru yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik dari kromosom. Contohnya seperti pendek dan pesek atau tinggi dan mancung. Setelah itu kemudian muncul ciri-ciri seperti sentromer yang bergerak menuju kutub, muncul gelendong, membran inti dan nukleus hilang, serta kromosom homolog sedikit memisahkan diri.
12
b. Metafase I
Metafase 1 adalah fase ketika kromosom berada sejajar di garis ekuator sel dan juga semua gelendong sudah melekat pada kinetokor kromosom. Akan tetapi, dalam metafase 1, kromosomnya masih memiliki bentuk tetrad.
c. Anafase I
Dalam anafase 1 ini, kromosom yang mendekatkan dirinya ke kutub hanya memiliki 2 DNA saja. Hal ini terjadi karena seluruh kromosom telah berpindah. Berbeda dengan anafase yang ada pada pembelahan mitosis yang setiap kutub mendapatkan 4 DNA karena yang berpindah hanya kromatidnya saja.
d. Telofase I
Di telofase 1 terjadi pembelahan sel sehingga setiap sel yang pada awalnya mempunyai 4 DNA menjadi 2 DNA saja. Dalam prosesnya, bagian-bagian inti sel terbentuk lagi dengan susunan kromosom yang berbeda.
2) Meiosis II
a. Profase II
Setelah telofase 1 selesai, proses berlanjut ke tahap pembelahan yang kedua. Prosesnya sendiri dimulai dengan gelendong yang muncul serta kromosom yang mulai bergerak mendekati ekuator.
b. Metafase II
Dalam metafase II, kedua kromosom posisinya sudah berjajar di ekuator dan benang-benang spindel sudah melekat pada kinetokor.
c. Anafase II
Pada anafase II, kromatid saudara yang mempunyai sifat genetik sama akan ikut menuju ke sentromer lewat jalur benang spindel. Dalam pembelahan ini, terjadi pembelahan ekuasional dengan jumlah yang sama. Berbeda dengan Anafase I yang jumlah kromosomnya berkurang setengah, dalam Anafase II, jumlah kromosomnya tetap yaitu 2 DNA atau haploid.
d. Telofase II
Setelah proses pembelahan pada tahap terakhir ini, keadaannya akan menjadi seperti ini: Dua sel baru yang dihasilkan mempunyai sifat haploid, Keempat sel secara genetik berbeda karena terjadi proses pindah silang (crossing over), Membran sel dan juga nukleus akan terbentuk lagi, Kemudian kromosom akan kembali menjadi kromatin, Terakhir, sitoplasma akan terpisah.
13
Dapat dikatakan bahwa jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan adalah n atau disebut dengan haploid. Oleh karena itu, meiosis disebut sebagai pembelahan reduksi. Nah, masih ingatkah kamu pembelahan meiosis terjadi pada pembentukan apa? Sebelumnya kamu telah mempelajari fase-fase pada pembelahan mitosis. Menurut pendapatmu, apakah terdapat kesamaan fase pada pembelahan mitosis dan meiosis? Berbeda dengan mitosis, pembelahan meiosis berlangsung dalam dua tingkat yaitu meiosis I dan meiosis II. Meskipun demikian, fase-fase pembelahan meiosis mirip dengan fase-fase pembelahan mitosis.
Perbedaan utama antara pembelahan meiosis dan mitosis pada dasarnya terletak pada beberapa aspek, seperti tujuan proses, jumlah pembelahan sel, tempat terjadi pembelahannya, dan juga sifat-sifat sel anaknya. Pembelahan mitosis dapat terjadi pada semua sel tubuh yang sedang memperbanyak dirinya. Selain itu, dalam pembelahan ini hanya ada satu tahap pembelahan dalam satu siklus pembelahan selnya. Kemudian, tidak ada pasangan kromosom homolog karena yang berpisah merupakan kromatid yang bergerak ke arah kutub yang berbeda. Lalu tidak ada pertukaran segmen kromosom dan terjadi di sel romantik. Mitosis terdiri dari tahapan “profase-metafase-anafase dan telofase yang diselingi oleh interfase. Pembelahan mitosis dilakukan untuk masa pertumbuhan seseorang. Sel anak yang dihasilkan bersifat diploid.
Sel anak (sel baru) yang terbuat dari pembelahan mitosis memiliki struktur genetik yang sama dengan sel induknya. Pembelahan mitosis berlangsung dalam waktu yang singkat. Kemudian, jumlah kromosom dalam setiap nukleus masih dipertahankan pada sel anak. Terakhir, hasil akhirnya merupakan dua sel baru yang sama. Sementara itu, pembelahan meiosis hanya terjadi pada sel gonad yang berlangsung ketika pembentukan sel gamet. Selain itu, pembelahan meiosis memiliki dua tahapan, yakni meiosis I dan meiosis II.
Pada meiosis I, terdapat pasangan kromosom homolog yang setiap anggota pasangan kromosom kemudian akan bermigrasi ke kutub yang berbeda. Sedangkan pada meiosis II terjadi pemisahan kromatid seperti yang ada pada pembelahan mitosis. Kemudian, dalam pembelahan meiosis terjadi pindah silang antara kromosom homolog yang berpasangan. Pembelahan meiosis memiliki tahapan “profase I – metafase I – anafase I – telofase I – profase II – metafase II – anafase II – telofase II, tanpa diselingi oleh interfase”. Pembelahan meiosis dilakukan untuk mempertahankan jumlah kromosom.
Sel anak yang dihasilkan dari pembelahan meiosis memiliki sifat haploid dan memiliki setengah jumlah kromosom dari sel induknya. Proses pembelahan selnya berlangsung dalam waktu yang cepat. Jumlah kromosom dalam pembelahan sel meiosis setengah dari nukleus semula. Lalu hasil akhir dari pembelahan meiosis merupakan empat buah sel baru dengan jumlah kromsom setengah dari sel induknya.
14
Jika melihat seluruh perbedaan antara pembelahan meiosis dan pembelahan mitosis di atas, sebenarnya pembelahan meiosis lebih ke arah reproduksi sedangkan pembelahan mitosis lebih ke arah pertumbuhan.
Meski demikian, ternyata ada makhluk hidup yang tidak memerlukan pembelahan meiosis untuk bisa berkembang biak, contohnya seperti amuba. Amuba berkembang biak melalui proses amitosis atau pembelahan biner yang dilakukan dengan cara membelah diri langsung tanpa harus melewati tahapan-tahapan meiosis.
15
16
Elaboration
Kegiatan 1.
Engage
Sudahkah anda memahami materi pembelahan sel sebelumnya? jika sudah, apakah anda dapat menjelaskan dengan singkat mengenai pembelahan sel? mari kita lakukan kegiatan berikut untuk mengetahui sejauh mana pemahaman anda mengenai pembelahan sel.
A. petunjuk kegiatan
Bentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang dan lakukanlah kegiatan berikut ini !
Setelah mempelajari materi pembelahan sel, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah Bersama kelompokmu.
Amati gambar dengan seksama.
Isilah setiap kolom kosong sesuai dengan perintah.
