Ganoderma boninense:
Serangan Senyap yang Menghancurkan dari Dalam
Serangan Ganoderma boninense sering disebut sebagai silent killer pada tanaman kelapa sawit. Pada banyak kasus, tanaman tidak menunjukkan gejala yang mencolok hingga akhirnya mengalami penurunan tajuk, patah batang, atau bahkan tumbang secara tiba-tiba.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Batang kelapa sawit mengandung lignoselulosa dalam jumlah tinggi, yaitu kompleks lignin, selulosa, dan hemiselulosa yang berfungsi sebagai penyusun utama dinding sel tanaman. Bagi Ganoderma boninense, senyawa tersebut merupakan sumber karbon dan energi yang dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhannya.
Selama proses infeksi, jamur menghasilkan berbagai enzim perombak dinding sel, terutama enzim ligninase (ligninolytic enzymes) seperti laccase, lignin peroksidase, dan mangan peroksidase. Enzim-enzim ini secara bertahap menguraikan lignin sehingga jaringan kayu kehilangan kekuatan mekanisnya. Setelah lignin rusak, selulosa dan hemiselulosa juga diuraikan oleh enzim selulase dan hemiselulase.
Akibatnya, kerusakan berlangsung dari bagian dalam batang tanpa gejala awal yang jelas pada permukaan tanaman. Ketika sistem jaringan penyangga telah rusak parah, batang kehilangan kekuatan struktural sehingga tanaman dapat rebah atau tumbang secara mendadak.
Karena sifat infeksinya yang tersembunyi, pengelolaan Ganoderma boninense harus mengutamakan pencegahan, meliputi peningkatan kesehatan tanah, penggunaan mikroorganisme antagonis seperti Trichoderma spp., sanitasi sumber inokulum, serta pemantauan rutin agar infeksi dapat ditekan sebelum mencapai tingkat kerusakan yang tidak dapat dipulihkan.
"Pencegahan Serangan Ganoderma boninense |
secara 1.Preventif dan 2.Kuratif"
1.TINDAKAN - Preventif,
Literasi Ganoderma.b
dari berbagai sumber.
Home»SAWIT»ISGANO 2026: Nutrisi dan Kesehatan Tanah Kunci Ketahanan Sawit Hadapi Ganoderma
ISGANO 2026: Nutrisi dan Kesehatan Tanah Kunci Ketahanan Sawit Hadapi Ganoderma
By adminFebruary 13, 2026No Comments3 Mins Read
Dr. Witjaksana Darmosakoro dalam pemaparannya bertajuk “Nutrisi untuk Membuat Tanaman Lebih Tahan terhadap Penyakit” pada rangkaian 3rd ISGANO 2026
Share
Medan, mediaperkebunan.id — Pengelolaan nutrisi dan kesehatan tanah menjadi pondasi utama dalam meningkatkan ketahanan tanaman kelapa sawit terhadap serangan penyakit, khususnya Ganoderma boninense. Hal ini disampaikan Dr. Witjaksana Darmosakoro dalam pemaparannya bertajuk “Nutrisi untuk Membuat Tanaman Lebih Tahan terhadap Penyakit” pada rangkaian 3rd ISGANO 2026 di Hotel Adimulia Medan.
Menurut Witjaksana, ketahanan tanaman tidak semata ditentukan oleh pengendalian patogen secara langsung, melainkan oleh kondisi tanah dan keseimbangan hara. Ia mengibaratkan tanaman seperti tubuh manusia: tanah yang sehat adalah sistem imun, sementara nutrisi adalah energi untuk melawan penyakit.
“Kesehatan tanah yang baik ditandai dengan keseimbangan sifat fisik, kimia, dan biologi akan menghasilkan akar yang fungsional, serapan hara yang stabil, serta respon ketahanan tanaman yang lebih efektif,” ujarnya.
Salah satu indikator penting kesehatan tanah adalah kandungan karbon organik (C-organik). Pada perkebunan kelapa sawit di tanah mineral, kadar C-organik ideal berada pada kisaran 2–3 persen. Pada level ini, kapasitas tukar kation (KTK) tanah meningkat, keseimbangan hara seperti kalium (K), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg) menjadi lebih stabil, serta aktivitas mikroba tanah lebih aktif. Kondisi tersebut memperkuat jaringan tanaman dan meningkatkan toleransi terhadap infeksi Ganoderma.
Witjaksana menjelaskan serangan Ganoderma terjadi melalui pelepasan enzim seperti pektinase, selulase, dan ligninase yang meluluhkan dinding sel akar dan batang bawah sawit. Namun tanaman yang memiliki keseimbangan hara yang baik mampu membangun dua lapis pertahanan utama yakni barier struktural dan barier biokimia. Barier struktural diwujudkan melalui penguatan dinding sel lewat lignifikasi dan suberinisasi, sementara barier biokimia melibatkan pembentukan senyawa fenolik, antioksidan, serta aktivasi hormon pertahanan seperti asam jasmonat.
“Ketika dinding sel rusak, tanaman akan merespons dengan biosintesis senyawa pertahanan. Proses ini membutuhkan energi yang besar. Karena itu, keterkaitan metabolisme energi dengan ketahanan penyakit menjadi sangat penting,” jelasnya.
Dalam konteks ini, unsur hara seperti magnesium (Mg) dan fosfor (P) berperan dalam penyediaan energi (ATP), sementara kalium (K) mengatur osmoregulasi dan aktivasi enzim. Kalsium (Ca) dan boron (B) memperkuat struktur dinding sel, sehingga jaringan tidak mudah ditembus patogen. Kekurangan atau ketidakseimbangan unsur-unsur tersebut akan membuat jaringan tanaman rapuh dan memperlambat respon pertahanan.
Selain unsur esensial, Witjaksana juga menyoroti peran silikon (Si) sebagai beneficial element. Meskipun bukan unsur hara esensial, silikon terbukti dapat meningkatkan ketahanan mekanik jaringan tanaman dan mengaktifkan sistem pertahanan, terutama pada bibit dan tanaman muda sawit.
Pendekatan pengendalian Ganoderma perlu dilakukan secara terpadu. Tidak hanya melalui pemupukan berimbang dan perbaikan bahan organik tanah, tetapi juga melalui pemanfaatan mikroba non-patogen, aktivator enzim, dan riset lanjutan seperti identifikasi metabolit penanda toleransi Ganoderma dan protein channel kalium untuk mendukung program pemuliaan tanaman.
“Ganoderma sering muncul sebagai penyakit lanjutan yang dipicu oleh patogen lain atau kondisi tanah yang tidak sehat. Karena itu, fokus kita seharusnya bukan hanya mematikan patogen, tetapi memperkuat tanaman dan ekosistem tanahnya,” tegas Witjaksana.
Waspada Serangan Senyap "ganoderma boninense" di Kebun Sawit Replanting...!!!
Peremajaan Sawit Metode "Underplanting mendorong perkembangan Ganoderma boninense"
Reposting👇
Reposting👇
Jurnal Agrikultura 2020, 31 (1): 32-41 | ISSN 0853-2885
Pengaruh Rock Phosphate dan Dolomit terhadap Distribusi Perakaran Tanaman Kelapa Sawit pada Tanah Ultisols
"...kerusakan struktural akibat infeksi jamur Ganoderma boninense
menghambat penyerapan unsur hara..."
Defense response changes in roots of oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) seedlings after internal symptoms of Ganoderma boninense Pat. infection | BMC Plant Biology | Full Text https://share.google/QiZ3YyWC5aXukVQse👇
Tayangan Video Serangan Ganoderma boninense..👇