Apa Itu Filsafat ?
Apa Itu Filsafat ?
Martin Heidegger
BUKU BEKAS
Harga 10.000
Apa itu Filsafat ?
Martin Heidegger,
Mukalam, penj
Penerbit Apeiron Philotes, Yogyakarta
Terbitan pertama Juni 2003
tebal buku 53 halaman
buku asli
Whats Philosophy?
translate by William Kluback, Jean T Wilde.
Twayne Publisher, New York, 1958.
KATALAMA - Pertanyaan Apa Itu Filsafat, sebenarnya sudah banyak ditanyakan oleh para filosof sebelumnya dan sesudahnya. Pendekatannya ada yang dari sejarah peradaban Yunani dan sejarah pemikiran tokoh – tokoh filsafat Yunani.
Heidegger kemudian secara hati-hati membahasnya, karena beliau tidak berkenan jika disebut sebagai mendefinisikan Filsafat, dengan cara membicarakan Filsafat di dalam pembicaraan atau Bahasa orang – orang Yunani agar kita membaca dan merasakan pembicaraan dialogis tentang "Apa itu Filsafat" di daerah asal Filsafat .
Metodologinya meminggirkan yang "bukan-Yunani", pembahasannya ada di Himpunan atau Lingkaran istilah – istilah, pembicaraan – pembicaraan, serta puisi-puisi yang mencerminkan pergerakan kata agar mendapatkan gambaran yang menyeluruh dan berkembang di Yunani.
Bahkan pertanyaan mengenai filsafat itu sendiri harus berasal dari Yunani. Ti es tin ( Apa itu?) menurut beliau bukanlah pertanyaan mengenai keberadaan sesuatu, namun pertanyaan yang khas Yunani yaitu mencari hakekat sesuatu. Dari pertanyaan ini lah kemudian membawa kita berselancar ke Dunia Filsafat.
Dalam awal pembahasannya masih sama dengan pembahasan pengertian filsafat pada umumnya, yaitu Filsafat berasal dari kata Philoshopos yang mempunyai akar dari beberapa kata seperti Philarguros – mencintai perak, Pholotomos – mencintai kehormatan. Philosophos menurut Heidegger pertama digunakan oleh Herakleitos sebagai tanda bukan untuk menggambarkan aner-philosophos ( mencintai kebijaksanaan) namun menggambarkan homo-legein berbicara bagaimana Logos berbicara.
Filsafat itu sendiri adalah mencari apa yang Ada, sejauh dia Ada. Filsafat sedang mengarah pada Ada dari pengada sejauh dia ada, yaitu, pengada berkenaan dengan ada. (Martin Heidegger, apa itu Filsafat, Yogyakarta ; 2003, hlm. 33-34).
Heidegger kemudian membawa kita kepada pernyataan Aristoteles dimana filsafat adalah pengetahuan spekulatif (episteme) tentang prinsip – prinsip dan sebab – sebab pertama. Episteme oleh Heidegger diartikan sebagai kecakapan, kecerdasan, yang mampu untuk theorein (berspekulasi) yaitu mengintai sesuatu, meraih dalam sekejap dari apa yang di amati.
Buku ini membawa kita kepada dimensi yang berbeda tentang pertanyaan tentang apa itu filsafat?, dimensi legein dan logos, percakapan dan bahasanya. Ada dan pengada, dan beberapa lagi yang menarik.
Heidegger sendiri adalah seorang filsuf, ahli Fenomenologi, Hermeneutika, yang lahir di Jerman pada 26 September 1889. Salah satu karya yang berpengaruh adalah Sein und Zeit. Sehingga filsafat ditangan beliau menjadi jalan yang berbeda. (Bayu, KataLama)