B. Kompetensi Dasar
3.1 Menghubungkan sistem reproduksi pada manusia dan gangguan pada system reproduksi dengan penerapan pola hidup uang menunjang kesehatan reproduksi.
C. Tujuan kegiatan
Melalui gambar peserta didik dapat mengidentifikasi pembelahan sel mitosis dan meiosis
Peserta didik dapat membedakan pembelahan mitosis dan meiosis
D. Alat dan bahan
Alat tulis
Buku digital
17
Explore
Dapatkah kamu menyebutkan satu alasan mengapa sel membelah? Pembelahan sel itu sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Setidaknya ada tiga alasan mengapa sel mengalami pembelahan, yaitu untuk pertumbuhan, perbaikan, dan reproduksi. Alasan pertama sel mengalami pembelahan adalah untuk pertumbuhan, semakin banyak sel pada makhluk hidup, maka semakin besar ukuran makhluk hidup. Alasan selanjutnya adalah untuk perbaikan jaringan yang rusak, perbaikan jaringan yang rusak pada tubuhmu tersebut adalah hasil dari proses pembelahan sel. Alasan terakhir, sel mengalami pembelahan untuk reproduksi. Reproduksi atau perkembangbiakan adalah ciri lain dari makhluk hidup. Pada proses reproduksi seksual, diperlukan sel kelamin untuk membentuk individu baru (anakan). Proses pembentukan sel kelamin ini dilakukan dengan cara pembelahan sel.
Pembelahan sel dibedakan menjadi pembelahan mitosis dan meiosis. Pembelahan mitosis terjadi pada sel-sel tubuh (sel somatik) makhluk hidup. Pada pembelahan ini, dihasilkan sel anak yang mempunyai kromosom yang jumlahnya sama dengan jumlah kromosom sel induk. Sedangkan pada pembelahan secara meiosis hanya terjadi pada sel-sel kelamin. Pembelahan meiosis berfungsi untuk menghasilkan sel gamet (sel telur atau sel sperma). Melalui pembelahan ini akan dihasilkan sel anak yang mempunyai jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom sel induk.
Explain
Jelaskan dengan singkat menggunakan bahasa/kalimat anda sendiri mengenai pembelahan sel bersama kelompok yang sudah dibentuk !
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
18
Elaborate
Perhatikan gambar !
Gambar 6.
19
Tabel 1. identifikasi pembelahan sel pada gambar 1 ……… (mitosis/meiosis)
Table 2. identifikasi pembelahan sel pada gambar 2 ……… (mitosis/meiosis)
20
Evaluate
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut !
Sebutkan perbedaan mendasar antara pembelahan mitosis dengan meiosis ………………………………………………………………………………………………………………………
Jelaskan apa yang dimaksud dengan sitokinesis ………………………………………………………………………………………………………………………
Jelaskan mengapa sel perlu mengalami pembelahan ………………………………………………………………………………………………………………………
Berikan kesimpulan dari kegiatan yang sudah anda lakukan! ………………………………………………………………………………………………………………………
Sistem perkembangbiakan pria tersusun dari organ luar yang terdiri dari penis dan skrotum. Perhatikan Gambar di bawah ini! Penis berfungsi sebagai organ perkembangbiakan dan saluran kencing. Di samping penis terdapat kantung yang disebut skrotum yang di dalamnya terdapat testis. Selama masa pubertas, dua testis mulai menghasilkan sperma, yaitu sel kelamin jantan. Sperma mempunyai struktur sebagai selsel tunggal yang tersusun dari kepala dan ekor. Ekor berfungsi untuk menggerakkan sperma, sedangkan kepala sperma mengandung informasi genetik. Skrotum juga berfungsi untuk membantu mengatur suhu yang sesuai untuk produksi sperma.
22
Sumber: Campbell et al. 2008
Gambar 8. Organ-Organ Penyusun Sistem Reproduksi pada Laki-Laki
23
Setelah menyelesaikan Tugas Pengayaan 1, tentunya kamu sudah memahami organ penyusun sistem reproduksi pada laki-laki. Kemudian, apa saja fungsi dari masing-masing organ tersebut? Ayo, kita simak dengan saksama paparan berikut ini!
Alat reproduksi atau alat kelamin laki-laki dapat dibedakan menjadi alat reproduksi luar dan alat reproduksi dalam.
a. Alat Reproduksi Luar
Alat reproduksi luar merupakan alat reproduksi yang terletak pada bagian luar tubuh dan dapat diamati secara langsung.
1) Penis
Bagi kamu anak laki-laki, air kencingmu dikeluarkan melalui organ yang disebut penis. Penis berfungsi sebagai saluran kencing (urine) dan sebagai saluran sperma. Penis terbentuk dari otot dan tidak memiliki tulang. Pada ujung penis terdapat struktur seperti lipatan kulit yang disebut kulup (prepuce). Kulup inilah yang dipotong saat seseorang dikhitan.
2) Skrotum
Pada bagian di dekat penis terdapat kantong yang terlihat seperti lipatan-lipatan kulit yang disebut skrotum. Pada skrotum tersebut terdapat dua buah (sepasang) testis atau buah zakar yang berbentuk bulat telur. Skrotum juga berfungsi menjaga suhu testis agar sesuai untuk produksi sperma.
b. Alat Reproduksi Dalam
Alat reproduksi dalam merupakan alat reproduksi yang terletak pada bagian dalam tubuh dan tidak dapat diamati secara langsung. Alat reproduksi dalam antara lain terdiri atas testis, saluran sperma, uretra, dan kelenjar reproduksi. Berikut adalah penjelasan dari alat reproduksi dalam:
1) Testis
Testis merupakan organ reproduksi yang berbentuk bulat telur, berjumlah dua buah (1 pasang) dan terdapat dalam skrotum. Saat ini, mungkin kamu berusia antara 13 atau 14 tahun. Pada usia tersebut testis mulai memproduksi sperma atau sel kelamin jantan dan hormon testosteron.
24
Nah, tahukah kamu apa itu sperma dan hormon testosteron?. Hormon testosteron memiliki banyak fungsi, antara lain: mengatur perkembangan dan fungsi alat reproduksi laki-laki, serta mengatur perkembangan ciri-ciri reproduksi sekunder. Perkembangan reproduksi sekunder ditandai dengan tumbuhnya rambut pada daerah tertentu, meningkatnya aktivitas kelenjar minyak dan keringat dalam kulit, suara yang lebih besar, otot yang lebih kuat, serta dada yang lebih bidang. Meningkatnya aktivitas kelenjar minyak dan keringat pada masa pubertas dapat memicu munculnya jerawat dan bau badan.
2) Saluran Sperma
Saluran sperma tersusun atas epididimis, vas deferens, dan uretra. Sperma yang dihasilkan di dalam testis akan keluar melalui epididimis. Epididimis merupakan saluran yang keluar dari testis. Pada saluran ini sperma disimpan sementara waktu sampai berkembang sempurna, dan dapat bergerak menuju saluran berikutnya, yaitu vas deferens. Vas deferens merupakan saluran yang menghubungkan epididimis dan uretra serta berfungsi sebagai saluran sperma menuju uretra. Uretra merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi lakilaki yang terdapat di dalam penis. Masih ingatkah kamu bahwa air kencingmu keluar melalui penis? Uretra selain berfungsi sebagai saluran keluarnya sperma juga berfungsi sebagai saluran keluarnya urine. Proses keluarnya sperma ini dikenal dengan istilah ejakulasi.
