Murid mampu membangun kesadaran bersama mengenai bahaya perundungan serta berkomitmen menciptakan iklim lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan saling menghargai.
Pembukaan & Orientasi
a. Guru BK membuka sesi dengan salam, menyapa murid dengan hangat, serta meminta ketua kelas memastikan kebersihan sekitar meja kursi dan optimalisasi pencahayaan alami/sirkulasi udara ruangan sebelum memulai pelajaran
b. Salah satu dari murid memimpin doa.
c. Guru BK memeriksa kehadiran dan membangun suasana kondusif di kelas.
d. Guru BK menyampaikan tujuan layanan.
e. Guru BK menyampaikan langkah-langkah kegiatan, cakupan materi, serta mengumumkan bahwa aktivitas kelas hari ini menerapkan prinsip Kertas Minimum (Paperles
Apersepsi
Guru BK menampilkan sekilas infografis edukasi anti-perundungan dan mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, coba lihat infografis ini. Mengapa komentar jahat atau ejekan nama orang tua di media sosial dikategorikan sebagai tindakan bullying?"
Penyampaian Tujuan & Kontrak:
a. Guru BK menyampaikan tujuan layanan.
b. Guru BK menyampaikan langkah-langkah kegiatan, cakupan materi, serta menyepakati aturan kelompok selama jalannya kelas (aktif, tertib, dan saling menghargai pendapat).
Eksplorasi (Literasi Visual):
Guru BK menampilkan Poster Infografis Edukasi Stop Bullying kepada murid.
Murid diminta untuk mencermati data mengenai bentuk-bentuk bullying (fisik, verbal, sosial, cyber) beserta dampak-dampaknya
Pengorganisasian & Diskusi Kelompok:
Guru BK membagi kelas menjadi beberapa kelompok heterogen (beranggotakan 4-5 siswa).
Setiap kelompok diberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) berupa studi kasus perundungan yang berbeda (misal: pengucilan teman sekelas, perundungan verbal di grup chat, kekerasan fisik ringan di lapangan sekolah).
Kolaborasi Masalah:
Murid bekerja sama di dalam kelompoknya membedah kasus tersebut berdasarkan referensi data infografis, menganalisis dampaknya bagi mental korban, dan mencari solusi terbaik untuk memutus rantai kejadian tersebut
Presentasi & Konfirmasi:
Perwakilan kelompok mempresentasikan analisis penanganan kasus di depan kelas memanfaatkan poin-poin visual di poster infografis.
Guru BK memberikan apresiasi, meluruskan salah pemahaman (miskonsepsi), dan merangkum poin esensial bersama murid.
Refleksi Diri: Guru BK meminta 2-3 siswa secara acak mengutarakan kesimpulan pembelajaran dan merefleksikan nilai moral apa yang mereka rasakan setelah sesi bimbingan klasikal hari ini.
Internalisasi Komitmen: Peserta didik secara bersama-sama mengikrarkan deklarasi bersama ("Kami berjanji saling menyayangi, menghargai perbedaan, dan stop bullying sekarang juga!") dilanjutkan dengan menempelkan kertas nama/tanda tangan mereka di media papan "Pohon Komitmen Bebas Perundungan" kelas, di upload di instagram kelas.
Evaluasi Singkat & Doa: Guru BK membagikan kuesioner evaluasi hasil ringkas dan menginfokan tindak lanjut layanan konseling yang selalu terbuka di ruang BK, lalu menutup sesi dengan doa bersama dan salam penutup.
LKM (Lembar Kerja Murid) "STUDI KASUS"
Studi Kasus Pengucilan (Social Bullying)
Judul Kasus: Bangku Kosong untuk Dinda
Ilustrasi Cerita:
Dinda adalah seorang siswi pindahan baru di kelas. Ia anak yang cenderung pendiam dan penampilannya sangat sederhana. Sejak minggu pertama masuk sekolah, tiga orang siswi yang cukup populer di kelas, yaitu Rika, Seli, dan Amanda, sengaja menyebarkan pesan kepada teman-teman sekelas lainnya agar jangan ada yang mau duduk sebangku atau jajan bersama Dinda di kantin. Alhasil, setiap kali kerja kelompok, tidak ada satu pun teman yang mau mengajak Dinda bergabung. Saat jam istirahat tiba, Dinda selalu menghabiskan bekalnya sendirian di pojok bangku belakang kelas sambil menunduk. Seminggu terakhir, Dinda mulai sering absen sekolah dengan alasan sakit perut.
