Pemikiran & Pengaruh Hamzah Fansuri
Banyak cendekiawan Islam di Indonesia yang terkenal dengan karya-karyanya yang telah menyebar ke berbagai belahan dunia Islam. Ulama Indonesia yang disebut sebagai penulis antara lain Nuruddin Ar-Raniri, Hamzah Fansuri, Abdurrauf Singkel dan Syaikh Muhammad Arsyad al Banjari.
Di bidang ilmu pengetahuan, Syekh Hamzah al-Fansuri mempelajari penulisan tasawuf atau risalah keagamaan yang sistematis dan ilmiah. Sebelum menerbitkan karya-karyanya Hamzah Fansuri terlebih dulu mendiskusikan dengan komunitas Muslim Melayu mempelajari masalah agama, tasawuf dan sastra melalui buku-buku yang ditulis dalam bahasa Arab atau Persia.
Di bidang sastra, Hamzah Fansuri juga mempelopori penciptaan puisi filosofis dan mistis dengan pengaruh Islam, kedalaman konten dalam puisinya sulit untuk dibandingkan dengan penyair kontemporer atau yang setelahnya.
Para penulis Melayu abad ke-17 dan ke-18 sebagian besar berada di bawah bayang-bayang kejeniusan dan keunggulan Hamzah Fansuri. Di bidang sastra, Syeikh Hamzah al-Fansuri adalah orang pertama yang memperkenalkan syair, puisi empat baris dengan rima akhir a-a-a-a-syair sebagai bentuk ekspresi sastra seperti pantun yang populer dan dicintai pengarangnya hingga abad-ke-20.
Dalam bidang linguistik, kontribusi Hamzah Fansuri sulit disangkal. Pertama, sebagai penulis pertama buku-buku ilmiah berbahasa Melayu, Syeikh Hamzah al-Fansuri berhasil mengangkat harkat dan martabat bahasa Melayu dari sekedar bahasa menjadi bahasa intelektual, kearifan dan ekspresi ilmiah yang canggih dan modern.
Dengan demikian kedudukan bahasa Melayu dalam bidang ilmu pengetahuan dan sastra menjadi sangat penting dan telah mengungguli bahasa-bahasa nusantara lainnya, termasuk bahasa Jawa yang sebelumnya jauh lebih berkembang.
Kedua, jika kita membaca puisi dan risalah tasawuf karya Hamzah Fansuri, kita akan melihat jasa-jasa Syeikh Hamzah al-Fansuri dalam Islamisasi bahasa Melayu dan juga Islamisasi bahasa, sebagaiman pemikiran dan budaya yang berkembang pada saat itu.
Dalam bidang filsafat, ilmu hermeneutika, dan kajian sastra, Hamzah Fansuri juga mempelopori penerapan ilmu tenung atau hermeneutika spiritual, keahlian Syekh Hamzah al- Fansuri dalam bidang hermeneutika, (rahasia pencerahan), sebuah risalah klasik tasawuf dengan bobot terbesar yang pernah diberikan oleh para sufi nusantara.
Dalam hal ini, Hamzah Fansuri mengeluarkan interpretasi puitis dan ramalannya sendiri, dengan analisis yang tajam dan dengan dasar yang luas, pengetahuan meliputi metafisika, teologi, logika, epistemologi, dan estetika.
Asrar bukan hanya salah satu risalah tasawuf paling orisinal yang pernah ditulis oleh Hamzah Fansuri dalam bahasa Melayu, tetapi juga merupakan kitab agama klasik dengan bahasa yang paling jelas dan paling baik dalam memasukkan takwil ke dalam puisinya sendiri. Syekh Hamzah al-Fansuri telah berhasil menyusun risalah tasawuf yang memuat dan mendefinisikan cakrawala masalah.