3) Kelenjar Reproduksi
Kelenjar reproduksi berfungsi untuk memproduksi getah atau cairan yang nantinya bercampur dengan sel sperma menjadi cairan mani atau semen. Kelenjar reproduksi pada laki-laki terdiri atas vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar cowper.
link pengayaan.
25
a) Vesikula Seminalis
Vesikula seminalis merupakan struktur yang berbentuk seperti kantong kusut kecil (±5 cm) yang terletak di belakang (posterior) dari kantong kemih. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang bersifat basa (alkali) yang mengandung fruktosa (gula monosakarida), hormon prostaglandin, dan protein pembekuan. Apa fungsi dari masing-masing zat tersebut?
b) Kelenjar Prostat
Kelenjar prostat berfungsi menghasilkan cairan keputih- putihan, sedikit asam (pH 6,5), dan mengandung beberapa zat yaitu: 1) asam sitrat yang digunakan untuk menghasilkan energi (ATP); 2) beberapa enzim, yaitu pepsinogen, lisozim, dan amilase; 3) seminal plasmin yang berfungsi sebagai antibiotik untuk membunuh bakteri dalam saluran reproduksi.
c) Kelenjar Cowper (Bulbouretra)
Kelenjar Cowper menghasilkan lendir dan cairan yang bersifat basa. Cairan ini berfungsi melindungi sperma dengan cara menetralkan urine yang memiliki pH asam yang tersisa dalam uretra serta melapisi uretra, sehingga mengurangi sperma yang rusak selama ejakulasi. Sperma yang dihasilkan testis akan bercampur dengan getah-getah yang dihasilkan oleh kelenjar– kelenjar reproduksi, sehingga terbentuk suatu suspensi (campuran antara zat cair dan zat padat) yang disebut semen (cairan mani). Semen inilah yang dikeluarkan melalui uretra. Pada umumnya, volume semen yang dikeluarkan sebesar 2,5–5 mililiter (mL). Dalam tiap 1 mililiter semen terkandung 50-150 juta sel sperma. Dari jutaan sel sperma tersebut hanya 1 (satu) sel sperma yang akan berhasil membuahi sel telur.
26
2. Spermatogenesis
Tanda bahwa sistem reproduksi pada laki-laki telah matang adalah keluarnya cairan mani dari penis. Biasanya, cairan mani tersebut keluar pada saat anak laki-laki mengalami mimpi basah. Mimpi basah pada umumnya terjadi saat berumur antara 10 – 14 tahun. Apakah sebenarnya cairan mani itu?
Cairan mani merupakan campuran sel-sel sperma dengan getah- getah yang dikeluarkan oleh kelenjar reproduksi. Masih ingatkah kamu di mana terjadi proses pembentukan sperma? Proses pembentukan sperma terjadi di dalam testis. Tahukah kamu, bagaimanakah proses pembentukan sperma yang terjadi di dalam testis? Agar kamu dapat memahaminya perhatikan Gambar di bawah ini!
Sumber: Campbell et al. 2008
Gambar 9. Potongan Melintang Tubulus Seminiferus
27
Proses pembentukan sperma disebut dengan spermatogenesis. Pembentukan sel sperma terjadi di dalam tubulus seminiferus. Kata ”tubulus” berarti saluran-saluran, sedangkan kata ”seminiferus” berasal dari kata ”semen” yang artinya sperma. Jadi, tubulus seminiferus adalah saluran panjang yang berkelokkelok tempat pembentukan sperma. Kumpulan tubulus inilah sebenarnya struktur yang membentuk testis.
Proses pembentukan sperma pada tubulus seminiferus terjadi secara bertahap. Sel induk sperma atau spermatogonium yang bersifat diploid (2n) mengalami pembelahan secara mitosis membentuk spermatosit primer. Selanjutnya, spermatosit primer mengalami pembelahan meiosis tahap satu (meiosis I) membentuk dua spermatosit sekunder yang bersifat haploid (n). Spermatosit sekunder kemudian mengalami pembelahan meiosis tahap II (meiosis II) membentuk spermatid yang bersifat haploid (n). Akhirnya, spermatid mengalami diferensiasi atau perkembangan sehingga terbentuk empat sel sperma atau spermatozoa yang matang.
28
3. Organ Reproduksi Perempuan
Sistem reproduksi wanita Saat wanita memasuki masa pubertas, sel telur mulai tumbuh dalam organ seksual yaitu sepasang ovarium. Berbeda dengan pria, organ reproduksi wanita merupakan organ internal, karena berada di dalam tubuh Ovarium terletak dalam rongga badan bagian bawah. Kira-kira tiap satu bulan ovarium menghasilkan sebuah sel telur yang masak. Proses ini disebut ovulasi. Dua ovarium tersebut saling bergantian menghasilkan telur tiap bulan. Telur yang dihasilkan masuk ke dalam saluran telur.
Jika dibuahi oleh sperma, sel telur akan terus berada di dalam saluran telur. Rambut-rambut getar yang ada di saluran telur membantu sel telur untuk bergerak menuju uterus (rahim). Uterus ini mempunyai struktur berongga, bentuknya seperti buah jambu air, dan merupakan organ yang penuh dengan otot. Dindingnya menebal bila didalamnya terdapat sel telur yang telah dibuahi atau zigot yang tumbuh dan berkembang. Bagian bawah dari uterus berhubungan dengan bagian luar tubuh melalui adanya tabung berotot yang disebut vagina. Vagina ini juga disebut saluran kelahiran, sebab sebagai tempat lewatnya bayi saat lahir. Gambar di bawah ini menunjukkan struktur organ reproduksi wanita!
Sumber: Daniel & Edward, 1995
Gambar 10. Alat-alat pada sistem reproduksi wanita.
30
Ayo, kita simak dengan saksama paparan berikut ini! Alat reproduksi perempuan juga dapat dibedakan menjadi alat reproduksi luar dan alat reproduksi dalam.
a. Alat Reproduksi Luar
Alat reproduksi perempuan yang terletak di luar yaitu vulva dan labium. Vulva yaitu suatu celah paling luar dari alat reproduksi wanita yang dibatasi oleh sepasang bibir (kanan dan kiri). Kedua bibir ini disebut dengan labium. Ke dalam vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran urine dan saluran reproduksi (vagina).
b. Alat Reproduksi Dalam
Alat reproduksi dalam perempuan antara lain terdiri atas ovarium atau indung telur, dan saluran reproduksi.