Pertanyaan Diskusi Kelompok:
Identifikasi bentuk perundungan apa yang dialami oleh Dinda!
Menurut hasil diskusi kalian, apa dampak psikologis jangka panjang bagi Dinda jika situasi ini dibiarkan terus berlanjut?
Jika kalian berada di kelas yang sama dan mengetahui rencana pengucilan tersebut, tindakan nyata apa yang bisa kalian lakukan sebagai wujud kepedulian?
Studi Kasus Perundungan di Media Sosial (Cyberbullying)
Judul Kasus: Stiker Ejekan di Grup Chat
Ilustrasi Cerita:
Beni adalah ketua kelas yang sangat bertanggung jawab. Suatu hari, ia menagih tugas kelompok yang belum dikumpulkan oleh sekelompok siswa di grup WhatsApp kelas. Karena merasa kesal ditagih terus-menerus, salah satu anggota kelompok tersebut bernama Fajar mengambil foto Beni saat sedang menguap di kelas secara sembunyi-sembunyi. Fajar mengedit foto tersebut menjadi stiker dengan tulisan bernada ejekan fisik yang menghina wajah Beni. Stiker tersebut disebarkan ke grup kelas. Banyak teman sekelas yang menanggapi dengan emoji tertawa, bahkan menjadikannya bahan lelucon berhari-hari. Sejak kejadian itu, Beni menjadi sangat tertutup, menolak berbicara di grup chat, dan meminta orang tuanya untuk pindah sekolah.
Pertanyaan Diskusi Kelompok:
Jelaskan mengapa tindakan Fajar dikategorikan sebagai cyberbullying dan bukan sekadar candaan biasa!
Bagaimana peran teman-teman sekelas (bystander) yang ikut tertawa dalam memengaruhi kondisi mental Beni?
Rumuskan langkah-langkah kuratif (penanganan) yang harus diambil oleh pengurus kelas atau korban untuk menyelesaikan masalah ini secara bijak!
Judul Kasus: Saling Jegal di Lapangan Sekolah
Ilustrasi Cerita:
Setiap jam istirahat kedua, lapangan sekolah selalu ramai dipakai siswa untuk bermain futsal. Aldo, seorang siswa bertubuh kurus, sangat hobi bermain bola dan ingin ikut bergabung. Namun, ada dua orang siswa kelas lain, yaitu Rian dan Doni, yang selalu menguasai lapangan. Setiap kali Aldo menggiring bola, Rian sengaja menjulurkan kakinya untuk menjegal Aldo hingga terjatuh ke lapangan semen. Saat Aldo meringis kesakitan, Doni justru menyorakinya dan sengaja menendang bola dengan keras ke arah tubuh Aldo sambil berteriak, "Badan krempeng gak usah gaya-gayaan main bola di sini!". Kejadian ini berulang hampir setiap hari, membuat Aldo trauma dan selalu bersembunyi di perpustakaan setiap jam istirahat.
Pertanyaan Diskusi Kelompok:
Apa saja jenis tindakan kekerasan fisik dan verbal yang dialami oleh Aldo dalam cerita di atas?
Analisis faktor apa yang membuat pelaku (Rian dan Doni) merasa memiliki hak untuk menindas Aldo di lapangan sekolah!
Rancanglah satu rencana aksi preventif yang bisa diusulkan kepada pihak sekolah agar fasilitas lapangan bisa dinikmati dengan aman oleh semua siswa tanpa intimidasi!
Evaluasi Proses: Guru BK memantau jalannya diskusi kelompok: mengevaluasi ketepatan penggunaan media infografis, antusiasme peserta didik, keaktifan kerja sama tim, dan kepatuhan terhadap durasi waktu layanan.
Evaluasi Hasil: Dilakukan melalui pengisian angket tertulis setelah layanan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap bentuk-bentuk perundungan (Understanding), tumbuhnya rasa empati (Comfort), serta kematangan rencana tindakan konkret saat menghadapi bullying (Action).