Lambang Pramuka Dunia
Lambang WOSM yang terdiri atas jarus kompas, "fleur-de-lis" atau "treefoil", dua bintang, dan tali melinkar bersimpul mati memiliki makna dan arti kiasan sebagai berikut :
Jarum kompas menunjuk ke atas (utara), memiliki arti sebagai pengingat bagi setiap pramuka agar senantiasa melakukan kebenaran dan menjadi pribadi yang dapat dipercaya. Selain itu untuk senantiasa menjaga cita-citanya dan perannya sebagai penunjuk jalan.
Treefoil (fleur-de-lis) atau Bunga dengan Tiga Ujung, mengiaskan Tiga Janji Pramuka (Scout Promise)
Dua bintang, melambangkan bahwa seorang anggota Pramuka selalu berupaya untuk dapat menjadi penerangan dan menolong dalam kebenaran dan pengetahuan.
Tali dengan ujung membentuk simpul mati mengiaskan bahwa antar sesama Pramuka di seluruh dunia selalu menjalin hubungan persahabatan dan persaudaraan.
Warna putih, melambangkan jiwa Pramuka yang berhati suci dan bersih.
Warna dasar ungu, memiliki arti bahwa Pramuka memiliki keterampilan kepemimpinan dan suka menolong orang lain.
Di Indonesia, lambang atau logo WOSM ini selain disematkan di pakaian seragam pramuka, bersama dengan lambang gerakan pramuka, juga digunakan sebagai kop surat organisasi dan (mulai dari gudep hingga Kwartir Nasional Gerakan Pramuka) danpapan nama gugus depan dan kwartir.
Lambang Pramuka Indonesia
Mengutip sumber lain dari Buku Panduan Pramuka Penggalang oleh Agus S.Dani dan Budi Anwari, Pramuka memiliki lambang yang dikenal dengan bayangan tunas kelapa yang diciptakan oleh Sunardjo Atmodipuro. Ia merupakan seorang pembina pramuka yang juga menjadi salah satu pegawai dari Departemen Pertanian. Sunardjo berpendapat bahwa semua bagian dari pohon kelapa mempunyai banyak sekali manfaat, dan harapannya pramuka akan bisa memberi manfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya.
Lambang Pramuka tersebut digunakan sejak tanggal 14 Agustus 1961, dan penggunaannya biasanya dalam tanda, bendera Pramuka, papan nama, dan lain-lain. Lambang tersebut juga sudah mendapat hak paten dari Dirjen Hukum dan Perundang-undangan Departemen Kehakiman.
Adapun penggunaan lambang tersebut, biasanya dijahitkan di sebelah kiri baju Pramuka untuk anggota wanita, kemudian lambang pramuka internasional dijahit di kerah kanan. Untuk anggota laki-laki, lambang tersebut dijahit di kantong sebelah kiri, adapun untuk lambang pramuka internasional sendiri dijahit di sebelah kanan kemeja.
Berikut ini merupakan arti dan makna dari lambang gerakan pramuka yang dikutip dari Buku Pendidikan Pramuka oleh Budi, M.Pd.l
Buah kelapa yang baru dalam keadaan tumbuh disebut sebagai tunas. Makna dari buah kelapa yang tumbuh itu bermakna bahwa tiap pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
Tunas kelapa juga bisa bertahan lama dan dalam kondisi apa saja sehingga Pramuka akan mampu menghadapi segala tantangan yang ada dalam hidup, dan bisa menempuh rintangan yang ada untuk mengabdikan dirinya pada tanah air.
Lambang selanjutnya adalah kelapa atau nyiur yang bisa tumbuh dimana saja. Makna lambang ini adalah setiap anggota diharapkan bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat dimanapun dan dalam keadaan apapun.
Selanjutnya, pohon kelapa juga menjadi salah satu pohon tertinggi di Indonesia. Lambang ini berarti bahwa setiap anggota pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi, serta tetap tegak dan tidak mudah goyah.
Sifat dari akar kelapa sendiri adalah tumbuh kuat dan erat dalam tanah. Lambang dari akar ini merupakan kiasan dari tiap anggota yang berpegang pada dasar dan landasan yang baik guna mencapai cita-citanya.
Terakhir, lambang tersebut bermakna bahwa tiap anggota pramuka adalah manusia yang berguna dan bisa membaktikan diri pada kepentingan tanah air, bangsa, dan negara.