1) Ovarium
Ovarium atau indung telur merupakan organ reproduksi perempuan yang terletak di sebelah kiri dan kanan rongga perut bagian bawah. Ovarium berjumlah sepasang dan memiliki bentuk seperti telur dengan ukuran sekitar 4 cm × 3 cm × 2 cm. Di dalam ovarium terdapat kumpulan sel yang disebut folikel. Di dalam folikel inilah sel telur atau ovum berkembang. Sel-sel oosit (calon sel telur) berkembang sejak awal kehidupan seorang perempuan dan mencapai kematangan setelah pubertas. Folikel ini juga menghasilkan hormon perempuan yaitu estrogen dan progesteron. Pada setiap bulan, sel telur yang telah matang dilepaskan dari ovarium. Proses pelepasan sel telur dari indung telur ini disebut ovulasi. Selanjutnya, sel telur tersebut akan ditangkap oleh fimbriae dan kemudian akan bergerak ke saluran telur (tuba fallopii).
Saat ini kamu telah mengetahui bahwa jumlah ovarium yang dimiliki oleh perempuan ada dua buah. Nah, apakah kedua ovarium tersebut akan melepaskan sel telur secara bersamaan? Biasanya setiap ovarium akan bergiliran melepaskan ovum (telur) setiap bulannya. Akan tetapi, jika salah satu ovarium tidak ada atau tidak berfungsi, misalnya karena diangkat (diambil) melalui proses operasi, maka ovarium lainnya akan terus melepaskan sel telur.
31
2) Saluran Reproduksi
Saluran reproduksi perempuan terdiri atas saluran telur atau tuba fallopii, uterus, dan vagina.
a) Saluran Telur (Tuba Fallopii)
Saluran telur (tuba fallopii) atau oviduk berjumlah sepasang, yaitu kanan dan kiri yang memanjang ke arah samping dari uterus. Panjang tuba fallopii ini sekitar 10 cm. Saluran telur berakhir dalam struktur berbentuk corong yang disebut infundibulum, yang ditutupi fimbriae. Fimbriae menangkap sel telur yang dilepaskan oleh ovarium. Fungsi saluran telur membawa sel telur dari infundibulum ke rahim. Pada saluran telur inilah terjadi fertilisasi atau pembuahan. Setelah terjadi fertilisasi, saluran telur akan menyalurkan zigot (hasil fertilisasi) menuju uterus atau rahim.
b) Rahim (Uterus)
Uterus atau rahim merupakan organ yang memiliki dinding yang tebal, memiliki bentuk seperti buah pir yang terbalik. Secara normal, rahim terletak di atas kantong kemih. Rahim berfungsi sebagai tempat perkembangan janin. Pada saat seorang perempuan tidak hamil, rahim memiliki ukuran 5 cm. Pada saat seorang perempuan hamil, rahim mampu mengembang hingga 30 cm, ukurannya menyesuaikan dengan perkembangan bayi. Dinding rahim (endometrium) memiliki peranan dalam pembentukan plasenta. Plasenta merupakan organ yang menyuplai nutrisi yang dibutuhkan bayi selama perkembangannya. Pada perempuan yang tidak hamil, ketebalan dinding rahim bervariasi selama siklus menstruasi bulanan yang akan dibahas pada bagian berikutnya.
32
c) Vagina
Vagina merupakan saluran yang menghubungkan lingkungan luar dengan rahim. Vagina tersusun atas otot-otot yang elastis, dilapisi selaput membran, yang disebut selaput dara (himen). Saluran ini menghubungkan antara lingkungan luar dengan rahim. Saluran yang menghubungkan vagina dengan rahim adalah serviks (leher rahim). Vagina berfungsi sebagai organ reproduksi, saluran untuk aliran darah menstruasi dari rahim, dan jalan lahir bayi. Pada saat bayi akan lahir terjadi kontraksi otot-otot pada dinding rahim. Kontraksi inilah yang menyebabkan bayi terdorong ke jalan lahir (vagina).
Pada bagian selanjutnya kamu akan mempelajari gaya gesek dan gaya dorong yang terjadi pada rahim dan beberapa organ reproduksi seorang ibu. Dengan demikian, kamu akan dapat mengetahui betapa beratnya perjuangan ibu pada saat melahirkan. Oleh sebab itu, kamu harus selalu menghormati dan berbakti kepada ibu.
33
Tahukah kamu apa itu oogenesis? Oogenesis merupakan proses pembentukan sel kelamin perempuan, yaitu sel telur atau ovum dan terjadi di dalam organ yang disebut ovarium. Berbeda dengan spermatogenesis yang dimulai ketika anak laki-laki mulai masuk masa pubertas, oogenesis dimulai sebelum anak perempuan lahir. Tahukah kamu, pada saat baru lahir, anak perempuan sudah memiliki bakal sel ovum (sel primordial) sebanyak 200.000 hingga 2.000.000. Namun, hanya sekitar 40.000 yang tersisa saat anak perempuan masuk masa pubertas dan hanya 400 yang akan matang atau berkembang sempurna. Satu sel telur yang matang diovulasikan (dikeluarkan dari ovarium) selama siklus reproduksi (siklus menstruasi) perempuan. Coba perhatikan Gambar berikut ini!
Sumber: Tortora Derrickson, 2008
Gambar 11. Struktur Ovarium
34
Pada Gambar 6 kamu dapat melihat bahwa di dalam ovarium terdapat folikel yang berukuran kecil dengan calon bakal sel telur di dalamnya (folikel primordial). Folikel dan bakal sel telur tersebut berkembang semakin besar menjadi folikel primer, kemudian berkembang menjadi folikel sekunder, dan pada akhirnya menjadi folikel matang. Selama folikel berkembang, sel primordial akan membelah secara mitosis membentuk oogonium atau sel induk telur yang bersifat diploid (2n). Oogonium kemudian akan mengalami pembelahan mitosis membentuk oosit primer yang bersifat diploid (2n). Oosit primer kemudian mengalami pembelahan meiosis tahap I (meiosis I) membentuk satu oosit sekunder (n) dan satu polosit (n). Polosit (n) kemudian mengalami pembelahan meiosis tahap II (meiosis II) menghasilkan dua polosit (n). Oosit sekunder selanjutnya juga mengalami pembelahan meiosis tahap II (meiosis II) membentuk satu ootid (n) dan satu polosit (n). Ootid kemudian mengalami diferensiasi membentuk ovum. Pada akhir peristiwa oogenesis, dari satu sel induk telur (oogonium) akan dihasilkan satu sel telur (ovum) yang bersifat haploid (n) dan tiga polosit (badan polar) yang bersifat haploid (n). Namun, yang dapat berfungsi hanya satu sel telur (ovum). Agar kamu dapat dengan mudah memahami peristiwa oogenesis, perhatikan Gambar di bawah ini!
Sumber: Campbell et al. 2008
Gambar 12. Proses Pembentukan Sel Telur (Oogenesis)
35
Elaboration
Kegiatan 2.
Engage
Setelah mempelajari materi mengenai struktur dan fungsi organ reproduksi, mari lakukan kegiatan bersama kelompok agar dapat lebih memahami materi yang sudah dipelajari.
A. Petunjuk umum
1. Awali kegiatan dengan berdoa.
2. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4 orang bersama teman.
3. Setelah mempelajari materi pembelahan sel, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah bersama kelompokmu.
4. Amati gambar dengan seksama.
5. Isilah setiap kolom kosong sesuai dengan perintah.
B. Kompetensi dasar
3.1 Menghubungkan sistem reproduksi pada manusia dan gangguan pada system reproduksi dengan penerapan pola hidup uang menunjang kesehatan reproduksi.
C. Tujuan kegiatan
1. Melalui gambar peserta didik dapat mengindentifikasi organ-organ penyusun sistem reproduksi pada manusia.
2. Melalui gambar, peserta didik dapat mendeskripsikan fungsi organ-organ reproduksi pada manusia dengan benar.
D. Alat dan Bahan
1. Gambar organ reproduksi manusia.
2. Alat tulis
37
Explore
Tahukah kamu, pada umumnya seorang pria menghasilkan sekitar puluhan juta sel sperma per mililiter saat ejakulasi. Namun, saat proses bergerak menuju sel telur, ada jutaan sel sperma yang tidak berhasil mencapai sel telur.
Perjalanan yang cukup panjang membuat seleksi terhadap sel sperma sehingga hanya satu sel sperma sehat saja yang mampu mencapai sel telur dan melalui proses pembuahan. Tentunya kondisi inilah yang membuat peluang untuk memiliki bayi yang sehat lebih besar.
Organ reproduksi manusia baik laki-laki maupun perempuan pada umumnya terdiri dari alat reproduksi luar dan alat reproduksi dalam. Pada laki-laki, alat reproduksi luar terdiri dari penis dan skrotum, sedangkan bagian dalam terdiri dari testis, saluran sperma, dan kelenjar reproduksi. Pada perempuan, alat reproduksi luar terdiri dari vulva dan labium, sedangkan alat reproduksi dalam terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi.
Explain
Jelaskan dengan singkat menggunakan bahasa/kalimat anda sendiri mengenai pembelahan sel bersama kelompok yang sudah dibentuk !
………………………………………………………………………………………………………………….…………………………………………………………….…………………………………………………………………………………………………….………………………………………………………………………………………………….………………….…………………………………………………………………………………………………....................................................................................................................................................................................
38
Elaborate
Perhatikan gambar berikut !
Isilah nama organ pada titik-titik yang ditunjukan oleh huruf dengan benar.
Gambar 13. Sistem Reproduksi Laki-laki
a).......................
b).......................
c).......................
d)......................
e).......................
f)......................
g)...................
h)...................
i)....................
j)....................
k)...................
39
Berdasarkan gambar diatas, hubungkanlah nama organ dan fungsinya pada tabel dibawah ini dengan benar.
Tabel 3. Sistem dan Fungsi Organ Reproduksi Lak-laki
Perhatikan gambar berikut !
Isilah nama organ pada titik-titik yang ditunjukan oleh huruf dengan benar.
Gambar 14. Sistem Organ Reproduksi Perempuan
40
Berdasarkan gambar diatas, hubungkanlah nama organ dan fungsinya pada tabel dibawah ini dengan benar.
Tabel 4. Sistem dan Fungsi Organ Reproduksi Perempuan
Evaluate
Diskusikan bersama kelompokmu dan berikan kesimpulan dari kegiatan yang sudah dilakukan.
Organ reproduksi laki-laki :
Organ reproduksi perempuan :
Bagi kamu yang perempuan tentunya sudah ada yang mengalami menstruasi. Tahukah kamu apa itu sebenarnya menstruasi? Menstruasi merupakan suatu keadaan keluarnya darah, lendir, dan sel-sel epitel yang menyusun dinding rahim. Apabila seorang perempuan mengalami menstruasi, maka akan keluar darah melalui vaginanya. Menstruasi biasanya terjadi satu bulan sekali. Siklus menstruasi akan terjadi apabila sel telur yang dihasilkan oleh ovarium tidak dibuahi oleh sel sperma. Nah, bagaimana proses lengkap siklus menstruasi? Agar kamu dapat memahaminya, simaklah penjelasan berikut ini!
Pada umumnya satu siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari. Akan tetapi, ada perempuan yang mengalami siklus menstruasi lebih pendek atau lebih panjang. Seorang perempuan yang mengalami siklus menstruasi pendek, siklus akan berlangsung selama ± 18 hari. Seorang perempuan yang mengalami siklus menstruasi panjang, siklus akan berlangsung selama ± 40 hari. Tahukah kamu bahwa siklus menstruasi dapat dibagi menjadi beberapa fase? Agar kamu dapat memahaminya perhatikan Gambar di bawah ini tentang siklus yang dialami dinding rahim.
Sumber: Campbell et al. 2008
Gambar 15. Siklus yang Dialami Dinding Rahim
42
Fase pertama adalah fase menstruasi, pada fase ini hormon FSH (follicle stimulating hormone) memicu berkembangnya folikel dalam ovarium. Hormon FSH adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari atau hipofisis. Kelenjar tersebut terletak di otak bagian depan. Pada fase ini, dinding rahim luruh dan seorang perempuan mengalami menstruasi. Pada proses perkembangan folikel, ada beberapa folikel yang berkembang. Namun, hanya ada satu folikel yang dapat terus berkembang tiap bulannya. Fase menstruasi terjadi selama 3–7 hari. Banyaknya darah yang keluar selama masa menstruasi ini bisa berkisar antara 30-40 ml.
Selama tiga hari pertama, darah menstruasi yang keluar akan lebih banyak. Pada masa ini, wanita biasanya akan merasakan nyeri atau kram di bagian panggul, perut, dan punggung. Kondisi ini biasanya dipicu oleh kontraksi rahim yang terjadi karena adanya peningkatan hormon prostaglandin selama menstruasi. Meski memicu rasa sakit, kontraksi yang terjadi selama menstruasi sebenarnya berfungsi untuk mendorong dan mengeluarkan lapisan dinding rahim yang luruh menjadi darah menstruasi. Selain itu, wanita yang sedang haid juga bisa mengalami gejala lain, seperti perubahan mood, sakit kepala, dan perubahan nafsu makan.
43
Pada awal perkembangannya, folikel menghasilkan hormon estrogen dan hormon progesteron. Hormon estrogen dan progesteron ini akan memicu dinding rahim untuk menebal. Pada saat ini dinding rahim sedang mengalami fase proliferasi. Tujuan dari menebalnya dinding rahim adalah untuk mempersiapkan tempat melekatnya embrio apabila sel telur dibuahi oleh sperma. Fungsi lain dari hormon estrogen adalah memicu kembali kelenjar pituitari untuk menghasilkan hormon FSH dan LH (luteinizing hormone). Hormon LH terus diproduksi dan meningkat secara mendadak. Peningkatan hormon LH ini akan memicu pengeluaran sel telur dari folikel yang telah matang, proses ini disebut ovulasi.
Fase kedua adalah praovulasi dan ovulasi. Pada fase praovulasi, lapisan dinding rahim yang sempat luruh akan mulai menebal kembali. Proses penebalan rahim berfungsi untuk mempersiapkan rahim agar bisa ditempati oleh sel telur bila terjadi pembuahan oleh sperma. Proses ini bisa terjadi pada masa subur atau ovulasi.
Pada saat ovulasi, folikel yang dominan akan pecah dan mengeluarkan sel telur, kemudian bergerak menuju rahim melalui tuba falopi. Sel telur tersebut dapat dibuahi hingga 24 jam setelah dikeluarkan. Untuk menjamin keberhasilan program membuat anak, ada baiknya Anda melakukan hubungan intim dengan pasangan pada fase ini atau menjelangnya, sebab masa ovulasi adalah waktu terbaik yang memungkinkan terjadinya pembuahan. Di samping itu, sperma dapat bertahan kurang lebih selama 3–5 hari di dalam rahim. Masa subur wanita biasanya akan terjadi pada waktu 14 hari setelah hari pertama haid terakhir. Meski demikian, perkiraan masa ovulasi tiap wanita tidaklah sama. Terkadang, masa ovulasi bisa berubah dan hal ini akan lebih sering terjadi pada wanita yang haidnya tidak teratur.
Fase ketiga adalah fase sekretori. Folikel yang telah melepaskan sel telur akan berubah menjadi korpus luteum. Sel telur yang telah diovulasikan akan ditangkap oleh fimbriae dan akan bergerak menuju tuba fallopii. Jika pada saat itu sel telur tidak dibuahi oleh sperma (tidak terjadi fertilisasi), maka akan dikirimkan sinyal tertentu pada korpus luteum untuk tidak memproduksi hormon estrogen dan progesteron lagi. Dengan demikian, pada fase ini jumlah hormon estrogen dan progesteron pada perempuan menjadi rendah. Rendahnya hormon estrogen dan progesteron menyebabkan jaringan penyusun dinding rahim rusak dan pembuluh darah yang ada pada dinding rahim pecah, sehingga perempuan akan mengalami menstruasi.
44
Pada bagian sebelumnya, kamu telah mempelajari siklus menstruasi pada perempuan. Masih ingatkah kamu mengapa menstruasi dapat terjadi? Menstruasi dapat terjadi apabila sel telur yang terdapat pada tuba fallopii tidak dibuahi oleh sel sperma. Lalu, bagaimanakah apabila sel telur yang terdapat pada tuba fallopii dibuahi oleh sperma? Tahukah kamu bagaimanakah fertilisasi dan kehamilan terjadi?
Apabila ada sel sperma yang masuk ke dalam saluran reproduksi perempuan, sel sperma tersebut akan bergerak menuju sel telur. Apabila telah bertemu dengan sel telur, bagian kepala sperma akan masuk ke dalam sel telur dan meninggalkan bagian ekornya di luar sel telur. Proses inilah yang mengawali terjadinya fertilisasi. Fertilisasi merupakan proses peleburan inti sel sperma dengan inti sel telur sehingga membentuk zigot. Proses fertilisasi ini terjadi di dalam tuba fallopii. Tahukah kamu bagaimana sel sperma bergerak menuju sel telur? Sel sperma menggunakan flagela yang bergerak memutar sebagai baling-baling untuk menggerakkan tubuhnya dalam cairan yang ada pada tuba fallopii untuk menuju ke sel telur. Gerakan flagela ini dapat dianalogikan dengan baling-baling untuk mendorong perahu. Agar kamu dapat memahami mekanisme pergerakan sperma, perhatikan Gambar 16.
Sumber: Daniel & Edward, 1995
Gambar 16. Hanya satu sperma yang dapat membuahi sel telur.
45
Sumber: Campbell et al. 2008
Gambar 17. Skema Pergerakan Flagela Sel Sperma
Bagaimana sperma dapat menemukan lokasi sel telur? Ada beberapa mekanisme sel sperma dapat menemui sel telur. Sel sperma dapat menemukan lokasi sel telur karena sel telur menghasilkan senyawa kimia berupa hormon progesteron. Selain itu, juga karena adanya sensor panas (suhu tuba fallopii atau tempat sel telur berada, lebih tinggi dibandingkan suhu tempat penyimpanan sperma). Ayo kita renungkan, betapa hebat Tuhan kita yang telah mendesain mekanisme pergerakan sel sperma tersebut sehingga dapat menemukan lokasi sel telur dengan tepat. Perhatikan Gambar berikut!
Sumber: Campbell et al. 2008
Gambar 18. Skema Proses Fertilisasi hingga Implantasi
46
Zigot yang terbentuk setelah terjadinya fertilisasi akan melakukan pembelahan, selanjutnya berkembang menjadi embrio yang akan menuju ke rahim, kemudian tertanam (implantasi) ke dalam endometrium. Pada kondisi ini seseorang perempuan mengalami kehamilan. Tahukah kamu bagaimana perkembangan embrio selama dalam kandungan? Embrio berkembang dalam kandungan sehingga menjadi bayi yang siap lahir selama 9 bulan 10 hari atau sekitar 37 minggu. Perkembangan embrio dalam kandungan dapat dibagi menjadi beberapa periode. Pada materi ini kamu akan mempelajari perkembangan embrio dalam tiga periode atau trimester yaitu sekitar 3 bulan pada setiap periodenya.
soal pengayaan !!
47
Sumber: Beritabali.COM
Gambar 19. Penderita HIV/AIDS
Penyakit AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang sistem imunitas atau kekebalan tubuh penderita. Saat ini penyakit yang disebabkan oleh HIV ini lebih dikenal dengan istilah AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome). Saat ini belum ditemukan vaksin pencegahnya dan belum ada obat yang benar-benar dapat diandalkan untuk mengatasi atau mengobati HIV/AIDS.
49
HIV dapat ditularkan dari orang tua (yang terinfeksi) kepada anaknya melalui transfusi darah yang terinfeksi, ditularkan akibat gaya hidup yang tidak baik seperti pergaulan bebas dan menggunakan jarum suntik untuk obat terlarang seperti narkoba. Oleh karena itu, ayo kita hindari pergaulan bebas dan hindari mengonsumsi obat-obatan terlarang (narkoba). Say no to drug!
Seseorang yang terinfeksi HIV, sistem kekebalan tubuhnya akan semakin menurun. Dalam kurun waktu 5-7 tahun penderita nampaknya seperti orang sehat, belum memperlihatkan gejala. Fase selanjutnya AIDS baru dapat terdiagnosis setelah kekebalan tubuh sangat berkurang dan timbul penyakit tertentu seperti TBC, pneumonia, herpes, saraf terganggu, dan lain-lain. Namun, tidak semua orang yang mengidap penyakit tersebut di atas pasti menderita AIDS. Fase ini berlangsung 3-6 bulan. Untuk memastikan apakah seseorang positif AIDS atau tidak, harus dilakukan pemeriksaan banyaknya sel T (salah satu sel darah putih yang berperan dalam imunitas) di laboratorium.
b. Gonore (GO)
Sumber: https://en.vircell.com/
Gambar 20. Bakteri Neisseria Gonorrhoeae
Penyakit gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejala penyakit ini adalah rasa sakit dan keluar nanah pada saat kencing pada laki-laki, serta keputihan berwarna kuning hijau pada perempuan. Penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan pada bayi yang baru lahir.
50
c. Sifilis (Raja Singa)
Sumber: https://sains.kompas.com/
Gambar 21. Bakteri Treponema Pallidum
Sifilis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Gejala awal penyakit ini adalah luka pada tempat masuknya bakteri ke dalam tubuh, biasanya pada daerah sekitar kelamin. Penyakit ini dapat menyebar dan menyerang organ-organ tubuh lainnya, kemudian menimbulkan kerusakan pada organ tersebut.
d. Herpes Simplex Genitalis
Sumber: https://www.klikdokter.com/
Gambar 22. Penyakit herpes simplex genitalis
Penyakit herpes simplex genitalis disebabkan oleh virus Herpes simplex tipe II, yang menyerang kulit di daerah genitalia luar, anus, dan vagina. Gejala penyakit ini berupa gatal-gatal, pedih, dan kemerahan pada kulit di daerah kelamin. Kemudian pada daerah tersebut timbul beberapa lepuh kecil-kecil, dan selanjutnya lepuh menjadi pecah dan menimbulkan luka. Penyakit herpes sulit sekali sembuh dan sering kambuh setelah beberapa bulan atau tahun.
51
e. Keputihan
Sumber: Khairani, 2020
Gambar 23. Jamur Candida Albicans
Keputihan yaitu penyakit kelamin yang terjadi pada perempuan dengan ciri-ciri terdapat cairan berwarna putih kekuningan atau putih keabu-abuan pada bagian vagina. Cairan tersebut bersifat encer atau kental, berbau tidak sedap, dan dapat menyebabkan rasa gatal pada vagina. Penyakit ini dapat diakibatkan oleh infeksi jamur Candida albicans, bakteri, virus dan parasit. Penyakit ini dapat terjadi apabila kebersihan bagian vagina dan sekitarnya kurang dijaga dengan baik.
f. Epididimitis
Penyakit ini terjadi pada laki-laki. Epididimitis adalah peradangan pada saluran epididimis yang disebabkan oleh infeksi atau terkena penyakit menular seksual. Penyakit ini ditandai dengan rasa nyeri disertai pembengkakan pada salah satu testis. Salah satu penyebab terjadinya penyakit ini adalah pergaulan bebas.
52
2. Upaya Pencegahan Penyakit Pada Sistem Reproduksi
Sistem reproduksi pada manusia harus dijaga sebaik-baiknya. Selain untuk kesehatan, hal ini dilakukan sebagai salah satu cara kita mengagungkan ciptaan Tuhan. Penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pertama adalah kurang menjaga kebersihan organ reproduksi. Apabila kebersihan organ reproduksi kurang dijaga, akan dapat terjangkit oleh penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri, atau pun parasit lain. Nah, berikut ini ada beberapa upaya untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau pun parasit lain.
a. Menggunakan celana dalam yang berbahan katun dan bertekstur lembut. Hindari bahan yang bersifat panas, kurang menyerap keringat dan berbahan ketat (misalnya jeans).
b. Biasakan membilas dengan bersih organ reproduksi setiap selesai buang air kecil maupun buang air besar. Selanjutnya, keringkan sisa air yang masih menempel di kulit dengan menggunakan tisu atau handuk hingga benar-benar kering. Ini akan dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi oleh jamur pada bagian organ reproduksi.
c. Mengganti celana dalam 2 – 3 kali sehari.
d. Memotong rambut yang ada di daerah organ reproduksi apabila sudah panjang, karena apabila terlalu panjang akan menjadi sarang kuman.
e. Bagi kamu yang perempuan, apabila sedang mengalami menstruasi, gantilah pembalut sesering mungkin. Pada saat aliran darah banyak, kamu dapat menggantinya minimal 2–3 jam sekali. Darah yang tertampung pada pembalut dapat menjadi media tumbuhnya kuman penyebab infeksi.
f. Bagi kamu yang perempuan, hindari menggunakan sabun pembersih daerah kewanitaan dan pantyliner secara terus-menerus. Penggunaan sabun pembersih daerah kewanitaan akan mengubah pH vagina dan akan membunuh bakteri baik (flora normal) dalam vagina, yang selanjutnya akan memicu tumbuhnya jamur. Penggunaan pantyliner secara terus-menerus, dapat menyebabkan daerah kewanitaan menjadi lembap, sehingga memudahkan terjadinya infeksi bakteri dan jamur, menyebabkan munculnya jerawat di daerah kewanitaan, dan menyebabkan iritasi pada kulit.
g. Rajin berolahraga dan banyak mengonsumsi buah dan sayur. Selain bermanfaat bagi kesehatan, juga dapat mencegah terjadinya infeksi organ reproduksi oleh jamur.
53
Faktor yang dapat menyebabkan penyakit pada sistem reproduksi adalah akibat pergaulan bebas dan penggunaan narkoba. Namun, penyakit pada sistem reproduksi juga dapat disebabkan oleh transfusi darah yang sudah terinfeksi penyakit atau diturunkan dari orang tua yang sudah terinfeksi melalui proses kehamilan. Kamu harus dapat menjaga pergaulan dan memilih gaya hidup yang sehat. Selain itu, gunakan internet secara arif dan bijaksana, dengan tidak mengakses situs-situs yang menyediakan gambar atau film porno, yang secara pelan tapi pasti akan mendorong kamu pada pergaulan bebas yang sangat rentan dengan penularan penyakit seksual. Hal lain yang dapat kamu lakukan adalah menjauhkan diri dari penggunaan narkoba, karena ini merupakan cara lainnya yang dapat menjadikan kamu penderita penyakit seksual. Gunakan waktu luangmu untuk menyalurkan hobi atau kegiatan yang positif, sehingga kamu dapat berprestasi dan terhindar dari pergaulan yang tidak sehat.
Kamu juga dapat melakukan eksplorasi berbagai jenis penyakit pada sistem reproduksi serta penyebab dan upaya pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. Kegiatan ini dapat kamu lakukan dengan bimbingan guru IPA di sekolah. Kunjungi seminar-seminar kesehatan yang membahas masalah kesehatan reproduksi remaja untuk mendapat informasi yang tepat dan sesuai. Tidak menutup kemungkinan kamu juga dapat mengadakan acara diskusi kesehatan reproduksi dengan mengundang para dokter atau narasumber yang memahami tentang HIV/AIDS. Kamu juga dapat bertanya kepada dokter, orang tua, dan anggota keluarga yang lain. Banyaklah bertanya mengenai cara menjaga organ reproduksi dari serangan penyakit. Hal ini dapat menghindari kamu dari sumber informasi yang salah, misalnya informasi dari dunia maya yang belum tentu semuanya layak untuk anak seusia kamu.
54
56
Solomon E.P., Berg L.R., Martin D.W. 2002. Biology. 6 th ed . USA: Brooks/Cole-Thomson
Campbell, N.A., Reece. J.B., Urry, L.A., Cain, M.L., Wasserman, S.A., Minorsky, P.V., & Jackson, R.B. 2008. Biology 8th edition. San Francisco: Pearson Education, Inc.
Daniel, L. & Edward, O. 1995. Merril Life Science. New York: Glencoe Mc Graw Hill Company.
Tortora GJ, Derrickson. 2009.B. Principles of Anatomy and Physiology. 12th ed. Asia: Wiley
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Buku Peserta Didik Ilmu Pengetahua Alam SMP Kelas IX Semester 1. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Buku Peserta Didik Ilmu Pengetahua Alam SMP Kelas IX Semester 1. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang.
Iskandar, Yoni. 2014. Setiap Tahun Jumlah Penderita HIV/AIDS Meningkat di Karangasem. (online) https://m.tribunnews.com/regional/2014/10/02/setiap-tahun- jumlah-penderita-hivaids-meningkat-di-karangasem. Diakses pada 4 Agustus 2022
Neisseria gonorrhoeae. (online) https://en.vircell.com/diseases/40- neisseria-gonorrhoeae/. Diakses pada 4 Agustus 2022
Zhahrina, Amalia. Penyakit Menular Seksual Sifilis, Kenali Tahapan dan Gejala Infeksinya. (online) https://sains.kompas.com/read/2020/02/13/090300523/penyakit-menular-seksual-sifilis-kenali-tahapan-dan-gejala- infeksinya?page=all. Diakses pada 4 Agustus 2022
Anggraini, Dyah Novita. 2019. Beda Antara Herpes Zoster dan Herpes Simpleks. (online) https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3633114/beda-antara-herpes-zoster-dan-herpes-simpleks. Diakses pada 4 Agustus 2022
Khairani, Rahmi. 2020. Identifikasi Jamur Candida Albicans Pada Bak Penampungan Air Di Toilet Umum. Karya Tulis Ilmiah. Medan: Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan.
Badan Pusat Statistik Indonesia. (online https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MjIxMCMx/angka-kelahiran-total---total-fertility-rate--tfr--menurut-provinsi--1971-2020.html diakses pada 20 Mei 2024
57
A
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) Penyakit yang disebabkan oleh virus HIV dan menyerang imunitas tubuh
D
Diploid (1) dua ploid (2N) jumlah kromosom dalam sel individu pada suatu species; (2) kromosom dalam keadaan berpasangan
DNA (deoxyribonucleic acid) Untaian yang sangat panjang terletak di dalam inti sel, terdiri dari subunit nukleotida yang berfungsi menyimpan kode genetic
E
Endometrium Lapisan yang membatasi rongga rahim dan meluruh saat menstruasi
Epididimis Saluran yang keluar dari testis dimana sel kelamin jantan (sperma) disimpan sementara waktu, bentuk seperti koma dengan ukuran ± 4 cm, dan terletak di belakang testis
Estrogen Hormon yang berperan mengatur siklus menstruasi. Hormon ini juga berperan untuk memicu penebalan dinding rahim, memicu kembali kelenjar pituitari untuk menghasilkan hormon FSH dan LH (luteinizing hormone), dan mengatur perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder pada perempuan
F
Follicle Stimulating Hormone (FSH) Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary atau hipofisis. Kelenjar tersebut terletak di otak bagian depan.Hormone ini berfungsi memicu berkembangnya folikel dalam ovarium dan produksi sperma oleh testis
G
Gamet Sel-sel reproduksi yang meneruskan gen dari satu generasi ke generasi berikutnya
Gen Unit instruksi atau perintah yang terdapat pada suatu untai DNA yang mempengaruhi sifat atau ciri setiap makhluk hidup
Gonore Penyakit kencing nanah yang diakibatkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae
58
H
Haploid (1) satu ploid (N) jumlah kromosom dalam sel individu pada suatu species; (2) kromosom dalam keadaan tidak berpasangan
Herpes simplex genitalis Penyakit kutil kelamin akibat virus Herpes simplex
HIV (Human Immunodeficiency Virus) Virus yang menyerang sistem imunitas tubuh
K
Keputihan Penyakit kelamin yang terjadi pada perempuan dengan ciri- ciri terdapat cairan berwarna putih kekuningan atau putih keabu-abuan pada bagian vagina
Kromosom Untaian DNA yang menggulung menjadi struktur yang lebih padat
L
Luteinizing Hormone (LH) Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary atau hipofisis. Hormone ini berfungsi memicu pengeluaran sel telur dari folikel yang telah matang (ovulasi) pada wanita dan produksi androgen pada laki-laki
M
Meiosis Pembelahan sel yang menghasilkan empat sel anakan yang memiliki kromosom haploid (n) yang berasal dari sel induk diploid (2n)
Menstruasi Meluruhnya endometrium (jaringan penyusun dinding rahim) dan pecahnya pembuluh darah akibat rendahnya hormon estrogen dan progesterone
Mitosis Tipe pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anakan yang mempunyai karakter identik secara genetik dengan sel induk. Jika sel induk memiliki kromosom 2n (diploid), maka jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan juga 2n (diploid)
59
O
Ovarium Struktur berbentuk seperti telur, berjumlah dua pasang, terletak di samping kanan dan kiri rahim (uterus) dan berfungsi menghasilkan sel telur (ovum)
P
Pembuahan (fertilisasi) Proses pembuahan atau peleburan inti sel telur dengan inti sel sperma
Penis Struktur bagian luar dari organ reproduksi laki-laki yang berfungsi sebagai saluran pengeluaran kencing dan sperma.
Profase Fase pembelahan mitosis yang memiliki ciri membran inti mulai rusak menjadi bagian-bagian kecil (fragmen) dan kromosom memadat dan menebal
Progesteron Hormon yang berperan mengatur siklus menstruasi. Hormon ini juga berperan untuk memicu penebalan dinding rahim dan mengatur perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder pada perempuan
R
Reproduksi seksual Reproduksi yang melalui proses fertilisasi, yaitu proses peleburan inti sel kelamin jantan (sel sperma) dan inti sel kelamin betina (sel telur)
S
Servik Struktur rahim bagian bawah yang menyempit dan membuka ke arah vagina; mulut rahim
Sifilis Penyakit raja singa terjadi akibat bakteri Treponema pallidum.
Sitokinesis Pembelahan sitoplasma pada tahap akhir dari pembelahan mitosis yaitu fase telofase
Sperma Gamet jantan
Spermatogenesis Proses pembentukan sperma
60
T
Telofase Fase pembelahan mitosis yang memiliki ciri membran inti mulai kembali bergabung dan kromosom mulai meregang
Testis Struktur yang bentuknya bulat telur yang tersimpan dalam skrotum. Berfungsi untuk memproduksi sperma dan hormon testosteron
Tuba fallopii Oviduk atau saluran telur; Saluran dengan panjang ±10 cm yang menghubungkan ovarium dengan Rahim (uterus)
U
Uretra Saluran yang terdapat dalam penis, merupakan akhir dari saluran reproduksi, dan merupakan saluran akhir keluarnya sperma dan urin
Uterus (rahim) Struktur yang berbentuk seperti buah pir yang berfungsi sebagai tempat berkembangnya janin selama kehamilan
V
Vagina Saluran reproduksi pada perempuan yang menghubungkan lingkungan luar dengan rahim, saluran mengalirnya darah menstruasi, dan saluran keluarnya bayi
Vas deferens Saluran panjang yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis
61